
Akhirnya Mita pun dibawa ke dokter kandungan, Lili pun ikut untuk periksa kandungannya, Ayana pun tak ketinggalan.
Sesampainya di klinik.
Ayana sangat girang karena akan mempunyai bayi, itu pemikirannya sendiri karena melihat tulisan.
"KLINIK BERSALIN" dan ada foto orang hamil gitu. 😃
"Silahkan masuk Pa!" Tiba giliran Mita, suster pun memanggilnya masuk.
Mita sengaja mencari dr.praktek cewe, karena Zila mewanti wantinya. pokoknya kakak nggak boleh bersentuhan dengan laki laki yang bukan muhrim.Gitu-gitu deh, sekarang Zila sudah kayak ustadzah aja. 😁
Cret
Cret
setelah diberi gel dan diperiksa(USG)terlihatlah gelap gelap gitu.mana Izzam paham. 😄
"Alhamdulillah, selamat! nona sedang mengandung" Ucap dr.wanita yang sangat cantik itu, dia juga, menggunakan hijab biru langit dan memoles mukanya dengan bedak sangat tipis.
"Mana dok bayinya?" Maklum Izzam baru kali ini nemenin orang periksa hamil. Lili pun belum pernah USG, dia hanya dibwa ke bidan praktek biasa.
"Masih kecil kaya biji pepaya pa, karena baru beberapa minggu(maaf, aku nggak bisa nyebutin berapa minggunya, karena author pelupa) 😄
"Ko kecil amat ya dok? apa dia kekurangan gizi?" Tanya Izzam lagi, yang bikin dr.cantik itu tertawa.
"Nggak pa! kan bertahap dari kecil kebesar" dr. pun memberi resep vitamin.
" Lili, masuk! ini dok anak saya juga mau USG" Ucap Mita lagi.
dr pun menatap wajah Mita yang mengenakan cadar, dia ingin menyelidiki, mungkin juga mau bilang anak dan ibu bikin bareng. 😃
"Oh, silahkan berbaring!" dr.pun memeriksa Lili dan menyatakan kandungan Lili sehat. Dia hanya memberikan vitamin buat mereka berdua.
Selesai pemeriksaan mereka pun pulang. Terlihat Izzam senyam senyum sendiri.
"Papah kenapa sih senyum senyum mulu?" Ayana yang melihat papahnya terlihat aneh.
"Papah sangat bahagia Nak, Papah pasti akan berubah 100%, Papah takkan mabok lagi, takkan keluar malam kelayapan lagi, selain papah bekal jadi papah baru, papah juga bekal jadi kakek" Izzam terlihat sangat senang.
"Kenapa tidak dari dulu aja papah berubah? kalau dari dulu papah berprinsip seperti itu, tentu Lili tidak akan seperti ini pah!" Lili terlihat cemberut, karena didalam mobil Lili merasa gerah dia pun melepaskan cadarnya.
" Sayang, tak baik ngomong begitu sama papah! kita sedang berjuang memperbaiki kesalahan kita" Nasehat Mita pada Lili.
Mita pun teringat bagaimana dosanya dulu, dia dengan sengaja menemani Om-Om dari hotel ke hotel, walau pun hanya di ajak makan malam atau hanya jalan jalan jadi teman di perjalanan, namun tentu saja tangan atau badan yang berlapis kain pernah di rangkul. Sungguh perjalanan yang panjang.
" Li, apakah ada kabar, tentang nicol mantanmu yang kabur itu?" Tiba-tiba suara Izzam membuyarkan lamunan Mita.
"Aku tidak ingin membahasnya lagi Pah!" Lili terlihat memalingkan mukanya menatap ke arah luar jendela.
"Apa kamu juga ganti kartu?"
"Iya Pah, aku tidak ingin lagi mengingat lelaki itu, aku sakit kalau ingat dia." Lili sangat kecewa dengan mantan pacarnya yang telah meninggalkannya saat dia sudah berbadan dua.
"Kamu tenang aja ya! ada Ummi yang akan jagain kamu, walau cuma beda 3 bulan mungkin bayi kita nanti nggak kentara ko." Mita ingin dia tidak membedakan antara anaknya dan anak Lili, dia ingin melindungi anak sambungnya itu dengan tulus.
"Pah, Lili malu pah, bagaimana kalau Lili lahiran tanpa suami, nanti Lili jawab apa, kalau anak Lili nyari ayahnya?" Lili nampak sedih.
"Kamu tenang Li, sebelum kamu lahiran,Papah akan mencari rekan bisnis Papah yang mau nikahin kamu, walau itu hanya nikah kontrak, akan ayah bikinkan Cv. agar kalian punya usaha sendiri." Ucap Izzam lagi menenangkan hati anaknya.
__ADS_1
"Hush, nggak baik Pah ngomong gitu! masa nikah kontrak? jangan ah,nikaj itu sekali seumur hidup pah!" Mita coba mengingatkan suaminya yang ingin mencarikan suami kontrak.
"Bagi Lili sih nggak masalah mi! asal anak ini punya status dia punya ayah, walau bukan ayah biologisnya" Ucap Lili lagi.
Tak terasa mereka pun sampai di rumah mereka. Pintu depan terlihat terbuka lebar.
"Kenapa Zila tak menutup pintu depan?" Mita pun bergumam heran.
" Assalamualaikum." Mita yang duluan masuk pun terus nyelonong menuju kamar atas, karena merasa, lelah dia pengen istirahat.
Cklek
Saat Mita membuka pintu kamarnya, dia terkejut melihat Tami sudah berbaring di atas ranjangnya, dia sedang tertidur pulas.
Tap
Tap
Tap
Mita pun kembali kebawah.
"Ada apa Mi? kok turun lagi?" Tanya Lili heran.
"Ada mamah mu di kamar atas Li, biar Ummi tidur dikamar depan aja." Mita pun menuju kamar depan.
"Kenapa sayang? kok balik?" Izzam yang baru masuk pun heran melihat istrinya itu berjalan kembali ke arah depan.
"Mau istirahat pah, dikamar depan, di atas ada mbak Tami soalnya." Mita tak menunggu jawaban Izzam, dia lun terus berjalan.
"Tunggu! apa maksudmu? apa Tami ada disini?" Izzam terlihat mulai gusar.
"Biarin aja Mas, nggak papa kok, ini juga rumah dia kan?" Mita pun sampai dikamar depan dan masuk.
Tap
Tap
Tap
Izzam pun bergegas menuju kamar atas.
Bruk
"Tami! bangun!"
Hap
Izzam menarik tangan Tami kasar. Tami yang kaget pun terbangun terpaksa. dan berdiri juga karena tarikan tangan Izzam yang sangat kuat.
"Mas, sakit, lepaskan!ada apa sih Mas?"
Tami menghempaskan tangannya untuk melepaskan cengkraman Izzam.
"Kurang ajar kamu! ayo cepat turun! kita sudah tidak ada urusan, kau sudah mendapatkan bagian mu 5 M, buat apa lagi kau kesini?"
Izzam sangat marah. Dia kembali mencengkram tangan Tami dan menyeretnya ke bawah sampai depan rumah. Sementara Tami terus berteriak teriak.
"Mas, lepaskan! lepaskan! tolong Mas! aku sudah tidak ada tempat lagi, aku di tipu Mas, Rudi telah mengambil semua uangku, dia telah kabur keluar Negeri Mas, tolong kasihanilah aku!" Tami meratap mendayu-dayu
__ADS_1
"Apa hubungannya denganku? itu karena kamu wanita matre, tak pernah berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, sekarang rasakan semua akibatnya, pergi!" Izzam mendorong tubuh Tami kehalaman, membuat wanita itu tersungkur.
Mita yang mendengar keributan coba bangun dari istirahatnya, kepalanya sangat sakit sehingga dia tidak bisa langsung bangun dan berdiri.
"Mas, ada apa sih?"
Zila yang baru datang dari kamar mandi pun kaget. Ayana pun terbangun dan keluar dari kamar Lili. Sementara Lili cuek dan tetap berbaring dikamarnya. Lili sangat marah sama mamahnya. Baginya, Tami hanya wanita matre yang mementingkan uang daripada keluarga.
"Mas, sudah! jangan lakukan ini, malu kedengeran tetangga Mas, beri kesempatan lagi buat Mbak Tami berubah, kita juga perlu proses untuk menjadi lebih baik Mas."
Mita meraih pergelangan tangan suaminya, dan menariknya masuk kedalam rumah, namun apa daya, tubuh Mita yang mungil tak sedikit pun bergerak karena Izzam tidak mau melangkah masuk.
"Sakarang juga, kamu pergi dari rumah ini! kalau tidak ingin ku panggilkan Polisi!"
Setelah mengancam demikian barulah dia berbalik dan masuk kedalam. Ayana hanya menatap sedih pada mamahnya, dia tidak berani mendekat, melihat kemarahan papahnya sangat ganas. Tami masih meraung raung dan menggedor-gedor pintu.
Hari semakin gelap, penghuni rumah pun sudah tenang kembali, setelah sholat magrib berjamaah, yang di imami Zila sebagai santriwati yang paling fasih bacaannya, karena Izzam tidak mau jadi imam, dan dia memilih sholat sendiri, karena merasa bacaannya masih terbata-bata. Mereka pun makan bersama di dapur.
"Zila, besok kita ke pondok mu dan mengurus semua keperluan mu, agar bisa segera selesai, mudahan bulan depan sudah beres dan kamu bisa di terima di pesantren Habib umar." Ucap Mita serius.
"Baik kak, Tapi apakah tidak mengapa? bukankah biayanya sangat mahal?"
Zila masih merasa tidak,enak masalah biaya yang tergolong fantastis.
"Jangan pikirkan itu, yang lwnting kamu senang, do'a kan saja kami dilancarkan rezekinya,"
" Amiin."
Mereka semua selesai makan, dan kembali ke kamar masing-masing. Tami pun tidak terdengar lagi di halaman, mungkin dia sudah pergi entah kemana.
Setelah sholat isya, Mita pun merapikan tempat tidur dan berbaring.
Izzam pun datang ikit berbaring disamping istrinya.Mereka pun tertidur.
Kresek
Tiba-tiba Izzam,terbangun dan melihat istrinya sedang membuka kresek.
"Kenapa sayang?" Izzam pun duduk di sisi ranjang.
"Laper Mas,"
"Ini sudah jam 11 sayang, apa di kulkas bawah tidak ada makanan lagi?" Tanya Izzam.
"Ayo kita ke bawah!" Ajak Mita.
Mereka pun kebawah, dan terkejut melihat lampu dapur menyala.
"Lili? kau juga lapar?" Tanya Izzam sedikit kaget.
"Iya Pah, tak ada makanan yang bisa ku makan, hanya ada nasi, aku malas makan Pah." jawab Lili.
"Maaf, aku lupa belanja, karena kita baru datang dari Yarim kemaren." ucap Mita lagi.
"Baiklah, aku akan mencari kalau masih ada jajanan yang buka." Ucap,Izzam lagi.
"Ikut pah." pinta Lili
"Aku juga ikut." ucap Mita
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pergi mencari jajanan jalanan yang masih nongkrong.
BERSAMBUNG....