
Pagi yang cerah, tampak Lili dan Qiara sudah rapi seperti akan pergi ke suatu tempat.
"Ayo sayang!"
Qiara yang sudah berusia 3th dan lincah menggemaskan membuat yang melihat akan terpesona olehnya.
"Siap Mih." Panggil Qiara kok Mih? apa Mimih ya😄
Mereka pun memanggil grabe dan meluncur menuju Rumah sakit untuk memenuhi panggilan mamahnya. Setelah beberapa lama mereka pun tiba di Rumah sakit.
Tap tap tap
Ceklek.
"Neneeeee." Teriak Qiara, dia pun berlari memeluk Neneknya yang terbaring lemas di ranjang.
"Sayaaaang, emch..."
"Ada apa mah? kok pengen bertemu Lili?" Selama mamahnya di rumah sakit, Lili bagai anak durhaka tak sekalipun menginap, cuma asisten yang menjaga Tami. Hanya sesekali dia datang untuk menjenguk
"Aku ingin kau menemui Ayahmu sekarang, mungkin kau perlu tau, walau aku sangat benci mengatakannya."
Ucap Tami dengan wajah masam.
"Apa? jadi mamah tau di mana ayah Lili sekarang?"
Lili terlihat bersemangat. Tami hanya mengangguk.
"Ini alamat perusahaan papahmu, sebenarnya sudah lama papahmu meminta mamah mempertemukan kalian, namun mamah sangat sakit hati, papahmu juga sampai saat ini tidak memiliki anak dari istri barunya itu."
Tami menyerahkan secarik kertas. Lili pun mengambilnaya.
"Perusahaan Lesmana Grop."
Lili membaca kertas pemberian mamahnya.
"Ya, namanya Lesmana, kau temui saja dia, dia adalah Bos di perusahaan itu."
__ADS_1
Wajah Lili berseri, dia tersenyum tipis.
"Bos? jadi papah adalah Bos?" Ucap Lili dengan suara gembira.
"Kau datangi saja alamat itu. Mungkin ini hal terakhir yang bisa aku berikan untukmu."
Tami terlihat sangat lemes dan tak bertenaga, nafasnya pun pendek pendek.
"Baiklah Mah, aku akan ke sana segera."
Lili pamit dan meluncur ke alamat yang di tuju. Setelah melalui jalanan yang ramai, Lili pun sampai di sebuah gedung yang di maksud.
"Terimakasih Paman, ini..."
Lili membayar ongkos dan turun menggendong Qiara. Wajahnya terlihat berseri seri. Dia pun dengan semangat 45 terus berjalan memasuki gedung dan mulai bertanya pada security. Terus menaiki Lift dan sampai di lantai yang di maksud security, itulah lantai di mana pak Lesmana bekerja. sebuah kantor dengan banyak karyawan yang terlihat sibuk bekerja di depan mejanya masing masing.
"Mbak...ruangan pak Lesmana di mananya?aku mau bertemu pak Lesmana."
Ucap Lili pada seorang karyawan.
"Apa anda sudah buat janji?"
"Mbak tolong katakan padanya, kalau anaknya ingin bertemu."
Lili pun terpaksa mengandalkan kata kata itu.
"Hey Nona, kau jangan mengarang cerita, Bos itu tidak pernah memiliki anak. Jadi jangan mengada ada." Ucapnya.
"Kau katakan saja begitu, nanti kau akan tau, atau kau akan menyesal." Ancamnya lagi.
"Hey semuanya...lihat! wanita ini mengaku anak pak Lesmana, apa kalian percaya?" Teriak wanita itu, semua karyawan di ruangan itu pun menoleh dan menatap ke arah Lili dan Qiara.
"Cantik, namun coba menipu hahahahahaha." Tawa se isi ruangan itu. Lili pun jadi naik pitam dan sangat marah.
Tap tap tap
Lili berjalan cepat menuju pintu yang dia yakini itu adalah ruangan Ayahnya karena tertulis di depan pintu Ceo.
__ADS_1
Hap
Ketika tangan seseorang mencengkramnya ketika Lili hampir sampai di pintu.
"Lepaskan! kau akan menyesal." Teriak Lili.
"Penipu seperti ini kita apain ya?" Ucap salah satu karyawan.
"Hentikan! kalian tidak noleh seperti itu, bicarakan baik baik." Ucap salah satu karyawan wanita. yang iba melihat Lili dan Qiara.
"Ustadzah ceramah, hahahahahaha." Sebagian karyawan ada yang tertawa dan ada yang hanya menatap biasa saja.
Ceklek
Ketika pintu ruangan di buka oleh seseorang, wajah semua karyawan menjadi tegang.
"Ada apa?" Seorang lelaki paruh baya berusia sekitar 55th dan masih terlihat gagah dan karismatik keluar dari ruangan itu.
"Kau?"
"Ka..ka..kau siapa?" Lili menjadi gugup ketika melihat lelaki yang kini berdiri tegap di hadapannya.
Dret dret dret. Hp lelaki itu bergetar.
'Helo...ada apa kau menelponku?'
'Maaf Tuan, ini darurat.........bla bla bla.'
Telpon di tutup. dengan tergesak gesak lelaki itu masuk ke dalam dan keluar dengan memakai jasnya.
"Kita bicara nanti." Ucap lelaki itu pada Lili.
Dret dret dret.
Hp Lili juga berbunyi.
Lili menerima terlpon dan seketika kakinya lemes dan hampir terjatuh.
__ADS_1
"Mamah...." Air matanya mengalir, wajahnya terlihat syok. setelah terpaku, dia pun berbalik dan segera menggendong Qiara, dan pergi menuju rumah sakit.
BERSAMBUNG....