Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Gosip bikin Nafsu Makan Hilang


__ADS_3

"Sayang, ayo di makan buburnya! aku khusus buatin untukmu lho!" Hanan menyuapi Zila bubur terbuat dari gandum.


"Huak...aku mual Bang, pusing juga." Zila terlihat lemes.


"Mau makan apa dooong? kamu harus makan, nanti anak kita sakit." Hanan mendekatkan wajahnya ke pipi Zila.


"Nggak bisa Bang, aku mau Soto betawi," Ucap Zila merengek.


"Bagaimana ini? bagaimana kalau aku pulang ke indonesia, biar aku beli rempah2, lalu kita bikin di sini, kalau beli yang masak, pasti udah basi kalau nyampai sini?"


"Aku mau makan di sana langsung, di warungnya gitu Bang."


"Kalau kamu lemes gini gimana mau pulang coba?" Hanan jadi bingung sendiri.


"Aku pasti sehat kalau pulang Bang," Zila tetap ngeyel pengen pulang.


"Baiklah, aku telpon kakak dulu ya."


"Mmmm." Zila kembali masuk ke dalam selimut tebalnya.


'Hello, assalamualaikum,'


'wa alaikumsalam.'


'Kak, gimana ini? Zila minta pulang, pengen makan soto betawi.'


'Ya pulang aja, di sana nggak ada yang ngerawat, kasian Zila.' Suara mita terdengar cemas.


'Baiklah kak, tapi jangan sampai Lili tau kepulangan kami, kami akan diam di apartemen saja, yang ada di pinggir kota.'


'Terserah kau saja, asal aku bisa sering bertemu Zila.'


'Oke, baiklah kak, assalamualaikum.'


'Wa alaikum salam.'


'Sayang, kamu bisa bangun nggak? perjalanan kita jauh lho,' Hanan sebenarnya khawatir kondisi Zila sekarang, tapi Bumil yang sedang ngidam ini nggak bisa di tahan tahan pengen pulang.


"Aku pasti kuat kok, ngiler banget nih pengen sotoooo."


"Iya, besok aja pulangnya ya, hari ini kamu istirahat duku, makan yang ada di sini duku, biar besok bertenaga."


Akhirnya Zila pun makan roti yang slalu ada di atas meja makan.

__ADS_1


🌻


🌻


🌻


"Indonesiaaa..." Suara lemah Zila terdengar sayu, saat menginjakkan kakinya di bandara.


"Sayang, pelan pelan."


"Bang, kita cari soto dulu ya?" Zila mulai terlihat bersemangat.


"Iya."


Kali ini Hanan minta sopir yang mengambil kopernya, di depan bandara, sementara Hanan akan memanjakan Zila untuk makan sepuasnya.


Mereka memasuki sebuah restauran. dan duduk manis di pojokan, Zila kan pakai Cadar dia memilih duduk paling ujung dan pojok.


Setelah menu sudah di pesan, dan tak menunggu lama, pesanan datang.


"Hemmmmm, aku nggak sabar nih." Zila menyikap sedikit cadarnya dan mulai memasukkan sendok ke mulutnya.


"Enak sayang?" Hanan hanya menatap istrinya, dengan wajah tampannya dan mata tajamnya.


"Mau lagi?" Hanan menyerahkan sotonya.


"Babang kok belum makan?"


Tiba tiba ada kerutan tak jauh dsri mereka duduk.


"Ada apa tu Bang?" Zila menunjuk ke arah beberapa orang dan seorang wanita yang menggendong bayi.


"Entah?"


dan ketika mereka melihat ada lelaki yang di hantam, Zila meringis.


"Aduh, Bang, tolongin dong."


"Nggak berani sayang, kan kita nggak tau masalahnya apa?"


"Tapi kasian tu cowoknya yang di pukulin."


Setelah beberapa lama mereka pergi begitu saja.

__ADS_1


Tiba tiba ada gosip di belakang mereka duduk. 2 orang wanita yang baru datang.


"Kasian wanita yang gendong bayi tadi."


"Iya ya, katanya dia di perkosa dan hamil, lalu di tinggalkan begitu saja,"


"Oh iya, ternyata manager restauran ini mantan tunangan wanita itu, mungkin dulu dia putuskan setelah wanita itu hamil, kasian."


"Iya, dan sekarang minta balikan, lelaki tak bertanggung jawab banget, padahal itu bukan kemauannya."


"Lelaki yang satu tadi suaminya, apa dia orang yang memperkosanya dulu?"


"Mana ku tau? haha, tapi lelaki yang menggandeng tangan wanita tadi dan membawanya pergi siapa juga ya? kakaknya mungkin ya."


"Entah, ayo makan! kita harus cepat pergi"


Mereka pun menghabiskan makanannya dan segera pergi.


"Bang,"


"Hemmm."


"Ayo pulang!" Zila udah nggak selera makan.


"Ha? kan Babang belum makan pearl!"


"Bungkus saja!" Zila berdiri


"Baiklah." Hanan mengalah demi Bayi yang ada di kandungan istrinya.


Kayaknya Zila ke ingetan kasus Hanan dan Lili nih saat mendengar pertengkaran orang tadi.


Hanan ke kasir dan membayar makanan.


lalu keluar dengan menggandeng Zila.


Dari kejauhan.


"Lho? itu kan Hanan dan Zila, kebetulan sekali ini."


Orang itu tersenyum dan berjalan mendekati parkiran mobil.


ITU pertengkarannya Shaina, Fathir, dan Faruz.😁Mereka ketemu di warung makan,ya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2