
Hanan pun menutup Telponnya dan termenung.
Mamah apa yang kau rahasiakan?
apakah ini berhubungan dengan uang yang cepat habis?
Bathinnya.
Hanan pun duduk termenung. banyak pertanyaan yang mengganggu pikirannya saat ini.
Hap
Tap
Tap
Tap
Tiba tiba Hanan berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
"Susan, kalau ada yang mencariku, hubungi saja aku lewat telpon kantor." Pesan Hanan pada sekretaris seksinya itu tanpa menatapnya sedikitpun, karena Hanan sudah di wanti wanti Zila, kalau ngomong sama karyawan seksi tidak usah melihat. Dosa.
"Baik Bos." Hanan pun pergi meninggalkan kantor. sepeninggal Hanan.
"Bu, kok Pak Hanan begitu amat ya, sangat dingin dan terkesan sombong." Ucap Cs yang sedang menyapu.
"Ah, Mbak bisa aja, mungkin ada sesuatu yang mengganggunya." Balas Susan.
Hanan pun sudah masuk ke mobil mewah Zila dan menjalankannya pelan.
'Helo sayang pearl, lagi ngapain?' Ternyata Hanan sedang nelpon Zila.
'Lagi nemenin Ezra Bang, ada apa? udah nyampai kantor?' Tanya Zila.
'Iya sayang, jangan keluar rumah ya, aku takut kalau ada yang ngelirik kamu, hihi.' canda Hanan.
'Iya Babang, Babang juga jangan genit, di kantor kan banyak gadis seksi!' Ucap Zila.
__ADS_1
'Kalau nhelirik noleh nggak, hahaha.'
'Awas kalau Babang berani.' Ancam Zila.
'Awas kenapa, jangan bilang nggak di kasih jatah ya hahaha.' Hanan tertawa sangat keras.
Bruk. tanp, sengaja Hanan menabrak batu di pinggir jalan hingga mengakibatkan monilnya oleng ke samping, Hanan pun ngerem.
Seeeeet.
Deg
Ketika tanpa sengaja Hanan melihat seseorang yang di kenalnya.
Wanita itu, apakah dia.....?
Baik aku ikuti.
Hanan pun putar balik dan mengikuti mobil yang membawa wanita yang pernah di kenalnya. setelah 15 menit Wanita itu berhenti di sebuah Butik.
Apakah dia bekerja di sana.
Deg
Mamah? mamah juga ngapain ke butik itu, apa ini kebetulan.
Hanan pun hanya memantau lewat jarak jauh.
Sementara di dalam butik.
"Sayaaaang, emch, kamu sangat cantik sayang, Lili, tolong jaga anak ini dengan baik, suatu hari nanti aku pasti mempertemukannya dengan ayahnya, percayalah, kalau sekarang belum waktunya karwna mereka baru saja menikah." ucap Mamah Hanan.
"Baik Tante, bagaimana tante, apakah uang 15 jutanya sudah siap?" Tanya Lili,tanpa segan meminta sisa uangnya.
"Ada, ini, sudah aku siapkan." Mamah Hanan oun mengambil amplop dari tas mewahnya.
"Waaah, Tas Tante bagus banget, pasti sangat mewah." Sanjung Lili.
__ADS_1
"Apa kamu mau? ambil saja, biar kita tukeran," Ucap mamah Hanan.
"Benarkah? serius tante?" Tanya Lili tak percaya, dia bisa menilai kalau tas mamah Hanan lasti harganya luluhan juta.
"Iya serius." Jawan mamah Hanan.
"Tante, bagaimana kakau suatu saat Qiara mencari ayahnya?" Tanya Lili lagi.
"Sudah ku bilang, suatau hari nanti aku pasti memberitahukan Nicol tentang ini." mamah Hanan sengaja menyebut Nicol agar Lili tidak tau kalau sekarang mereka muallaf.
"Baiklah Tante. Oh iya, karena aku sda keperluan mendadak, aku tidak bisa lama Tante." ucap Lili.
"Oh iya, aku juga ada keperluan mendadak.
Mamah Hanan pun kembali memeluk Qiara dan menciumi cucunya itu penuh kasih sayang.
Mamah Hanan pun keluar, di ikuti Lili.
Mamah? mau ke mana lagi dia, mengapa dia tidak beli apa apa? tidak biasanya mamah begini. Siapa wanita itu dan gadis kecil itu?
Karwna Lili dan Qiara membelakngi Hanan jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas. Mobil Taksi Mamah Hanan pun berjalan pelan. Begitu juga mobil Hanan, dia mengikuti mobil Mamahnya.
"Mbak siska, terimakasih ya, ini buat mbak." Lili mengeluarkan uang 100 ribu buat Siska sang pemilik butik, rupanya Lili berteman dengan siska.
"Terimakasih banyak."
"Aku pamit mbak, ayo sayang."
Lili pun keluar
Deg
"Ha? bukankah itu Nicol?"
Apa aku harus memanggilnya, tampan sekali dia, tambah berisi dan bersih.
Bahtin Lili.
__ADS_1
BERSAMBUNG....