Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Pertemuan tak Terduga


__ADS_3

"Pak Zam?"


"Hey, Pak Lesmana! apa kabar? waaah sudah 10 tahun lebih ya kita tidak pernah bertemu. Sekarang apa bapak tinggal di kota ini juga?"


"Iya, kami baru pindah dan menetap di sini."


"Ayo mari, kita masuk, sholat akan segera di mulai." ucap Izzam.


"Papah tunggu! Pah habis sholat ied aku mau ngomong sama Papah." Tiba-tiba Lili datang.


Deg


Pak Lesmana kaget melihat lili memanggil Papah lada Izzam.


Apakah Izzam suami Tami? kalau begitu, tentu saja Lili bergelimang harta.


Bathinnya


"Baiklah Li, nanti datang saja ke Kastel, kami sekarang lindah ke sanaa,masih ingatkan jalannya?"


"Pindah? oh baiklah."


Lili terlihat tidak suka mendengar kepindahan mereka, yang tentu saja membuat rencananya terhalang. Lili dan Lena adalah sahabat waktu SMP tanpa sengaja bertemu pada saat itu, saat Fasha dan Lena makan di sebuah warung makan, mulai situlah Lili saling Chat untuk membalaskan sakit hatinya. dan kebetulan Lena adalah orang yang tamak harta sejak dahulu.


"Dia anakmu?" Pak Lesmana tampak basa-basi.


"Iya, ayo mari!" Izzam pun masuk di iringi para Aunte-Aunte dan Bibi juga Zila.


"Allaaaahu Akbar Allaaaahu Akbar Allaaaaahu akbar."


Takbir. Tasbih. Tahmid, berkumandang di seluruh pelosok Indonesia, umat islam sedang berbahagia menyambut hari penuh kemenangan. bagi yang berpuasa. yang tidak puasa nggak terhitung lebaran ya? karena lebaran bagi yang berpuasa aja, karena telah membelenggu syiton sebulan penuh. yang tidak berpuasa nggak lebaran tuuuh, karena dia tidak membelenggu syaiton berarti tidak berhari raya dooong. kecuali emang benar-benar berhalangan.


Selesai Sholat Izzam dan Team pun kembali ke Kastel mereka.


"Abaaaaanh."


Bruk


"Lho ada apa sayang?" Izzam bingung tiba-tiba Mita menubruk dan memeluknya erat.

__ADS_1


"Selamat lebaran, ini pertama kali kita lebaran bersama kan? bersama dede bayi juga."


"Iya sayang, tapi ini juga sebenarnya yang ke tiga, kamu aja yang main kabur nggak karuan hihi." Izzam pun memeluk balik istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Tuan tunggu sebentar, kami akan menyiapkan makanan."


"Mbok tunggu! aku ingin kita makan di Aula utama, kita makan bersama sekalian selamatan untuk kehamilan Istriku." Ucapnya tegas.


"Baik Tuan." Semua Aunte pun sibuk menyiapkan hidangan yang,sudah di buat tadi malam, tinggal di panaskan.


Semua pembantu dan paman satpan dan paman kebon pun ikut makan bersama, karena mereka memang semua pembantu di ambil dari keluarga yang dekat, mereka akan pulang nanti setelah zuhur, itu pun bergantian. bahkan ada yang sengaja membawa kaluarganya ke Kastel dan menikmati sepuasnya hidangan yang ada. Rumah yang berdiri di atas,tanah 1/2 hektar itu benar-benar megah.


Sedang di belakang kurang lebih ada 10 pintu rumah yang di buat seperti kost-kostan untuk para karyawan. Dan ada beberapa juga yang tinggal di rumah utama.


Tap


Tap


Tap


"Anda siapa?"


"Hei jangan kurang ajar ya, apa kalian tidak tau, aku ini adik dari pemilik rumah." Ucap Lena angkuh.


"Maaf Paman saya Adik Mita." Ucap Fasha sopan.


"Mas kok minta maaf, nggak level dong minta maaf sama pembantu." ucapnya judes.


"Lena, mereka tidak tau kita, kau diam saja."


"Sebentar Tuan biar aku konfirmasi ke Nona dulu.


"Alaaaah kelamaan," Lena mencoba menerobos pagar.


"Nona" Satpam pun menghalangi.


{Nona ada adik Nona, namanya Fasha, apa benar beliau adik Nona?}


{Iya paman}

__ADS_1


{Iya Non}


"Silahkan masuk"


"His, menyebalkan." Lena pun masuk dan menabrak bahu satpam kasar.


Dasar Kuyang(Kuntilanak di kalimantan), baru jadi ipar udah blago, Neng Zila itu adabnya sangat baik, walau sama pembantu atau babu sekalipun


Gumam Satpam.


"Kakak, emch eamch." Lena pun tampak terlihat senang dan memeluk Mita Kakak iparnya itu.


Hap


Tiba-tiba Ayana memeluk Mita dan menghalangi Lena.


"Sayang ada apa?" Mita malah bingung.


"Nggak Mi, takut aja nanti Ummi kenapa-kenapa kalau di peluk Tante Lena."


"Hooo???" Mita pun bingung melihat tingkah anak sambungnya itu.


"Ah Ayana sayang, kenapa sih?" Lena pun membelai kepala gadis cilik itu.


"Tante, aku liat kok, tante nyiram minyak ke kaki Ummi." Ucap Ayana polos.


Deg


Lena terpaku.


"Sayang ngomong apa,sih, nggak baik gitu!" Ucap Mita.


"Benar kok..." ujar Ayana lagi


"Eh sayang, ayo ajak Tante makan dong, laper nih." potong Lena sedikit gugup.


"Sana cari sendiri, aku mau nemenin Ummi, jagain dede bayi."


"Aunte... ini temenin." Ujar Ayana ketus, sambil memanggil Aunte yang sedang duduk dekat pintu masuk dapur.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2