
2 minggu telah berlalu, saatnya mereka menunggu hasil tes DNA Hanan dan Qiara.
Zila dan Hanan sekarang pindah di rumah mungil berukuran 20x 15.
Karena Zila ingin mandiri dan mengurus rumah sendiri. Dia juga aktif mengajari anak anak di sekelilingnya mengaji.
Ngepel dan nyapu saja yang di datangkan seorang pembantu jam 8 pagi dan pulang jam 11 siang.
Papah, aku deg degkan banget nih.",Ucap Mamah Hanan saat mengambil amplop dari Lab.
"Kita buka di rumah saja, atau kita bawa ke rumah Hanan ya mah?"
"Jangan pah, nanti Zila malah syok kalau ternyata anak ini anak Hanan."
"Kalau begitu kita buka di toilet umum saja, hahaha." Papah Hanan merasa geli dan sangat lucu dengan keadaan mereka sekarang, deg degkan namun penasaran.
"Iya ya, sekalian aja kita sambil berenang dan buka di dalam air hihi." Canda mamahnya juga.
Mereka pun tampak sampai di halaman rumah mewah mereka.
"Pah, ada Qiara tuh." Ternyata ada Qiara di teras rumah sedang bermain bersama Bibi.
Qiara sering di tinggal di rumah Hanan, kalau Lili sedang dugem atau pun poya poya bersama teman temannya.
"Nimuuud." Hap
Qiara pun menyongsong kedatangan Nimud dan memeluknya erat.
"Bi, Tolong bawa Qiara bermain dulu ya, kami ada keeprluan mendesak." Qiara pun di serahkan sama Bibi.
"Iya Nya."
Mereka,masuk ke dalam kamar.
"Pah, ayo buka!"
"Kamu saja, aku mau ganti baju dulu nih."
Sret sret sret
ZZZZZZZ
ZZZZZ
ZZZZZ
ZZZZZ
Sekian banyak tulisan Mamah Hanan membaca dengan teliti walau awalnya tidak paham.
__ADS_1
"Alhamdulillah, pah."
Bruk
Bruk bruk bruk
Papah dan mamah Hanan pin tersungkur ke lantai dalam keadaan berpelukan.
"Mamah!" Pekik papahnya.
Saat mamah menabrak niat hati memeluk karena bahagia, saat itu papah baru melepas sebelah celana panjangnya dengan kaki di angkat satu. jadilah keseimbangannya hilang.
"Auuuu, sakiiit." Mamah Hanan lun banhun dan duduk.
"Ada apa?" Papah Hanan kembali melepas celana panjangnya.
"Hanan bukan ayah Biologis Qiars pah, alhamdulillaaaaah.emch emch emch."
Mamah Hanan menciumi papahnya berulang ulang.
Hap
"Kau telah membangunkan singa tidur. Hahaha."
Papah memeluk tubuh istrinya. hanya bercanda.
"Kita makan malam bareng, ini kita jadi in kado buat Zila, karena telah mengandung pewaris kita, bagaimana?"
"Iya pah ide bagus, soraya mana ya? biar dia yang bikin kotak kadonya."
"Soraya...sini dooong!"
"Ada maaaah, bentar, lagi tanggung nih, belum GameOver."
"Ishhh, anak itu main game mulu kalau lagi libur."
🌻
🌻
🌻
"Ada apa Mah, kok tiba tiba ngajak makan malam bareng? kasian Zila keluyuran malam malam, sering masuk angin." Ucap Hanan yang sudah duduk di depan meja makan di dapur.
"Nggak papa kok Bang, nanti kan sda Babang yang kerokin, hihihi" Zila tertawa kecil sangat pelan.
"Kami ingin memberi kado istimewa buat Zila, Aya...ayo!"
Soraya pun berjalan keluar dan kembali dengan membawa bungkus kado yang sangat besar.
__ADS_1
"Ha?",Mamah dan papahnya pun ikut kaget melihat.
" Ini apa isinya Ya?" Tanya Mamah yang heran, jangan jangan udah di ganti dengan benda lain.
"Mana ku tau, kan mamah yang nyuruh Aya bungkusin, terserah Aya doong."
Zila pun menerima pemberian mertuanya tersebut dengan senyum penuh penasaran.
"Apaan nih mah?" Hanan juga tampak penasaran.
Zila pun mulai membuka. Selapis dua lapis tiga lapis.
"Ya, ini apaan? bikin kakak ipar pusing saja." Ucap Hanan yang melihat kado tersebut hanya bungkusan demi bungkusan yang tak kunjung ada isinya.
"Buka saja terus."
"Huak...huak..." Zila terlihat mulai mual mual.
"Sayang, sini biar aku yang bukain." Hanan lin mengambil kado dari tangan Zila.
"Jangan Bang, sini!" Zila kembali membuka.
"Huak..."
Byuuuusssss
Muntah di lantai.
"Tu kaaan, sini."
"Ya... bau pipis kucing ini, ini dapat kotak ini di mana?" Tanya Hanan yang mencium bau pipis kucing sangat menyengat.
"Beli di warung depan, mungkin itu toilet Kucing Bang, mana ku tau."
Zila pun berlari ke washtafel dan memuntahkan makanannya.
"Lho? kok amplop tipis doang, becanda kamu Ya?" Hanan terlihat kesal.
"Sini! biar Zila yang buka, siapa tau sertifikat perusahaan, haha."
Zila pun merebut amplop dari tangan Hanan.
Sret sret sret.
"Apaan ini?"
BERSAMBUNG....
Jangan minggat habis baca ya, like komen bila berkenan.😁
__ADS_1