Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Di Terima


__ADS_3

Zila terdiam dan bingung harus menjawab apa.


"Zila tidak menolak tapi...."


"Yeeeee cup cup cup." Hanan pun mencium mamahnya membabi buta.


"Hey Hanan, hentikan, kenapa mencium mamah."


"Karena kalau mencium Zila pasti nantinya Hanan malah di putusin, baru juga jadian sedetik mah, hahaha." Hanan tampak tertawa sangat keras.


"Tapi....apakah kau mau menerima syarat dariku?" Zila pun meminta persyaratan.


"Apa? apa pun akan ku kabulkan, mau minta bulan pun akan ku ambilkan, hihi." Hanan benar-benar kegirangan.


"Ish kau ini Nan, kayak anak kecil bahkan kaya bayi yang baru di kasih ASI hahaha." Izzam pun ikut berkomentar melihat tingkah laku Hanan.


"Selama kita tunangan, kita tidak boleh bertemu atau pun Chat-an"


"Hah?" Hanan pun melongo membulatkan mata dan mulutnya mematung, bahkan wajah girangnya langsung berubah datar.


"Iya! apa Tuan mau?"


"Kok gitu sih Zil?"


"Kalau,Tuan tidak mau nggak papa kok."


"Jadi boleh ketemu?"


"Nggak! malah aku nggak jadi nerima Tuan." Jawab Zila sambil menunduk dalam.


"Kok gitu lagi, syarat yang lain dong, misal beli in Villa, rumah, atau apalah." Sahut Hanan lagi.


"Maaf mungkin ini sudah selesai, Tuan, itu keputusan Zila."


"Oke-oke, tapi boleh Chat ya... boleh ya...?"


"Zila nggak boleh bawa Hp Tuan, lusa Zila akan kembali ke Tarim."


"Jadi kau akan ke sana lagi? boleh aku antar?"


"Maaf Tuan, tidak bisa, aku nggak mau nanti terjadi sesuatu."


"Tidak, tidak akan ngapa-ngapain kok."


"Tuan terlalu banyak permintaan, baiknya kita nggak jadi tunangan aja deh." Dia susah payah mengendalikan hati, menghadapi lelaki tampan itu, namun malah terus-terusan di goda, biar bisa dekat.


"Hanan, sudahlah, tahan dulu, cuma setahun doang kok." Ucap ayah Hanan.


"Pah! kok ngomong nggak dukung anak banget sih." Hanan cemberut.


"Iya nih Hanan ada-ada aja, oke in aja napa sih, nanti cari jalan lain." ucap Izzam sambil tersenyum dan mengernyitkan dahinya menatap Zila.


"Abang apaan sih, jangan macam-macam ya, awas kalau sekongkol lagi." Balas Mita, yang melihat suaminya penuh misteri.


"Hihi nggak sayang." Izzam pun mengelus-elus pundak istrinya lembut.


"Baiklah Zil, aku setuju." Hanan pun melirik Izzam dan mengerjipkan sebelah matanya

__ADS_1


Hayooo pasti sekongkol lagi ni anak sama meruai😃. Izzam pun tampak kaget melihat Hanan.


"Baiklah, karena sudah sepakat, kalau begitu kami pamit, besok Hanan akan kemari lagi untuk membawa Zila ke toko perhiasan, untuk membeli Cincin ya?"


"Tidak usah pakai cincin Bu, nggak papa." ucap Zila, tentu saja dia takut pergi berduaan.


"Lho bagaimana bisa tunangan tanpa cincin?" ucap Hanan lagi.


"Iya kemari aja, nggak papa, nanti kita pergi berempat." balas Izzam, Hanan pun tersenyum bahagia.


"Hebat Kakakku ini, aku suka aku suka." Hanan pun berdiri di iringi kedua orang tuanya, mereka pamit.


Izzam dan keluarga mengantar sampai depan rumah.


"Waaah tampan sekali, Non Zila sangat beruntung puna calon kaya raya dan sempurna."


Ucap salah satu Aunte yang sedang beres-beres ruang tamu.


"Iya,, mengapa jodoh orang kaya sama yang kaya juga ya?" Balas yang lain.


Hanan dan keluarga pun sudah meninggalkan pekarangan rumah


Visual Hanan🥰🥰🥰



Mereka pun masuk ke mobil dan meluncur pulang.


"Nan, kok senyum-senyum awas nanti keserempet orang,Nak!" Ucap Ibunya, saat melihat putranya aneh.


"Iya Mah, aduh Mah, aku hampir nggak percaya Lho kalau aku di terima." ucapnya sumringah.


"Belum Pah, nanti setelah menikah aku akan cerita, tidak sekarang. Aku takut Zila malah menolakku, kalau sudah menikah kan, dia nggak mungkin nolak." kata Hanan.


"Terserah kau lah, tpi mamah dan papah tak mau ikut campur lho."


"Oke mah, gampang, Zila menjaga jarsk, hanya bh karwna dia panatik agama mah, nanti kalau brarti udah nikah palingan dia yang kesemsem sendiri, hihi."


"Iya deh, aku percaya sama anak papah ini, ganteng kaya papah waktu muda dulu, mamahmu tergila-gila sama papah, sampai-sampai mau nunggu di ruang tamu berjam-jam karena nggak di temuin."


"Ish, papah apaan sih, malu ah."


"Yang bener pah? pantesan pah, tabiatku ini pantang menyerah pasti keturunan dari mamah hihi."


"Iya Nan bener, kalau tampannya pasti dari papah hahaha."


Mereka pun tertawa-tawa gembira sepanjang jalan. Tak terasa mereka pun sampai di rumah.


"Tap tap tap


Hanan pun berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Tring tring tring.


tersambung.


{Helo Kak,}

__ADS_1


{Hanan, ada apa?}


{Kak, Vc an dong, mau lihat calon istrikuuuh ,Kak, bisa nggak kita Vc tanpa ketahuan, aku mau lihat wajah Zila Kak pleaaaaaaase}


{Bocah tengil ini, Zila tidak pernah melepas jilbabnya atau pun cadarnya, walau pun dia di rumah, kecuali di kamarnya,itu pun kalau tidak ada lelaki, tapi duluuu sekali, waktu aku baru nikah sama Kakaknya aku pernah liat wajahnya kok, cuantiiiik banget, kalau kaya artis tu ya kaya.....Cur Mayriska istri rogar gitu dehh, cantik bingit, kakaknya aja cantik banget kok}


{Vc an kak, nggak papa liat apa aja, asal liat dia}{Apaan, mau lihat apa emangnya?}


{sembarang kak}


{Besok ah, aku mau tidur ini, besok juga ketemu kok, anak ini benar-benar kena jampi kalee}


{Emang benar, hihi iya deh}


akhirnya Hanan pun menutup telpon tanpa salam sudah kebiasaan mereka berdua suka lupa, karena mereka emang bukan keturunan yang tau agama sih.


Semalaman ini Hanan tidak bisa tidur, dia berguling-guling, miring kanan dan miring kiri namun masih saja tidak bisa tidur, dia pun akhirnya membayangkan Zila tersenyum seperti senyumnya Cut mayriska, awas loe di marahin rogar😄. hingga akhirnya terbawa ke alam mimpi.


Tok tok tok


"Hanan, bangun! udah jam 10 ini kok belum bangun sih?" Mamah Hanan mengetuk pintu, berulang-ulang namun tidak ada sahutan hingga ketukan yang sudah berapa puluh kali.


Tok tok tok


"Iyaaaa, ada apa?"


"Kamu jadi berangkat nggak, beli cincin? udah jam 10 "


"Hah, mamah."


Bruk


"Au." Hanan terjatuh saat tiba-tiba bangun dan turun dsri ranjang, sementara,kakinya masih terlilit selimut.


"Ada apa Nan? kamu kenapa?"


"Nggak papa Mah, iya aku mandi dulu."


Tap tap tap


Byur byur byur


Ceklek. Mandi kilat.


set set set


Selesai berdandan, dan memakai parfum termahalnya. dia pun turun.


"Lho, kok nggak ke dapur, mau kemana?"


"Mau ke rumah Zila Mah. Udah telat ini."


"Makan dulu, nanti kamu sakit."


"Nanti aja mah, siapa tau bisa makan di sediain calon,hihi. berangkat ya Mah." Hanan pun berjalan menuju garasi.


"Anak ini lagi jatuh cinta kembali, untunglah dia bisa bangkit, aku tidak khawatir lagi tentang dia." Mamahnya pun pergi ke dapur untuk bersih-bersih cucian piring.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2