
pagi itu Lili terus menangis.
"Tidak mungkin, aku tidsk mungkin melakukan itu sama kamu."
Bruk.
Nicol/Hanan pun pergi keluar dengan membanting pintu.
Dari sejak kejadian itu Mereka tidak pernah bertemu, sampai Lili hamil. anak pak tua itu.
Siapa pak tua itu? nanti kan di pertemukan ya😁
🌻
🌻
🌻
#Sekarang#
"Jadi kau tidak tau ayah Qiara?"
Tanya Izzam marah.
"Iya Pah."
"Wanita macam apa kau ini, tidur dengan lelaki sembarangan, bahkan orang uang lewat saja kau embet, dasar Ja..la**."
Bentak Izzam.
"Bang, sudahlah, nanti kita cari tau, mungkin saja ada titik terangnya, bagaimana kalau kita lihat CCTV saja?"
Ucap Mita.
"Apa mungkin masih ada? sudah 2 tahun silam juga. Sudahlah, kau pulang saja! nanti aku akan mencari tau, menyusahkan saja."
Izzam terus ngomel ngomel kayak emak2. usianya yang sudah mulai menua, membuat dia sering marah tak karuan. Mita pun harus di beri kesabaran tingkat tinggi.
"Baik Pah."
Lili pun pamit pulang.
"Bang, bagaimana ini? kasian Qiara kalau besar nanti."
Ucap Mita.
"Nanti aku akan mengurusnya."
Dret dret dret.
Hp Izzam berbunyi.
__ADS_1
'Helo'
Suara telpon di sebrang sana.
'Iya' Mita yang mengangkat telpon membaca Tami yang sedang menelpon, namun suara laki laki.
'Maaf, apa ini keluarga yang punya HP ini? kami menemukannya tergeletak di jalan, tolong segera ke rumah sakit Xxx.'
Ucap orang di sebrang.
'Ooh, baiklah, terimakasih.'
klok.
"Bang, mbak Tami masuk rumah sakit."
ucap Mita
"Aaaah, ada apa lagi ini, dua wanita ini terus saja mengusik hidup ku tak henti hentinya."
Omel Izzam.
"Ayo Bang!"
Mereka pun bersiap siap menuju rumah sakit.
Izzam dan Mita meluncur menuju Rumah sakit.
"Tuan, maaf, kami harus mengoperasinya, dia mengalami pendarahan, dia juga mengidap kanker servek dan sudah membusuk."
"Astagfirullah?"
Mita tidak menyangka, Tami mempunyai penyakit yang begitu ganas, karena pergaulan bebasnya, setelah bercerai dengan Izzam.
"Baik, silahkan lakukan, biaya akan aku urus."
Ucap Izzam.
Tami pun di bawa ke ruangan operasi.
...
...
...
Di rumah Hanan.
"Bang... Tami mamah Lili masuk rumah sakit, katanya ada kanker dan juga pendarahan."
Zila menceritakan kondisi Tami yang kritis.
__ADS_1
"Emang ada apa dengannya, sampai punya penyakit mengerikan begitu?"
Hanan yang sedang berbaring di ranjangnya heran.
"Aku kurang tau Bang. Tapi...selama ini Tante Tami itu sering gonta ganti pasangan, setelah gagal mendapatkan kembali Kak Zam."
Jawab Zila.
"Pantes saja, untung aku keburu bertemu kamu, walau aku milyarder dadakan, setidaknya aku punya kamu yang slalu ngingetin aku."
Goda Hanan.
Bruk
Pring prang prong
Suara brisik dari dapur mengagetkan mereka berdua.
"Bang!"
Zila dan Hanan bangkit dan berlari menuju dapur.
"Kau harus pergi dari rumahku, tanpa membawa apa pun kecuali baju yang nempel di tubuhmu, pergi!"
Ternyata mamah Hanan ngamuk sedang bertengkar hebat dengan papahnya.
"Mah..istigfar."
Zila memeluk mamahnya yang sedang ngamuk dan memecahkan beberapa perabotan dapur.
"Aku ingin harta gono gini."
Ucap Papahnya.
"Heh, kau punya apa? semua adalah milikku, kau hanya numpang."
Mamah Hanan sangat marah dan terus emosi ingin melemparkan berbagai macam benda ke tubuh papah Hanan, namjun Zila memeluknya erat.
"Pah pergi saja, nanti aku urus semuanya."
Ucap Hanan.
"Hanan kau jangan coba coba memberi sepeserpun harta kita, aku tidak akan rela."
Teriaknya kembali.
"Aku tunggu di kantor."
Bisiknya pada Hanan.
Hanan mengangguk.
__ADS_1
BERSAMBUNG....