Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Sah


__ADS_3

Beberapa orang suruhan Izzam pun masuk ke dalam ruangan Mita. Di antaranya wali nikah, saksi penghulu dan lain-lain. Tak lupa Izzam pun memesan cetering untuk makan bersama.


"Aku nikahi Mita... binti.... di bayar tunai."


"Bagaimana saksi? Sah?" Penghulu celingukan menatap saksi.


"Sah."


"Sah."


"Sah."


"Barakallah." Selesai ijab qabul, mereka pun makan bersama. Mita dan Izzam saling tatap dan tersenyum bahagia. Izzam mencuri pandang di sela-sela makan saat Mita menyajikan teh hangat, Izzam menatap Mita dan mengangkat ke dua alisnya. Mita pun mencibir dengan mengerucutkan bibir bawahnya. Setelah selesai makan Izzam pun mengantar tamunya sampai depan Lift Apartemen mereka.


Tap


Tap


Tap


Ceklek (masuk)


Krek krek (mengunci)


Hap


"Au, Bang, apaan sih, tiba-tiba gitu, Au, Bang ih lepasin.


Tanpa babibu Izzam pun menggendong istrinya masuk kamar naik ke ranjang.


" Aku tidak akan melepaskanmu lagi sayang.Hem."


Cup


Cup


Cup


Brak


Brak


Brak


Kerudung Mita dan cadarnya pun melayang ke udara dan hingga jatuh berserakan di lantai.


Cut


Cut


Cut


Mereka berdua pun mandi keringat dan berbaring berhadapan.


"Sayang, apa pun yang terjadi, kamu jangan pernah meninggalkanku lagi ya!"


"He eh." Mita sambil mengangguk.


"2 tahun bagiku rasanya bagai mati, bahkan aku pun rasanya ingin mengakhiri hidup ku ini, kau begitu jahat." Izzam meraih dagu Mita dan meng*** bi***nya berulang-ulang.


"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" ucap Mita.


"Kita akan membalas perbuatan Tami, kita akan pulang ke indonesia, besok!"


"Ha? lalu bagaimana dengan toko juga Zila."


"Kau ini! aku ini pengusaha terkaya ke 3, mengapa kau memikirkan toko kecil mu itu?"


"Ish, Abang, itu hasil jerih payahku bang."


"Tapi aku nggak mau kita berjauhan." Mita pun terlihat berdiri.


"Mau kemana?" Izzam meraih tangan istrinya saat Mita turun dari ranjang.

__ADS_1


"Mandi lah bang, sebentar lagi maghrib, Abang sih nggak tau waktu, main nyosor saja."


"Kebelet sayang, udah 2 Tahun lho, hi hi hi."


Mita pun tiba-tiba menatap wajah suaminya.


"Emang bener? selama 2 tahun ini Abang nggak pernah gituan?"


"Apaan sih? gituan gimana? berjalan juga aku males." Izzam melepas tangan Mita dan membiarkannya pergi menuju kamar mandi.


Hap


Saat mita sudah berada di depan kamar mandi, Izzam,memeluknya dari belakang.


"Au, Abang."


Kulit mereka bersentuhan kembali, ada getaran aneh yang kembali menyeruak dari dalam dasar tubuh mereka. Izzam pun menggiring Mita masuk kamar mandi dengan melangkahkan kaki bersamaan satu sama lainnya. Mita hanya menuruti saja.


"Kita mandi bersama." Bisik Izzam di telinga Mita, membuat Mita me-remang dan terbuai dalam indahnya cinta Izzam. Sekali lagi, mereka pun masuk dalam bingkai-bingkai cinta yang penuh makna.


Selesai mandi, mereka menunggu sholat Maghrib dan kemudian Isya.


Setelah memesan goFood. Mereka pun terlihat berbaring saling berhadapan.


Brak


"Eh, Abang mau ngapain?"


"Lapaskan pakaianmu, aku tidak mau kau memakainya, malam ini kapan pun ku ingin, aku bisa melakukannya, ini adalah pembalasan dariku." Ucap Izzam sambil menarik paksa baju Mita menuju ke atas kepalanya.


"Nggak boleh Bang, kata ustadz nanti ada jin yang menggerayangi, kalau tidur harus pakai CD."


"Ah masa, masa jin juga pengen tubuhmu? mana boleh, kita akan diam di bawah selimut."


"Bagaimana saat tidur selimutnya melayang entah ke mana?"


"Baiklah, kau pakai CD saja seperti kata ustadz."


Mita pun mengalah, mungkin ini arti dari ucapan minta maafnya pada Izzam, karena telah membuat lelaki itu Oon bertahun-tahun.


"Hmm." Ternyata Mita sudah memejamkan matanya lebih dulu. Izzam pun memeluk tubuh wanitanya itu erat, dan memaksa membenamkan wajah Mita di dada berbulunya.


Pagi..00


"Sayang ayo bangun." Mita menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


"Hemmmmmm."


Hap


Bruk


"Aduh, Abang." Izzam malah meraih paksa tubuh istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya, Mita pun terjerembab dengan posisi kaki di lantai, tubuh di atas Izzam.


"Sudah jam 6,bang, ayo mandi!"


Cup


Cup


Cup


Tiba-tiba Izzam menciu***mi wajah istrinya kasar.


"Abang, ayo!" Mita memaksa bangun sehingga membuat Izzam terduduk karen tidak mau melepaskan pelukannya. Mita pun membawa Izzam ke kamar mandi, dan menyalakan kran air lalu menyiramnya, bagai anak balita. Izzam hanya diam sambil pura-pura terus terpejam.


"Ish orang ini, tak tau malu." Ucap Mita sambil tersenyum. hihi.


Mita pun juga menyabuni seluruh tubuh suaminya itu, dan menyiramnya sampai selesai. Melap nya dengan handuk, Izzam tetap diam.


Hap


Mita memeluk tubuh Izzam dari belakang, dan mengecup mesra punggung suaminya berulang-ulang. Bagaikan membangunkan singa lapar, Izzam pun membuka matanya dan berbalik menatap Mita tajam.

__ADS_1


"Ada apa?" Mita kaget melihat mata suaminya yang menatap nakal.


Izzam mendekati wajah istrinya itu.


Tap


Tap


Tap


Mita mengelak dan berjongkok berlari keluar kamar mandi.


"Hey, kau belum selesai?" Ucap Izzam dari kamar mandi.


"Ayo bang, aku lapar."


Izzam pun meraih handuk dan melilitkannya di tubuhnya. Dia pun berwudhu dan sholat subuh.


Selesai sholat mereka pun keluar untuk mencari makan.


"Ayo kita menemui Zila." Ucal Izzam saat mereka selesai makan.


"Baiklah Bang." Mereka pun meninggalkan tempat makan menuju pondok di mana Zila sedang menuntut ilmu.


"Kakak! ada apa? kok terburu-buru pengen pulang?" Tanya Zila saat mereka bertemu di ruang tamu pondok.


"Aku ingin mengenalkan kamu pada seseorang, ayo!" Mita pun meraih tangan adiknya dan membawanya berjalan ke halaman. Izzam,sudah berdiri sambil membelakangi mereka.


"Tuan Emre," Gumam Zila lirih. Mita pun tersenyum. Izzam pun berbalik.


"Ap-ap..apa? Kak Zam!" Mata Zila melotot terbelalak, hampir-hampir mata itu keluar dari sarangnya.


"Awas kau,gadis nakal!" Ucap Izzam sambil tersenyum greget.


"Kak Zaaaaaam." Zila pun menundukkan pandangannya memalas.


"Hey, mengapa kau murung, apa kau tidak senang bertemu dengan Kakak kaya mu ini?"


"Ish Abang apaan sih, ngomongin uang mulu." Ucap Mita


"Becanda doang Kok." Jawab Izzam.


"Kak Zaam, maafin Zila, Zila nggak berdaya di bawah hipnotis Kak Mita."


"Eh, Kok Kakak?" Protes Mita.


"Iya emang! coba kalau bukan Kakak yang melarang dan terus memohon untuk tidak kasih tau Kak Zam, sudah dari dulu kalian bersatu kembali."


Tak terasa,sudah 30 menit mereka ngobrol.


"Kak besok lusa Zila udah liburan lho!"


"Benarkah? baguslah kalau begitu, kita akan pulang ke indonesia."


Setelah merencanakan kepulangan mereka. Mita dan Zam pun pamit pulang. di perjalanan.


Tring


Tring


Hp Izzam terus berbunyi, dia pun melirik HPnya.


Gawat


Gumamnya.


"Siapa itu bang, coba di angkat, siapa tau penting."


"Nanti saja aku lagi nyetir." Jawab Izzam.


Reza. Nama yang tertulis di panggilan masuk iti.


Reza adalah Hanan yang sengaja di namai Izzam di HPnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2