Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Milyader Dadakan


__ADS_3

Izzam masih menindih tubuh Mita dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mita, Naf**nya benar benar sedang memuncak.


"Bang, aku sedang dapet." Ucap Mita pelan.


"Apa itu?" Ucap Izzam tak mengerti.


"Lagi haid bang."


"Ah sial." Izzam pun segera melepas pelukannya dan membuka pintu.Tiba tiba saja Ayana muncul dan ngeluyur masuk kedalam.


"Wow, uang mainan, Ummi buat apa uang mainan sebanyak ini?" Mita tersenyum dan mendekati Ayana.


"Ini uang asli sayang, ummi mau beli rumah buat kita pulang kampung." Mita pun membereskan uang itu dan memasukkannya kedalam kresek hitam.


"Asli? woow banyak sekali, Papah ya yang memberikannya untuk ummi?" Mita hanya mengangguk.


Tap tap tap


Izzam turun dan masuk kamar Tami, terlihat Tami sedang tidur karena mengantuk bekas begadang dengan Rudi.


Krek Krek


Izzam mengunci pintu dari dalam dan mendekati Tami. Dia membuka selimut Tami dan melepaskan bajunya. Menciumi bibir istrinya penuh naf**. Merasa ada yang mengganggu Tami pun bangun.


"Apaan sih mas? main nyosor aja." Tami duduk dan hendak berdiri, namun izzam menindihnya, dia begitu buas, dia melampiaskan keinginannya tadi yang tertunda.


"Ih Mas, hentikan! ini siang ah." Tami meronta dia pun turun dan keluar kamar.


"Hey, mau kemana kau? aku sedang pengen. "


Tami tak menghiraukan panggilan suaminya. Wanita itu menuju dapur dan duduk duduk santai menikmati makan siang yang di pesan online oleh Mita, karena baru pulang dari rumah sakit jadi dia belum sempat masak.


Sementara dikamar, Izzam sangat tersiksa dengan penolakan istrinya.


ini pasti gara gara Rudi tadi malam, awas kau Rudi, akan ku buat bangkrut perusahaan mu.


Izzam pun naik ke atas dan masuk kamar.


"Papah, terimakasih telah baik pada Ummi, Papah sayang Ummi ya? kasih uangnya banyak sekali!" Ayana mengambil tangan Izzam dan menciumnya.


"Papah mau mandi Nak, Ayana jangan nakal ya Papah juga sayang Ayana kok." Izzam pun masuk ke kamar mandi dan menyelesaikan mandinya dengan cepat.


"Papah mau kekantor lagi, besok Ayana liburan kan? ke rumahnya Ummi ?" Izzam mengelus elus kepala Ayana


"Iya Pah."


Izzam pun turun dan pergi menuju kantornya.


"Ayana, Ummi mau lihat Kak Lili dulu."


Mita pun turun dan menuju kamar Lili, Lili terdengar menangis.


"Lili, ayo makan! pagi tadi kamu belum makan kan? kamu bisa jalankan?" Lili tidak menyahut dia masih terisak.

__ADS_1


"Apa mau aku ambilkan?" Lili masih diam.


Mita pun melangkah menuju pintu.


"Tunggu! mengapa kau masih di sini? di rumah ini?" Lili melontarkan pertanyaan yang menurut Mita aneh.


"Seperti apa?"


"Bukankah kau sering Mama hina? aku sering mendengar mamah bilang kau seorang pelacur, aku tidak tau kau berasal dari mana, kau bilang Mamah yang mengizinkan kau jadi istri Papah, tapi mengapa mamah sering memanggilmu pelacur? apa karena kau merebut Papah?"


"Aku belum bisa jawab Li?" Mita melangkah maju.


"Dasar benar benar pelacur, bisanya hanya merebut suami orang,al atau jangan jangan kau buruk rupa, kenapa slalu saja menutup wajahmu dengan kain itu? apa namanya yang menutup mukamu itu, menjijikan"


Brak


Mita menutup pintu dengan sedikit kasar. Sia sangat sakit dihinakan seperti itu, Lili tak pernah bisa menerima kebaikannya, walau bagaimana pun dia berusaha. Namun dia juga sudah berjanji pada Izzam, bahwa dia akan menjaga Ayana dan Lili. Mita tak henti hentinya beristigfar, cairan bening pun mengalir di ujung matanya.


Cklek


Kamar Lili kembali terbuka, dan munculah Mita dengan membawa makanan untuk Lili.


"Duduklah, kau harus makan, kasian bayimu"


Liki menggeser tubuhnya dan memunggungi Mita.


"Aku tidak mau makan, biar saja bayi ini mati kelaparan." ketusnya


"Astagfirullah, Lili jangan seperti itu, apa kau mau jadi pembunuh? bayi itu tidak berdosa, kalian yang berdosa yang melakukannya tanpa mamikirkan lebih dahulu"


"Nyonya..." Mita tergagap ketika melihat Tami ada di sana.


"Kenapa kau bisa sekali bersandiwara, dasar pelacur, kau ini di pungut dari Klub malam, tapi sudah kayak ustadzah aja." Mulut Tami benar benar jahat. Lili berbalik dan matanya melotot.


"Apa mah?c Klub malam? Jadi benar dia hanya seorang pelacur? penutup mukanya itu hanya tameng untuk menutupi keburukannya?cih, hebat sekali dia." Lili makin bersemangat menghinakan ibu tirinya itu.


Sementara Mita mulai menangis, dia pun keluar tanpa pamit, dan naik ke kamar atas.


"Ummi? kenapa?" Ayana yang tadi sibuk bermain di lantai heran melihat Mita mengusap usap matanya.


"Tidak sayang,mata ummi kelilipan" Mita pun berbaring membelakangi Ayana, dia terisak dalam diam.


💐💐💐


DI KANTOR


"Pa Bambang, tolong urus saham kita yang ada pada Rudi wijaya, aku ingin menariknya, tolong hubungi Pa indra dan Pa Fatih, aku ingin membeli saham mereka yang ada pada Rudi! " Wajah, Izzam terlihat sangar dan tak bersahabat.


"Baik Pa!" Bambang pun pamit dan mengurus semua yang diperintahkan Izzam.


Rudi, kamu akan tamat, kenapa kau bermain main dengan istriku


walau kami sering tidak akur dan jarang bersama tapi Tami itu tetap istriku

__ADS_1


aku tidak pernah menyentuh perempuan lain selain istri sah ku


tidak sepertimu Rudi


kau, sering mempermainkan wanita


sudah berapa puluh wanita kau gauli


Batin Izzam


Tring tring tring


("Hello Pa Rudi")


("Kenapa kau tarik saham mu dari perusahaan kami zam?")


("Aku terpaksa, kami sedang mengalami krisis")


("Tapi, perusahaan kami lagi maju, dengan saham mu di tarik, maka pendapatan kami akan berkurang")


("Maafkan aku, aku sangat terpaksa")


Tut tut tut


Izzam pun memutus twlwpon.


💐💐💐


Hari yang di nanti Ayana dan Mita pun datang. Hari senin dimana Zila akan liburan dan Mita akan pulang untuk menemani Zila di kampung halamannya.


"Bang, aku dan Ayana akan pulang siang ini, setelah Ayana pulang sekolah, mungkin kami satu minggu di sana untuk menemani Zila yang sedang liburan, kasian dia kalau sendirian di sana, tidak ada yang masakin."


Mita terlihat mengepak barang barangnya dan Ayana.


"Aku akan mengantar mu pulang." Ucap Izzam datar.


"Apa abang tidak ke kantor?" Tanya Mita.


"Tidak, aku, istirahat sehari, aku merasa lelah dengan pekerjaan kantor." Bohong izzam, padahal dia memang ingin memperbaiki hubungannya dengan Mita setelah tau perselingkuhan istrinya dengan Rudi.


"Aku akan memasak ayam dulu kebawah sebelum Ayana datang, kasian Zila, sering makan ikan kering di pondok." Ucap Mita lagi


"Kenapa kau masukkan adikmu ke sekolah seperti itu? coba cari sekolah yang makanannya enak, biar aku yang biayain, berapa pun bayarnya." Izzam tampak sedikit tidak terima kalau adik iparnya disekolahkan yang makanannya tidak enak.


"Bang, kata Zila itu adalah proses, anak pondok itu bersakit sakit dahulu agar kelak dia sudah tau saat keluar dan bermasyarakat." ucap Mita lagi.


"Tapi mengapa harus ikan kering?" Tanya izzam penasaran.


" Kadang kadang aja bang, kadang ada jua ayam atau ikan sungai, tapi kadang tahu tempe, nggak papa bang asal dia betah, aku ingin dia akan lebih baik dari aku, aku yakin dia bisa berhasil."


Selesai mengemas barang dia pun berdiri dan menuju pintu.


"Tunggu! kemari sebentar"

__ADS_1


Mita pun memdekat dan duduk di samping Izzam.


BERSAMBUNG....


__ADS_2