Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Mual-mual


__ADS_3

2 bulan setelah Tami di penjara, Fasha pun melamar kekasih hatinya dan akan menikah minggu depan.


"Fasha, kamu udah siap jadi manten kan? tinggal seminggu lagi lho?" Mita dan Fasha sedang duduk santai di ruang tamu, Fasha terlihat sangat senang.


"Udah dong Kak, terimakasih banyak, Kak Zam telah bersedia membiayai semua keperluan pernikahan Fasha,"


"Jangan sungkan, kamu kan tau dia memang baik orangnya, tapi...apa bisa kamu ngajak dia supaya berhijab, kamu kan tau, kalau hijab itu wajib hukumnya."


"Iya Kak, akan Fasha usahain, kemaren sih udah pernah Fasha kasih tau, katanya, gerah Kak." jawab Fasha.


"Kamu harus tegas sebagai suami. jangan lemah kalau menyangkut soal agama Dek." Ucap Mita lagi.


"Iya Kak, aku mau ke tempat Lena dulu Kak malam ini. ada yang mau di omongin."


"Tapi nggak di bawa ke mana-mana kan? belum nikah juga, bertemu di rumahnya aja biar Ortunya juga tau." Nasehat Mita.


"Iya Kak, aku mau kebelakang dulu mau cari cemilan lapar." Fasha sudah mengambil Cuti kerja untuk satu bulan ke depan. Fasha pun meninggalkan Kakaknya yang masih santai baca Novel karya Mbak Asma Nadia kesukaannya. Novel islami yang menginspirasi.


"Huak....huak." Tiba-tiba Mita mual dia pun berlari ke teras untuk memuntahkan isi perutnya.


"Kakak kenapa?" Tiba-tiba Zila datang dari dalam karena mendengar,Kakaknya muntah-muntah.


"Masuk angin mungkin Dek, tadi malam kan kita jalan-jalan sampai larut malam sebelum ramadhan." Ucap Mita.


Akhirnya Mita pun masuk ke dalam dan berbaring di ranjangnya.


Atau jangan-jangan aku hamil ya?


Batin Mita.


Tring Tring Tring


Izzam menelpon.


{assalamualaikum, Bang ada apa?}


{Lagi ngapain? kangen nih}


{Abang ada-ada aja deh, baru juga berangkat kerja}


{Entahlah, akhir-akhir ini aku sering kangen dadakan gitu}


{Ngegombal deh}


{Bener kok, siang ini aku pulang ya, makan siang bersama}


{Lho abang kan baru kerja, berangkatnya aja tadi kesiangan, masa pulang? nggak cape apa?}


{Pokoknya mau makan siang di rumah, kamu masak yang banyak ya}


{Iya deh, Kok jadi aneh gitu sih Bang}


{Dah ya, Assalamualaikum emch}


{Wa alaikumussalam warahmatullah}


Emang akhir-akhir ini Bang Zam juga aneh. kalau tidur tu endus2 tapak tanganku dulu sampai tidur, kalau dia nggak ngendus tapak tanganku, malah dia nggak bisa tidur.


Mita mengingat keanehan,suaminya akhir-akhir ini.


Tap


Tap


Tap


"Kak mau ke mana? kok buru-buru!"


"Mau ke dapur masak sayur, Bang Zam mau makan siang di rumah."


"Ha? kan dia baru pergi kerja sejam yang lalu, masa balik lagi? ini udah jam 11 juga." Zila pun terlihat bingung.


"Tau tu kakek tua hihi,"


"Eh Kakak nggak boleh gitu juga kaleee."


"Eh dia kan emang udah jadi kakek Zil." Mita tak mau kalah, dia pun senyum-senyum sendiri.


Walau pun udah tua tapi tenaganya tetap ful kok


Batin Mita nakal😄.


Sret


Sret


Trang


Tring


Trong


"Alhamdulillah sudah selesai masaknya." Mita pun mengakhiri pekerjaannya tepat jam 12 siang.

__ADS_1


"Zila tolong jemput Ayana ya, udah jam 12 nh."


"Iya Kak." Zila pun berangkat jemput Ayana di MI dekat rumahnya.


Tap


Tap


Tap


"Lho Kok balik Zil, ada apa?" Tak ada suara,


"Zila?" Hening


Siapa ya? jelas-jelas aku dengar suaranya masuk rumah, Zila kebiasaan kalau keluar juga nggak tutup Pintu.


Batin Mita.


Dia pun ke depan untuk menutup Pintu.


Bruk


Hap


"Au," Mita berteriak saat pinggangnya di rangkul kasar.


"Abang...., kapan datang? kaya malaikat maut aja, datang nggak keliatan." Ucap Mita kaget saat dia menoleh dan jelaslah wajah tampan suaminya itu nempel di pipinya.


"Hemmmm," Izzam hanya menghirup dalam rambut istrinya, dia benar-benar candu.


"Bang, ayo makan."


Hap


tiba-tiba Izzam mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar.


"Abang, kok ke kamar, katanya mau makan siang."


"Mumpung sepi," Izzam pun menaikkan alisnya.


"Abang apaan sih, siang-siang juga." Namun Izzam tetap membawa istrinya ke kamar dan merebahkannya di ranjang. dia pun menc**m istrinya dengan menci** pipi juga jidad istrinya, saat bi**rnya menyentuh Bi**r Mita.


"Huak...huak." Mita pun bangun mendadak.


"Aduh," Kepala Izzam dan kepala mita saling berbenturan.


"Ada apa sayang, kok muntah gitu, bau ya mulut Abang?" Mita hanya menggerakan tangannya tanda menjawab tidak, dia berlari ke kamar mandi.


Keluar deh makanan yang tadi pagi di telannya.


"Kamu sakit?"


"Nggak tau Bang, masuk angin mungkin, bekas tadi malam jalan-jalan.


" Sayang, kita secepatnya pindah rumah ya. Ke rumah orang tua aku kemaren." Ajak Izzam.


"Kebesaran Bang, cape bersihinnya." jawab Mita.


"Di sana banyak pembantu Yank, Papah dan Mamah memintaku untuk tetap mempekerjakan mereka semua, kamu nggak usah ngapa-ngapain." Izzam sambil menggosok belakang Mita dengan minyak kayu putih.


"Nanti ajalah Bang setelah lebaran aja gimana?" "Terserah kau lah, tapi Fasha bakal tinggal disini kan sama istrinya?"


"Iya, huak huak."


"Ayo kita ke dokter, takut kenapa-napa."


"Cuma masuk angin aja Bang, istirahat aja sebentar." Mita pun berbaring di atas ranjang. Izzam pun ikut berbaring.


"Sayang, kalau kita punya anak laki-laki nanti kita namai siapa ya?" Tanya Izzam.


Bruk


Tiba-tiba Izzam bangun dan mencengkram pergelangan Mita.


"Sayang???????jangan-jangan??? kau hamil! Ayo kita ke dokter!"


"Abang apaan sih bulan tadi aja masih dapet."


"Bulan ini?" tanya Izzam.


"Lupa, tanggalnya Bang, hihi."


Hap


Di angkatnya tubuh Mita di bawanya sedikit berlari keluar.


"Eh Abang ngapain, eh eh khimar eh kain eh Bang kepala. Aduh kerudung Bang."


"Oh iya, sebentar, Di letakkannya Mita di depan pintu depan dan dia berlari kedalam mengambil baju kerudung dan juga gamis panjang.


"Ini pakai!"


Setelah selesai Izzam pun menggandeng tubuh istrinya membukakan pintu mobil dan meluncur.

__ADS_1


"Jam segini mau periksa ke mana Bang? nggak ada dr. atau bidan praktek yang buka."


"Kita ke Rumah sakit swasta aja." Mereka pun meluncur menuju RS terdekat.


Tap


Tap


Tap


Sesampainya di Rs. swasta mereka pun mendaftar.


"Bang, aku pusing nih."


"Sini sandaran di bahu Abang."


"Malu,Bang."


"Ih masa malu, aku suami kamu bukan suami orang. Hihi."


"Abang apaan sih,"


Namun Izzam tetap kekeh, di rangkulnya kepala Mita sampai mendarat di dadanya, sedang dia sandaran di kursi.


"Abang, malu." Mita memalas.


"Aku nggak mau kehilangan kesempatanku seperti aku dengan Tami dulu," ucap Izzam.


"Emang abang dulu seperti apa?" Mita malah penasaran.


"Au ah, udah nggak usah di bahas."


"Kan Abang tadi yang bilang, aku nggak ngembahas, abang yang duluan."


Mata pamirsa pun mulai menuju ke mereka berdua. namun rupanya ada juga yang mengenali mereka.


"Mas, itu kan pak Mahendra, orang terkaya no 3." Bisik seorang bumil pada suaminya.


"Oh iya benar, katanya dia kan sangat kaya, juga dermawan, namun sangat dingin, coba kau dekati, siapa tau anak kita dapat rezeki,hihi." ucap sang suami.


"Baik lah Mas. Aku pura-pura keluar dulu nanti baru duduk samping dia. Mas pulang tunggu di parkiran aja ya?" Pasutri cerdas, ingin dapat untung😄


Tap


Tap


Tap


Tak berapa lama


Set


Wanita itu pun duduk di samping Mita.


"Aduuuh pusing," Rintihnya. Mita dan Izzam pun menoleh.


"Mbak periksa juga?" Ucap wanita itu pada Mita.


"Iya mbak." jawab Mita singkat.


"Enak ya bisa di temani suami." ucap wanita itu lagi.


"Iya," Sahut Mita. Karena Mita benar-benar pusing jadi dia ngomong seadanya aja.


"Mbak dari mana?" Wanita itu pura-pura tidak kenal.


"Deket aja kok." Sahut Mita.


"Kira-kira bayar disini mahal nggak ya mbak?" Wanita itu nyebelin.


"Nggak tau, maaf mbak, aku lagi pusing." Ucap Mita kemudian. Mita terlihat sedikit kesal, nggak tau apa dia lagi mual dan lusing. Izzam pun paham dengan kondisi istrinya.


"Ayo kita ke depan, sebentar lagi giliran kita." Ucapnya. Mita pun berdiri. Izzam mengeluarkan uang 3 lembar berwarna merah.


"Ini buat dede bayinya."


"Tuan, apa ini?(pura-pura bego) terimakasih banyak Tuan," Berhasil tuh rencana cewe😁


Mita dan Izzam pun masuk ke ruangan karena sudah sampai antrian.


"Dok, kami mau yang 3D atau apa itu , yang jelas dotonya, kalau duku kami belum paham pernah USG yang hitam putih Dok." Ucap Izzam


"Baiklah Pak." Dokter wanita cantik itu pun memulai pemeriksaan dengan mengolesi gel di atas perut Mita.


Set


Set


Set.


Dokter itu pun tersenyum.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2