Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Menuai Apa yang Kau Tanam


__ADS_3

MAN YAZRO YAHSUD


Izzam kaget mendengar suara pintunya di gedor-gedor. Dia pun pelan pelan meleraikan pelukan Mita dari badannya dan bergegas menuju pintu.


Ceklek.


Izzam membuka pintu dan segera keluar.


"Hey, beraninya kau mengetuk pintuku, ayo turun!" Izzam pun membawa mantan istrinya turun dan mengajaknya bicara di luar rumah.


"Aku sudah bilang berulang-ulang, jangan pernah masuk kedalam rumahku, aku tidak ingin Mita melihatmu ada disini, pergilah!" Izzam melepaskan pegangan tangannya dan menghempaskan nya saat berada di teras rumah.


"Mas tunggu! aku mohon, tolong aku mas, aku sakit." Suara Tami meratap-ratap sambil mencengkram pergelangan kaki Izzam.


"Apa maksudmu? lepaskan aku!" Izzam menghempaskan kakinya agar terlepas dari cengkraman Tami, namun Tami begitu kuat.


"Mas, dengarkan aku! aku perlu biaya untuk berobat, aku takut mati mas, tolong!" Tami terus merengek di kaki Izzam.


"Mamah! kenapa Mamah disini?" Lili yang muncul dari kamarnya karena mendengar keributan pun heran melihat tingkah mamahnya.


"Lili, tolong mamah!" Tami pun beranjak dan meraih tangan Lili.


"ih."


Pieuss


Lili menepis tangan mamahnya.


"Mamah ngapain bersikap begitu? bukankah kemaren mamah begitu bangga bisa bercerai dan mendapatkan banyak uang dari papah?" Lili terlihat kecewa dan kesal pada mamahnya itu.


"Li, Mamah di tipu Li,aki-laki itu telah membawa semua uang Mamah, sekarang Mamah sakit." Tami terus meratap dan memohon pada Lili, sementara Izzam hanya menonton.


"Heh, syukurlah Mamah kena batunya,sekarang kami sudah bahagia Mah, semua sudah kembali seperti yang semua orang inginkan, keluarga harmonis, Mamah hanya mengusik, sudah sana pergi!"


Lili pun melerai pegangan tangan Mamahnya dan masuk ke rumah.


"Li, jangan kurang ajar kamu pada Mamah, ini Mamahmu, apa wanita Jal*ng itu telah meracuni otakmu?"


Bruk.


Tami tiba-tiba masuk dan menjambak Rambut Lili.


"Aduh, Mamah, sakit, lepaakan."


Hap.


"Apa-apaan kau Tami? kau di tipu itu bukan urusan kami, semua nya sudah kuberi 5M itu bukan hal sedikit, bisa-bisanya kau memberikan uang begitu saja pada pria simpanan mu, ayo pergi kau!" Izzam sangat marah dan menarik tangan Tami, membawanya kemuar. dan mendorongnya.


Bruk


Tami pun tersungkur ke halaman yang berbatu krikil.


Tami lin bangun


Dor


Dor


Dor


"Mas tunggu, aku mohon." Tami terus memohon, namun Izzam tak memperdulikan. Dia terus naik ke atas.


Ceklek.


"Bang, kenapa kau bersikap begitu pada mbak Tami?" Ternyata Mita sudah bangun dan mendengar teriakan di depan rumah.


"Sayang, ayo duduk dulu, kamu mau makan atau mau nyemil?" Izzam pun menggandeng istrinya dan membawanya duduk di teli ranjang.


"Aku bertanya tolong di jawab! apakah abang juga akan bersikap begitu kalau abang sudah bosan denganku?" Mata Mita,terlihat mulai memerah, nafasnya pun seperti menahan amarah.

__ADS_1


"Itu berbeda sayang, dia telah selingkuh dan berzina dengan Rudi, sekarang dia kena tipu, dan semua uangnya habis, mengapa harus kembali padaku?" Izzam mencoba menjelaskan pada Tami.


"Dia bilang, beri dia kesempatan, bukankah abang juga beristri lagi, sedang mbak Tami masih istrinya saat itu?" Mita terus saja menekan Izzam untuk memafkan Tami.


"Tapi itu berbeda sayang." Izzam memeluk tubuh istrinya.


"Kalau abang sayang Aku, tolong terima dia, beri dia kesempatan sekali lagi." Mita pun berdiri dan keluar.


Terdengar mita menuruni anak tangga.


Ceklek.


"Mbak Tami, masuk lah!" Mita membukakan pintu, mata Mita dan Tami beradu.


"Dasar wanita jala*ng!" Tami malah menghina Mita dan sengaja menabrak separo badan mita dan berbisik kasar.


"Astagfirullah." Mita lun masuk kembali dan menutup pintu.


Mita terus berjalan menuju kamarnya dan masuk ke kamarnya, tampak Izzam sudah berbaring membelakangi pintu kamar.


"Mas, kita boleh memberi orang kesempatan ke dua, seperti halnya aku dulu, bukankah aku dulu abang ambil dari lembah hitam?" Mita pun berbaring menghadap suaminya yang memunggunginya. Mita pun memeluk suaminya, dan mengelus elus dada suaminya dari belakang.


"Huh, baiklah! aku akan memberinya kesempatan, tapi ingat! jangan menyuruhku untuk rujuk, aku hanya mengjzinkan nya untuk tinggal disini, tidak lebih, setelah Lili lahiran dan mendapatkan suami, aku akan mencarikan rumah dan menyuruh membawa sekalian mamahnya itu." Ucap Izzam yang membuat Mita lega. Izzam pun memeluk istrinya mesra dan tertidur kembali.


Sementara di bawah, Tami meratapi nasibnya dan mulai berstrategi licik.


"Kenapa aku harus kena kanker servik, baiklah, aku harus bisa sembuh, dan membuat Izzam kembali kepelukkan ku." Tami berusaha berpikir untuk merebut mantan suaminya itu dari Mita.


Tami terlihat ke dapur dan membuka kulkas.


"Hemm, aku akan mencoba memasak, sementara aku diam disini dulu, toko biar Rani yang mengurusnya, aku harus fokus."


Tami tampak bersemangat untuk menaklukkan suaminya itu, dia pun pakai pakaian seksi bahkan belahan pay*d**nya saja kelihatan. Pa**nya yang mulus sengaja di obral nya.


Terlihat Izzam menuruni tangga dan menuju dapur. oh my God😁.


"Hey, sedang apa kau di dapurku?" Izzam terlihat gugup melihat Tami yang berpakaian seakan-akan telanjang.


"Bukankah ini juga dapurku?" Tami malah sengaja mendekat dan membusungkan da**nya.


"Semuanya sudah ku tebus, semua harta gono gini sudah sudah ku bayar lunas, jadi tidak ada hak kau di rumah ini, sekarang pergilah aku mau makan!" Izzam mengusir Tami, namun bukan Tami namanya kalau dia menyerah.


Tak tik tuk


Prak prik pruk


"Ini makanlah!" Tami malah mengambilkan nasi dan lauknya, lalu meletakkan di meja makan.


"Sekarang kau keluar aku lapar!"


Cup


Tiba-tiba Tami mengecup pipi Izzam, dan Mita melihat dari tangga atas dia berdiri.


Sebenarnya Tami oun menyadari kedatangan Mita, dan dia sengaja memperlihatkan ciumannya itu.


"Dasar kau." Izzam pun menggosok pipinya seakan-akan itu adalah noda yang bisa dihilangkan.


Tami terus berjalan ke kamarnya dan menelpon seseorang.


("Hello, Rani, aku tidak akan pulang dalam bulan-bulan ini, tolong kamu urus toko dan belanjaan ya, nanti ada kurir yang mengantar barang.") Ternyata Tami menelpon karyawannya Rani.


"Aduuuh, perih..." Tami tampak menaham sakit di organ intimnya, dia pun terlihat mengambil obat dan meminumnya.


Sementara Mita, dia berbalik menuju kamar dan masuk lalu menutupnya.


"Apa aku salah ya membiarkan wanita itu kembali ke rumah ini?" Mita teringat saat Tami mengecup Izzam tadi, walau Izzam terlihat jengkel, namun kalau tiap hari begitu, mungkin saja Izzam akan tergoda. Apalagi, pakaian Tami yang seperti ladies Klub.


Tring

__ADS_1


Tring


Tring


Suara telpon Mita berdering, sehingga membuyarkan lamunannya.


-Hello Zilla, apa kabar? apa kamu sudah makan?.


Mita sangat senang dan terhibur karena asik tersayangnya itu menelpon.


-Sudah kak, kakak lagi ngapain?.


-Cuma rebahan di kamar saja kok.


-Kak, boleh nggak aku nelpon Vidio call, ini lagi di taman nih, mau liat dek Ayana...


-Tunggu,aku turun dulu ya.


Tal TapTap


"Ayana, ini ! kak Zila." Mita pun masuk dan duduk di tepi ranjang Lili, Lili pun penasaran dan bangun untuk melihat Zila.


-Kak Zilaaaa.....rindu kakak." Ayana merengek dan mencium layar Hp.


-Kakak juga rindu lhl, ini kaka lagi di taman hari ini hari libur, jadi para iswa,atau santri dan kadang TKI pun berkumpul disini, lihatlah!


Zila pun mengarahkan kamera kesembarang arah, dan melihat orang-orang yang berkelompok ada yang nyemil dan ada yang makan-makan dan lain-lain.


-Tunggu...


Tiba-tiba Lili berteriak dan mendekati kamera HP.


-Tolong putar kamera Hpnya ke arah kursi di belakang ujung kamu!


Lili memberi perintah, Zila pun jadi bingung.


-maksudnya kenapa?


-lakukan saja!


-Baiklah, ink lihatlah.


-Stop, lihat ada lelaki baju koko biru dan sedang membaca buku, siala dia? apa kau kenal?


-oooh, itu Hanan, dia yang satu lesawat denganku dulu, emang kenapa?


-Ooh...nggak papa.


Lili pun mundur dan menyandar di dinding.


*Apa aku nggak salah liat ya, atau hanya mirip doang...


tapi mana mungkin Nicol bisa ada di sana dan berpakaian seperti itu?


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA like and komen.


Bagi yang sudah berkeluarga.


yang junub malam.


tidak masalah waktu sahur itu belum mandi ya...


wajib mandi ketika mau sholat subuh,


tapi sebelum makan sahur


Wudhu dulu ya...

__ADS_1


Salam hangat dari kalimantan*


__ADS_2