Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Ketemu Mantan Bang!


__ADS_3

Selesai sholat ashar Hanan pun duduk santai di depan televisi di dalam kamar.


"Sayang, malam ini kita jalan yu?" Ajak Hanan lada Zila yang sedang berbaring membaca buku di kasurnya.


"Kemana Bang?"


"Sini dong!" Hanan melambai ke arah Zila.


Tap


Set


Zila pun duduk di samling Hanan.


Buk.


Hanan dengan cepat berbaring di paha Zila sambil menatap wajah cantik istrinya itu.


"Eh Babang, pelan pelan dong, emang mau ke mana?"


"Ke hatimu, hihi,"


"Nggak lucu."


"Auuu." Zila mencubit pipi suaminya keras.


"Kemana?" Tegas Zila lagi.


"Ya jalan jalan, ke mana aja.


"Jangan lama lama ya."


"Baiklah, kita makan di luar aja ya, selama kita menikah, belum lernah makan di luar kan? aku pengen kayak orang orang gitu."


"Aku kan pakai cadar Bang,"


"Kita cari Tempat yang khusus, bisakan?"


"Oke."


Tok tok tok


"Siapa?"


"Aku Kak."


"Soraya?" Adik Hanan ganti nama setelah muallaf. yang bener sih Author lupa nama awalnya kemaren.


"Masuk." Zila bersiap mau mengangkat kepala Hanan menyuruh duduk."


"Jangan ah." Hanan tidak mau, akhirnya posisi Hanan pun masih baring di Paha Zila saat Soraya datang.


Ceklek


"Ada apa?"


"Mamah ngajak makan sore."


"Ooh, bilang Mamah, kami tidak makan sore, malam ini kami akan jalan jalan."

__ADS_1


"Ikuuut."


"Nggak boleh, kami bulan madu masa ikut."


"Ikut Kak, aku nggak ganggu kok, biar aku yang nyetir kalian di belakang, gimana?"


"Nggak papa Bang, di bawa aja, lagian nggak papa juga nggak lama." Bujuk Zila.


"Tapi jangan mengganggu ya, awas!" ucap Hanan sambil melotot.


"Iya iya deeeeeh tenang saja."


Akhirnya malam pun tiba mereka sudah sampai disebuah taman kota yang di hiasi lampu yang berjejer rapi, lampu yang terang benderang, tai lalat pun akan tampak terlihat malam ini.


"Mau apa sayang?" Hanan menggandeng pundak istrinya sangat mesra, membuat yang melihatnya pun akan iri. Sementara Soraya sudah asyik nyemil siomay, Soraya saat ini belum berhijab, karena dia seorang gadis yang keras kepala, dan keluarga Hanan ini sebelumnya juga baru Muallaf.


"Aku mau itu bang, sempolan," ucap Zila. emang itu makanan kesukaannya sewaktu masih SMP.


"Baiklah sayang, tunggu di sini ya, kita duduk di sini aja biar agak sepi." Hanan pun berjalan menuju jajanan tersebut.


"Bang bungkus 10 ya."


"Tunggu Mas ya, masih ngegoreng." ucap paman.


"Iya." Hanan pun duduk di bangku panjang pinggir jalan.


seeeeetttt


Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Hanan. Hanan yang sedang memegang HP pun tidak memperhatikannya.


Hap


Seorang wanita turun dari mobil dan tiba tiba memeluk Hanan erat sambil menangis.


Zila yang melihat pemandangan itu pun kaget spontan berdiri. Masa suami gantengnya di peluk erat kayak gitu. Bisa terbakar ni dada.


"Kau? lepaskan, lepaskan." Hanan pun menepis dan mendorong tubuh Sinta agar menjauh darinya.


"Sayang, maafkan aku, aku ingin memulainya dari awal, tolong maafkan aku." Bujuknya sambil memegangi kaki Hanan.


"Lepaskan, aku sudah melupakan semuanya, aku sudah membuang kenangan kita, aku juga sudah memulai hidupku yang baru."


"Tidak, aku tidak bisa, ayo kita mulai dari awal, ayo! bukankah kau sangat mencintaiku heh? kau dulu tergila-gila padaku, sampai kau pun rela melakukan apa pun untukku."


Siapa wanita itu, apakah dia wanita yang di tinggalkan Hanan? sangat cantik.


Karena Zila cukup jauh jadi dia tidak bisa mendengar dengan jelas.


"Kak? ada apa kok bengong."


Tiba-tiba soraya datang dan duduk di dekat Zila sambil memakan cemilannya.


"Ituuuu, siapa?" Zila pun menujuk ke arah Hanan.


Soraya pun memindai wanita yang sedang bersimpuh di kaki Hanan.


"Keterlaluan."


Tap

__ADS_1


Tap


Tap


Soraya pun mengambil langkah panjang-panjang mendekati Hanan.


"Hey dek mau ke mana?"


"Ke sana Kak, ayo!"


Zila yang terpaku pun tersadar dan mengikuti Soraya.


"Hey, wanita ja lang, apa maumu heh?"


"De' tolong Kakak de'" Sinta memanggil de kalau sedang ngomong dengan adik Hanan dulu.


"Heh, wanita mu ra han. Apa maumu sekarang heh?"


"De, bukankah dulu kau juga sangat menyayangi aku, bahkan kau juga memohon waktu dulu aku memutuskan hubungan kami."


"Itu dulu, sekarang nggak, minggir-minggir." Soraya menendang-nendang tangan Sinta yang menempel di kaki Hanan.


"Aya, jangan." Soraya di panggil aya oleh Zila. Zila menarik tangan adik iparnya agar tidak menendang tangan wanita itu.


"Oh iya, kenalkan ini istriku, Zila."


"Hah? tidak mungkin! itu tidak mungkin, mana mungkin kau bisa bersama orang lain, kau sangat mencintaiku, kau hanya berbohong kan."


"Heh wanita ja lang, mana pacar superstar mu itu heh? kau lebih memilih lelaki selebritismu itu daripada kakakku, kalian sudah pacaran 3 tahun, namun lenyap dalam sekejap setelah kau di tembak oleh artis dadakan itu heh." Ditembak cinta maksudnya .


"Itu kesalahan De, kami sudah putus, ia sudah menikah sekarang, sesama selebritis, Nicol, maafkan aku."


"Ini Tuan." paman sempolan pun menyerahkan pesanannya.


"Baik, ini." Hanan pun membayar.


"Ayo sayang!" dia merangkul kembali pundak Zila dan berjalan menuju mobil.


"Tunggu! apakah dia istrimu, mengapa seleramu sekarang sangat jelek?"


Hanan pun berpaling.


"Apa maksudmu heh?"


"Wanita ondel ondel ini istrimu, lihatlah, wajahnya yang di tutup tubuhnya yang rata, masa iya kamu menyukai wanita seperti ini, dulu seleramu sangat tinggi, apa karena kau terlalu sakit hati padaku hingga kau tak lagi punya selera?"


"Hey, jaga mulutmu, pilihanku sekarang jelas level lebih tinggi di bandingkan dirimu, lihatlah, kau obral kecantikanmu semua orang bisa melihatnya. lihat istriku, hanya aku yang bisa melihatnya heh."


"Aku curiga, jangan-jangan istrimu itu cacat heh, apa mukanya borokan? apakah dia anak pengusaha kaya raya? sehingga kau mau dengannya, pasti karena uang kan?"


"Wanita ja lang."


plak


plak


plak


"Aya! jangan!" Pekik Zila ketika melihat Soraya membabi buta menampar mulut Sinta dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Kurang ajar kau." Sinta pun mencakar rambut Soraya begitu juga soraya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2