
"Huwaaaa...huwaaaa." Zila terus muntah muntah dan terlihat lesu.
"Sayang, ayo kita ke dokter, apakah kau hamil?"
"Hah? hamil? baru satu 2 bulan masa hamil?" sahut Zila heran.
"Mungkin saja. ayo kita ke dokter!" Hanan pun berdiri dan mengambil baju Zila dan perlengkapan lainnya.
"Tidak usah terburu buru Bang, kita beli alat tes saja ke apotik." Sahut Zila. Hanan lun setuju.
"Biar aku yang beli ya." Hanan pun mencium seluruh wajah istrinya dan pergi keluar.
"Eeee Hanan? kapan datang?" Tiba tiba dia bertemu Mita yang sedang duduk di teras rumah.
"Kak Mita, tadi kak baru aja, ini mau ke luar sebentar." Hanan pun pergi meninggalkan kediaman Izzam.
Anak itu, pasti Buncin akut, baru juga kerja, belum sore udah pulang.
Gumam Mita.
Sepanjang jalan Hanan tampak tersenyum senyum, dia sangat bahagia dan sangat yakin kalau istrinya sekarang udah hamil.
Apotik Laa Tansa 15.00
"Mbak beli tespak yang mahal dan akurat." Beli berbagai macsm merek ya?" Pinta Hanan.
"Baik Tuan." Apotiker pun mengambilkan 5 alat tersebut.
__ADS_1
"10 dong mbak." Ucap Hanan lagi.
"Oh, baik."
***
"Ini Tuan. semuanya 430.000." ucap Apotikernya.
"Ini," Hanan pun membayar dengan uang Cash, dan kembali ke mobilnya.
"Nicol!" Teriak seseorang dtidak jauh dari Hanan berdiri.
"Sinta? mau apalagi kau?" Hanan kaget ketika menoleh dan melihat Sinta yang terlihat Seksi dan sangat cantik di mata lelaki normal, Hanan pun segera memalingkan wajahnya untuk menghindari zina mata, itu sih kata Zila.
Menatap sekali itu rezeki, yang kedua itu
dosa lho Bang
"Nicol, dengarkan aku, lihat aku, ayo kita menikah!" Sinta pun sudah berada di depan Hanan dan memegangi tangan Hanan.
"Kau jangan Gila, aku sudah menikah. lepaskan!" Hanan menghempaskan tangannya hingga tangan Sinta terhempas.
"Kau bisa menceraikannya Nic, bukankah kau sangat mencintaiku?" Sinta terus memaksa.
"Aku muak denganmu, aku benci wanita murahan," Hanan pun berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.
"Hey, tunggu!" Sinta berdiri di depan mobil Hanan dan tidak membiarkan Hanan pergi.
__ADS_1
"Dasar wanita gila." Hanan benar benar marah dan melupakan adabnya, karena Hanan hanya lelaki biasa. Hanan pun mundur dan ingin berbelok, namun tiba tiba Sinta memegangi setir Hanan.
"Hey, apakah kau tidak ingin tau tentang Lili, wanita malam itu?" Sinta sudah kehilangan akal, kini dia akan bermain dengan cara licik.
"Apa maksudmu? minggir!" Hanan pun mencengkram tangan Sinta dan mendorongnya keluar lalu menutup kacanya.
"Lelaki tidak bertanggung jawab! Apa kau tidak ingin bertemu anakmu?"
Deg
Kini Hanan terdiam, kakinya kaku dan mobilnya seketika terhenti.
"Buka! aku akan memberitahukan sesuatu untukmu, asal kau bisa memenuhi syaratku."
Apakah,anak itu anakku?
Gumam Hanan, dia ingat gadis kecil yang di ikutinya bersama Lili, gadis yang sangat cantik. tanpa sadar kini tangannya telah membuka jendela.
"Hahaha, akhirnya kau mau juga mendengarku." Sinta tertawa penuh kemenangan.
"Apa maksudmu? Lili? tau apa kau tentang dia sekarang?" Hanan penasaran.
"Kalau kau mau memenuhi 1 syaratku, aku akan memberitahukanmu tentang wanita itu juga anak hasil hubungan satu malam kalian." ucap Sinta lagi.
Tiba tiba Hanan menutup jendela dan mulai memajukan mobilnya.
"Hey, tunggu! mau ke mana kau, tunggu!" Sinta berteriak teriak, namun Hanan tidak memperdulikannya.
__ADS_1
"Lili, apakah dia anakku? gadis kecil itu?" Gumamnya. dia pun terus memajukan laju mobilnya. menuju ke suatu tempat, namun bukan jalan pulang. mau ke mana Hanan? apakah dia akan ke rumah Lili?
BERSAMBUNG....