
"Assalamualaikum, Mah!"
Ternyata Lili sudah datang.
"Oh, Lili! Qiara! masuk."
Mamah Hanan sudah menunggu nunggu kedatangan Lili.
"Iya Mah."
Sekarang Lili juga tidak segan memanggil Mamah.
"Tunggu sebentar ya?"
Mamah Hanan pun berjalan menuju kamar tamu.
Tok tok
"Lili sudah datang!" Ucapnya.
Lili yang melihat jadi bingung, siapa yang ada di dalam? Lirih hatinya.
Ceklek
Dooor
Lili kaget dan tersenyum tipis saat melihat Hanan keluar dengan wajah yang sangat tampan, dengan rambut di basahin sedikit.🤤.
Tap tap tap
Hanan mendekati Lili.
"Helo Li, hello sayang. Emch."
Hanan mencium Qiara mesra.
"Kapan kau datang?"
Tanya Lili, namun tidak di jawab Hanan.
"Sini ikut Nimud dulu!"
Mamah Hanan mengambil Qiara dan membawanya bermain di lantai tak jauh dari Lili dan Hanan.
"Li, apa kau ingin menikah denganku?"
Waaah apa rencana Babang Hanan ya?😄.
"Mmm maksudmu? kau akan menikahiku?"
Lili gugup dan bingung, tentu saja rasa tak percaya.
"Iya, kasian Qiara, dia kan anakku?"
Hanan benar benar sedang mempermainkan hati Lili.
"Zila? ke mana dia?"
"Ngapain kamu nanyain dia?"
Hanan menggenggam tangannya erat, rasa marah dan tak pantas Lili menyebut nama wanitanya yang dia anggap suci tanpa dosa😃.
"Oh tidak, maksudku, iya aku bersedia."
__ADS_1
Lili sangat senang dan tersenyum malu malu.
"Pengen di resmikan di gedung mana pernikahan kita nanti?"
Babang, jangan permainkan Lili terlalu jauh😄.
"Ooh? i... itu terserah kau saja."
Lili merasa gemetar bagai mimpi, badannya terasa panas dingin karena bahagia.
"Baiklah, aku akan mengurusnya, karena Qiara anakku, namun..."
Hanan menggantung kalimatnya.
"Namun apa?"
Lili jadi penasaran.
"Namun sayang..."
Hanan menyandarkan tubuhnya di sofa dan menyilangkan tangan dan kakinya, duduk santai gituuuu.
"Sangat di sayangkan, Qiara bukanlah anakku!"
Hanan menatap Lili tak berkedip. Dosa Bang, nanti Zila marah lho, kalau berani natap cewek lain.
Deg dig dug dooor
"A...apa maksudmu Nan?
Kini Lili sangat kaget, bahkan kali ini tubuhnya sangat gemetar dan takut.
"Aku hanya ingin tau, anak siapa Qiara itu?"
Hanan sudah mulai emosi.
Lili coba mempengaruhi otak Hanan dengan ceritanya pagi itu, saat Lili menangis tanpa busana, saat Hanan terbangun juga tanpa busana.
"Pembohong."
Bruk
Treng....
Meja yang memang terbuat dari kaca pun pecah berkeping keping.
Ceklek
Zila keluar mendengar keributan, kalau sebelumnya dia di larang keluar oleh Hanan.
"Babang, ada apa?"
Zila mendekat, dan melihat tangan Hanan berdarah terkena kaca yang pecah.
"Babang... kau terluka.",
Zila mengambil kotak P3K dan mengobati Hanan.
"Sayang, aku tidak papa."
Hanan menggenggam tangan Zila, memperlihatkan kemesraannya di depan Lili.
"Bang, jangan!"
__ADS_1
Lili menolak untuk di cium. karena ada Lili.
"Sayang, duduk sini!"
Setelah Zila selesai mengoles obat merah dan memberi perban. Zila duduk di damping suaminya.
Hap
Hanan merangkul Zila. Lili hanya menatap penuh benci.
"Aku akan menuntutmu, silahkan keluar!"
"Nan, dia anakmu! sungguh! aku tidak berbohong, aku bisa,tes DNA kalau kau mau."
Pasti Lili pengen ngibulin tuh hasilnya.
"Ini!"
Hanan melempar kertas yang dari tadi dilipat kecil kecil dalam saku celananya.
Krek krek krek
Lili membuka dan membacanya. Kali ini Lili bagai tak berpijak di bumi.
"Silahkan kau pulang! siapkan dirimu untuk menghadapi aku di persidangan."
Ancam Hanan.
"Nan, tolong maafkan aku, aku terpaksa, mohon maafkan aku."
Lili memohon dengan menangkupkan ke dua tangannya.
"Heh, enak saja, kau sudah memakan banyak uangku, juga buang buang waktuku karena masalah ini, aku harus ke luar negeri membahayakan buah hatiku yang sah."
Hap
"Zila, tolong maafkan aku, ku mohon."
Lili memeluk kaki Zila sambil menangis.
"Lepaskan!"
Hanan mengambil tangan Lili dan menghempaskan nya ke lantai. Hingga Lili terjatuh.
"Babang, jangan! bicarakan baik baik Bang."
Zila berdiri dan memeluk suaminya. Awas Bang, ke senggol perut Zila, nanti malah sakit lagi.😁
"Ayo sayang kita ke kamar!"
Hanan pun menggandeng istrinya dan membawanya ke kamar. Lili masih menangis di lantai.
"Li, cepat kemari! jangan sampai Qiara melihatmu begitu."
Ucap Mamah Hanan di teras. Kapan dia ke teras ya?
Tap tap tap
Hap
Lili pun menggendong Qiara dan berjalan menuju gerbang, namun sesekali Lili menggoncang tubuh Qiara kasar sambil bicara sesuatu, hingga membuat Qiara takut dan menangis.
"Dasar benang putus."
__ADS_1
Gerutu Mamah Hanan yang menyaksikan itu.
BERSAMBUNG...