
Zila pun masuk ke dalam rumah.
"Ada apa Nak? kok ribut ribut?" Mamah Hanan yang mendengar teriakan dari luar pun berjalan menuju pintu luar.
"Nggak papa mah, kita masuk saja, biar Babang yang mengatasi masalah di luar."
Zila mencoba membujuk Mamah Hanan, namun karena beliau penasaran Zila pun tak berdaya.
Di luar.
"Sinta, apalagi maumu? aku sudah bilang, hubungan kita sudah selesai." Hanan membentak Sinta.
"Nicol, kita perbaiki lagi hubungan kita. Aku akan menuruti semua kemaunmu, aku berjanji." Sinta tetap memaksa.
"Tidak, aku sudah menikah, aku tidak ingin siapa pun lagi di dunia ini selain kebahagiaan istriku." Bentak Hanan.
"Hanan, siapa?"
Mamah Hanan sudah keluar dan mendekati pagar.
"Mamah, aku Sinta Mah, calon mantu Mamah." Sinta sangat percaya diri.
"Sinta? kau? mau apa kau ke mari? Hanan masuk, biar Mamah yang urus." Ucap Mamahnya.
"Baik Mah, mari sayang." Hanan pun menggandeng Zila masuk.
"Nicol, tidak masalah aku jadi istri ke duamu, aku mau kok, Nicol tunggu!" Sinta terus berteriak teriak.
"Nicol tunggu! kau akan menyesal," Sinta terus berteriak.
"Tak ada yang menyesal meninggalkan wanita sepertimu, bahkan sekarang kami sangat bahagia."
"Heh, bahagia? apakah Mamah tau, ada seorang wanita yang menderita karena ulah Nicol?" Ucap Sinta.
"Hanan, sekarang namanya Hanan, kami telah muallaf." Mamah Hanan terlihat santai.
"Muallaf? kapan? mengapa? apa karena wanita Bercadar itu?" Sinta masih dengan,suara tingginya.
"Itu bukan urusanmu. pergilah, sebelum kau kami seret ke kantor polisi karena telah membuat kegaduhan." Ancam mamah Hanan.
"Mamah akan menyesal, karena telah mengusirku," Ancam Sinta lagi.
"Kami tidak akan pernah menyesal telah memutuskan hubungan dengan kalian, perempuan matre." Mamah Hanan tampak sedikit menaikkan nada bicaranya.
__ADS_1
"Apa kah Mamah tidak ingin bertemu dengan cucu mamah? seorang putri yang sangat cantik. Aku yakin, setelah melihatnya mamah pasti tidak akan menolaknya sebagai darah daging Nicol, permisi." Sinta pun pergi meninggalkan Mamah Hanan yang termangu.
Putri? Apakah Sinta Hamil saat mereka putus? bukankah dulu yang memutuskan itu adalah Sinta?
Mamah Hanan pun masuk dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.
Aku harus menyelidikinya.
Mamah Hanan pun masuk ke kamarnya dan menghubungi seseorang.
'Jimi, aku ingin kau mengikuti Sinta, mantan Nicol dulu, kau tau kan rumahnya?' Ucap Mamah Hanan pada orang di sebrang telepon.
'Tau Nyonya, baiklah, aku perlu Dp untuk pekerjaan ini,' pinta seseorang yang di panggil Jimi.
"Tentu saja, segera."
Tuut
Mamah Hanan pun duduk di depan Cermin, sepertinya dia berpikir keras.
Cucu?
Suara Sinta terus terngiang ngiang di telinganya.
Tok tok tok
"Iya Mah."
Ceklek
Zila membukakan pintu, sementara Hanan tampak duduk di sisi ranjangnya.
"Aku mau nebeng berangkat ke suatu tempat, apa kau jadi ke kantor hari ini?" Tanaya Mamah Hanan.
"Mau ke mana Mi? aku merasa lelah, tapi karena ada pekerjaan, maka aku harus ke kantor hari ini, sebentar lagi." Jawab Hanan.
"Baiklah, aku tunggu di kamar ya, kalau kau berangkat, panggil saja aku." Mamah Hanan pun pergi
"Baik Mah."
Zila kembali menutup pintu dan mendekati suaminya.
"Kira kira Mamah mau ke mana?" Tanya Zila penasaran.
__ADS_1
"Mana aku tau, berarti hari ini tidak jadi shoping dooong, nggak jadi jebol nih kantongku." ucap Hanan sambil mendekat tubuh istrinya.
"Yeee kesenengen kaaaan?"
"Hahaha, nggak juga sayang, kalau kamu mau shoping bisa sama sopir di kantor biar aku telpon. "
"Nggak Bang, lagian aku nggak suka shoping kok."
Baiklah kami berangkat ya.
setelah cipika cipiki Hanan pun menemui mamahnya.
"Mah, ayo!"
Tampak Hanan dan Mamahnya menuju keluar dan masuk ke mobil mewah milik Hanan.
***
Diperjalanan. Mamah Hanan menerima telpon dari seseorang.
'Bu, Sinta tampak bersama seorang wanita dan anak kecil di sebuah warung makan.'
'Benarkah? baiklah kau berikan Share look.'
Hanya Mamah Hanan yang mendengar suara telpon di sebrang.
tuuut
"Nan aku di sini saja, aku akan mencari taksi."
"Memangnya Mamah mau kemana?"
"Mau ketemu teman lama Mamah, udah ya."
Dia pun turun dan memesan taksi. Taksi pun datang.
"Pak antarkan saya ke warung makan...." Pak sopir pun mengerti dan membawa Mamah Hanan ke tujuan.
Aku tidak akan membiarkan pelakor mengganggu kehidupan Anak dan mantuku, Zila adalah menantu idaman bagi semua orang.
Gumamnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
MAMPIR
Pembunuh Bayaran Palsu Perenggut Keperawananku