Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Mandi-in


__ADS_3

Hanan sudah mengelilingi kota Tarim untuk mencari pekerjaan, apa daya dia yang tidak terlalu pandai berbahasa arab pun harus bingung kalau menjawab pertanyaan dari Bos yang ia datangi. Hingga nasib baik berpihak padanya.


"Kau cari pekerjaan? apa kau bisa nyetir?" Tanya seorang Bos kebun kurma.


"Iya, apakah ada pekerjaan nyetir? bisa kok." Jawab Hanan.


"Oke, ini kartu namaku, besok kamu boleh datang ke kantor di alamat itu ya?" Ucap Bos tersebut.


"Terimakasih." Hanan sangat senang, dia tidak memikirkan berapa pun bayarannya nanti yang penting bisa untuk makan.


Hanan pun kembali ke apartemen dengan hati yang sangat senang.


Ceklek.


"Sayang...Pearl?" Sunyi tak ada sahutan.


Kemana dia?


Gumam Hanan.


Hap


"Babaaaaang." Ternyata dia sembunyi di belakang pintu. Sepagian ini Zila sudah merenung dengan penuh keyakinan, dia akan memberikan hak Qiara sebagai anak dari Hanan. Dia akan membujuk Hanan kembali ke indonesia.


"Ngagetin aja ih, Hal." Hanan menggending tubuh mungil istrinya dan meletakkan oelan pelan di atas ranjang.


"Bang, aku kangen masakan Bibiiii." Dengan wajah memales dia mulai mengeluarkan racun berbisanya, racun bujukan maksudnya.


"Bikin aja seperti cara Bjbi, nanti aku telpon mamah minta resep." Ucap Hanan, sambil melepas sepatu dan jaket yang sudah bau ari itu.


"Nggak sama Bang," kekuh Zila.


Buk


Hap


Hanan berbaring dan mendekap erat istrinya.


"Sebenarnya kamu pengen ngomong apa? yang jujur doong. Kelihatan dari caramu hari ini, aku bisa nebak, pasti ada sesuatu." Ucap Hanan. Sambil menenggelamkan kepalanya di pundak istrinya dan menutupinya dengan rambut Zila. Syukur Zila nggak terlalu mual lagi kalau dekat Babang.


"Bang, kasian Qiara," Suara Zila memales.


"Maksudmu apa? langsung saja pada intinya." Ucap Hanan mulai berubah.


"Anu...bagaimana kalau Babang nikahi Lili?"


Hups


Hanan mendorong tubuh Zila pelan.


"Tidak akan." Ucapnya kasar.


"Bang, aku juga lerempuan lhk, bagaimana kalau aku di tinggalkan begitu, pasti sangat sakit." Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Dengar ya sayaaang! semua itu kecelakaan, dia yang menaroh obat perang sang ke minumanku saat aku depresi di tinggal Sinta. dan saay itu aku juga sedang mabok, ltu jelas bukan salahku kan?" Hanan terdengar kesal namun menahan emosinya, karena mengingat Zila yang sedang hamil.


"Tapi tetap kamu harus tanggung jawab Bang!" Zila masih saja mebujuk.


"Oke! maksudmu? apa kau mau di poligami?" Kali ini Hanan benar benar jengkel menghadapi istrinya itu.


"Iya, aku akan berusaha menerimanya." Jawab Zila dengan wajah lesu.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa adil? apa kau mau menanggung dosa dosaku?" Tanya Hanan lagi, kaki ini Hanan bersikap dingin dan arogan.


"Apa maksudmu? Babang harus belajar adil doong. Jangan ada niat dari awal." Ucap Zila kesal.


"Tidak! Aku tidak akan menikah dengan Lili." Balasnya.


"Babang! ah baiklah kalau itu mau Babang." Akhirnya Zila pun diam dan mengambil kitab haditsnya kembali berbaring di ranjangnya. Dia membuka Kitabnya dan membaca dengan khusu.


Begitu juga Hanan, dia masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya agar terasa dingin, jam masih menunjukkan jam 3 siang.


Hari ini mereka hanya saling diam. malm riba setelah menyajikan makanan di meja makan, Zila kembali masuk kamar, sholat pun dia sendirian. Zila sebenarnya harus bingung mau ngapain. Hatinya memang sangat menolak kelakuan ini, namun di sisi lain Zila tidak bisa mengendalikan diri.


🌷🌷🌷


2 hari sudah apartemen itu seperti kuburan, Hanan sangat tidak bisa jauh dari Zila, apalagi tidak mencium bau tubuh Zila.


Hap


Pagi ini tiba tiba Hanan memeluk Zila erat.


"Hari ini aku bekerja hari yang ke 2, aku tidak bisa seperti ini, baiklah, kita akan ke indonesia, tapi bulan depan, setelah aku gajihan. Tapi aku hanya bertanggung jawab pada Qiara, aku akan tes DNA, kalau dia memang anakku, aku akan membawanya bersama kita." Ucap Hanan.


"Jangan pikirkan orang lain, pikirkan bayi kita yang sedang berkembang di sini." Hanan mengelus perut Zila lembut.


"Hemmmm," Akhirnya Zila pun diam.


Suasana mencair.


"Aku berangkat dulu, hati hati, jangan terlalu lelah, istirahatlah, nanti liring kotor dan lantai aku yang bereskan, sehabis aku datang kerja ya. Emch." Hanan mengecup jidad Zila mesra.


"Baik Bang." Hanan mengantar Hanan sampai pintu, dan menguncinya rapat.


**


**


**


Tanpa terasa, sebulan sudah berlalu. Hanan yang bekerja di sebuah perkebunan kurma.


Kebanyakan TKI dari indonesia sebagai perawat Kurma, pemetik dan pengangkut. Hanan hanya sebagai pengantar jemput karyawan kebun Kurma tersebut.


Saat Hanan santai di kantor menunggu kepulangan karyawan pesonanya sangat menawan.


Pemanis ya...

__ADS_1



"Hanan, besok gajih pertamamu akan kau dapatkan, nanti jam 9 hadir di sini ya." Ucap maneger perkebunan Kurma.


"Baik pak, oh iya, kami akan pulang ke indonesia lusa, sebenarnya bukan berhenti dari pekerjaan ini, kalau nanti kami kembali kemari, kalau masih di terima, aku akan bekerja lagi dengan bapak." Hanan pamit untuk pulqng.


"Benarkah? mengapa mendadak?" Ucap maneger itu.


"Ada urusan yang harus kami urus. Terimakasih pak, Assalamualaikum.


"Wa alaikumsalam."


Hanan pulang ke apartemen.


ceklek


"Sayaaaang." Hanan berlari san memeluk istri tersayangnya.


"Huak..huak..Babang..." Zila yang mencium bau keringat Hanan pun menahan muntah, dia berlari menuju kamar mandi.


"Oh sayang maaf." Hanan lun mengambil handuk danmasuk ke dalam Kamar mandi.


Ceklek


krek krek.


"Lho? kok di kunci?"


"Mandi iiin, hihi." Hanan malah bergelayut manja di bahu istri mungilnya.


"Sayang besok siang kita pulang ke indonesia."


"Benarkah?" Tanya Zila.


"Iya."


"Horeee, emch emch, syukron Zaujii jamiluuuuuun, emch." Zila sangat senang.


"Sini!" Zila pun menyiram air ke tubuh Hanan, dan menyabuninya dengan lembut.


Hap


Tiba tiba Hanan memeluknya dan baju Zila pun jadi terkena sabun semua.


"Babaaaaang." Pekik manja Zila.


**


**


**


Permasalahan apa lagi yang menanti mereka. tentu saja yang pertama untuk tes DNA.

__ADS_1


Author juga deg degkan Euy😄😄


BERSAMBUNG....


__ADS_2