Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Pura pura Biasa si Ratu action.


__ADS_3

"Kau?" Hanan sangat Syok, badannya panas dingin keringat pun mulai berkucuran dari kulit arinya, yang tampak di jidadnya.


"Tuan? kau kemari juga? dengan siapa?" Tanya Lili sambil membuang muka dan menenangkan dirinya.


"Oooh?" Hanan pun garuk garuk kepala dan bingung.


"Jadi kalian saling kenal?" Ucap Mita, sedang Zila dia tidak bisa berucap apa pun, hanya terpaku dan bingung, melihat Hanan dan Lili kini bersandiwara.


"Itu, pernah ketemu beberapa kali, sesama rekan Bisnis," Ucap Lili ringan.


"Ayo sayang." Hanan pun menarik tangan Zila dan membawanya duduk. Lili yang sedikit melirik saat mendengar Hanan memanggil Zila sayang merasa panas terbakar.


"Dia suamimu Zil?" Tanya Lili lagi masih berusaha menyembunyikan perasaan cemburunya, seharusnya itu adalah posisi Lili. Itu yang ada di pikiran Lili.


"Oh iya, kalian kan belum pernah bertemu, itu suami Zila." Ucap Izzam.


"Ayo makan." Akhirnya mereka mengambil nasi. Seperti biasa Zila mengambilkan nasi untuk Hanan.


"Sedikit cukup." Ucap Hanan hanya se centong saja.


"Lho? kok sedikit sekali Bang?" Tanya Zila. padahal dia tau kegalauan hati Hanan saat ini.


"Aku merasa tak enak nih, terasa agak pusing." Ucap Hanan,


ya iyalah Bang pusing, wong ada anak dan mantan di depan😄


Ternyata tah hanya Hanan, Lili, Mita, Fasha pun mengambil nasi sangat sedikit, beda dengan Zila, dia mengambil nasi yang banyak sambal pedes yang banyak. Dia ingin menelan rasa kecewanya karena Babang Hanan tidak mengungkap kebenarannya.


"Dek sayang, kok banyak amat sambelnya," Mita menatap adiknya dan memperingati sambil menepuk perutnya sendiri. Memperingati bahwa bumil tidak bagus makan banyak sambel.


"Lagi kamaruk kakak. enak nih." Zila makan dengan lahap sampai habis ludes.


"Uuuuh kenyaaaaang, Bang aku ke kamar dulu ya."

__ADS_1


Zila pun pamit tanpa menunggu jawaban Hanan, hatinya sangat jengkel ingin sekali dia menangis dan berteriak disitu.


Dengan langkah yang sangat cepat Zila pun masuk kamar yang biasa dia pakai saat menginap. Mita paham dia pun bergegas mendatangi adik kesayangannya.


Bruk


Pintu di banting keras.


"Zila, tahan emosimu Dek, kamu itu wanita tegar." Suara hujan di luar sana membuat suara tidak terlalu di dengar, hujan yang deras mewakili perasaan Zila yang lagi sedih.


Ceklek


Ternyata Fasha yang datang, dia juga khawatir akan kondisi Zila yang sedang hamil.


"Dek, apa perlu aku hajar lelaki itu heh?" Fasha terlihat emosi.


"Jangan kak, mungkin ini bukan salahnya, coba kalau Zila tanya baik baik, mungkin dia akan mengaku." Ucap Zila.


"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Mita, mendengar pertanyaan itu tangis Zila kembali pecah.


Bruk Fasha keluar dan membanting pintu menuju dapur.


"Fasha jangan gegabah, tunggu!" Mita yang panik menyusul Fasha ke dapur. Sementara Zila terus menangis di iringi bunyi hujan yang sangat deras.


Tap tap tap


Buk buk buk


"Au...Kakak?" Hanan yang mendapat pukulan beruntun dari Fasha pun kaget.


"Lelaki kurang ajar, jelaskan pada kami, siapa Qiara dan Lili?" Ucap Fasha.


"Ada apa ini?" Izzam jadi bingung sendiri. Sementara Mita memeluk Fasha dari belakang.

__ADS_1


"Apa maksud Kaka?"Hanan pura pura lugu. sementara Lili sudah menduganya, bahwa sekarang mereka semua sudah tau.


" Kau sembunyikan semua ini dari Zila, kau menyakiti hati adikku di saat dia sedang hamil."


Buk buk buk


Tamparan kembali menyerang kepala Babang Hanan.oooh lelaki tampanku jadi benyok😃nggak rela aku tuuh. kenapa tragis sekali ya Thor😁


"Hamil? Zila hamil?" Hanan yang mendengar terkejut dan langsung berdiri, tadi dia masih duduk ya reader.


Tap


Tap


Tap


Dia berjalan melalui Mita dan Fasha menuju kamar.


Bruk


Kosong


Tak ada Zila di sana?


"Pearl, sayang, kau di mana?" Hanan memindai isi kamar. Tak ada. Dia berlallri ke luar tidak ada teras, tidak ada.


"Paman? apa paman melihat Zila?" Hanan menanyai paman satpam yang sedang duduk di pos sambil minum kopi.


"Tidak Tuan." Hanan berlari keluar dan menengok kiri kanan ditengah derasnya hujan.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa mampir

__ADS_1


PEMBUNUH BAYARAN PALSU PERENGGUT KEPERAWANANKU


__ADS_2