Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Pembagian Harta


__ADS_3

Hanan pamit pada Zila untuk menemui ayahnya di kantor.


"Pulang beli in rujak ya Bang!"


Pinta Zila pada Hanan.


"Iya sayang, tolong jaga mamah ya, kalau perlu temanin mama tidur siang ini!"


Pinta Hanan sambil mengecup jidad Zila mesra.


"Baik Bang."


Hanan pun pamit dengan mengendarai motor Ninjanya yang berharga 100 juta. Sangat tampan. Zila hanya geleng geleng kepala dan tersenyum sangat manis, sambil melambaikan tangan pada suaminya.


Setelah Hanan hilang di balik pagar, barulah Zila masuk.


"Mah...mau makan?"


Zila mendekati mamahnya yang ada di dapur.


"Zilaaaa...mengapa seperti ini nak?"


Mamah Hanan memeluk tubuh Zila erat.


"Mah, sabar, insyaa Allah kalau mamah sabar dan ikhlas, mamah akan dapat jiwa yang tenang, Zila juga pernah di posisi mamah kok, waktu itu." ucap Zila menghibur.


"Maafkan mamah Zil?"


Tambahnya.


"Lho, untuk apa mah?"


Zila jadi heran.


"Saat itu mamah berulang kali menemui Qiara dan juga telah memberinya uang banyak, juga mempertemukan Hanan dengan Qiara. Mungkin ini balasannya Zil."


Mertuanya terus menangis dan berulang kali minta maaf, karena dia,merasa ini karm bahinya.


"Mah, pembalasan itu tidak ada di dunia Mah! yang ada cuma anak yang durhaka sama orang tua, yang karmanya langsung di balas di dunia, ini buksn karma mamah, tapi ini ujian atau teguran, karena mungkin mamah sedikit lalai dengan kewajiaban."


Zila tau mamahnya sering bolong sholatnya, dia juga belum menutup aurat. Bahkan mengaji saja dia belum bisa.


"Maukah Zila mengajari mamah ngaji?"


"Alhamdulillah Mah, Zila mau, sangat mau, kapan mah?"

__ADS_1


Zila sangat antusias mendengar penuturan mamahnya.


"Mulai malam ini."


ucapnya.


"Baik mah, sebentar."


Zila pin mengambil nasi dan lauk.


"Sini biar Zila suapon, mamah harus kuat, jangan sakit, masih banyak kok lelaki yang setia hihi."


Zila malah menggoda mertuanya.


mamah Hanan pun menyuap beberapa kali nasi.


"Udah, udah kenyang, aku mau ke kamar."


Zila di tinggal sendirian.


"Non, Non ini sangat baik, sangat perhatian,."


Ucap Bini pada Zila.


Zila pun ke kamar mertuanya dan membawakan buah segar juga susu, karena mertuanya pasti lapar, karena hanya makan beberapa suap saja.


...


...


...


Hanan sudah sampai kantor. Dia langsung menuju ruangan papahnya bekerja.


Ceklek


"Duduklah!" Ucap Papahnya.


"Apa yang ingin papah bicarakan?"


Wajah Hanan sangat serius.


"Aku ingin bagianku semuanya langsung di bayar sekarang, 5% dari semua perusahaan ini." Ucap Papahnya.


"Baiklah, berarti papah akan meninggalkan kantor dan juga rumah kan?"

__ADS_1


Ucap Hanan.


"Iya."


"Apa papah akan kembali pada wanita ja lang itu?" Tanya Hanan, dia merasa khawatir, ayahnya hanya diperdaya.


"Aku akan membuka usaha kecil dan hidup berumah tangga denhannya. Aku janji akan memlerbaiki ini semua bersamanya.-


"Heh...Baiklah...Pak Hans...tolong bawa semua surat penting kemari."


panggil Hanan lewat telpon.


Ceklek


"Ini Pak."


Hanan menerima berkas yang berjubun itu, dan mulai membuka satu demi satu.


Setelah mengkalkulaturnya.


"7.M.Bagian Papah 7M. Aku akan mentransfernya besok."


"Baiklah. sampaikan maafku pada mamahmu, Aku sungguh khilaf Nan."


Mereka pin berpisah. Papah Hanan meluncur kekediaman Lena.


"Assalamualaikum."


Ceklek


"Wa alaikum salam. Mas, ada apa?"


Lena terlihat bingung melihat Papah Hanan ada di depan pintunya.


"Aku akan pindah ke mari, sekarang aku sudah bercerai dengan Istriku." Ucapnya.


"Hah? maksudnya? Mas sudah bukan pemilik perusahaan itu? lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan belanjaku Mas?"


Bentak Lena.


"Aku sudah meminta 7 M untuk aku modal usaha dengan Hanan, kau tenang saja."


Lena pun tersenyum licik.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2