Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Tercampakkan


__ADS_3

Rudi terlihat frustasi melihat laporan sekretsrisnya. Dia marah marah dan membanting berkas yang ada di mejanya.


"Pasti ada seseorang yang bekerjasama untuk menjatuhkan ku, tapi siapa?" Dia tampak bicara sendiri.


"Apakah Izzam tau hubunganku dengan Tami?bukankah dia bilang, dia pun saat ini sedang kesulitan keuangan?"


Cklek....


"Pa, maaf ada tamu!" Sekretaris Rudi memberi tahukan pada bosnya.


"Masuk!"


"Maaf sebelumnya, Aku terpaksa membatalkan kerjasama kita, karena aku mendengar semua investor menarik saham mereka dari perusahaan mu!" Ternyata papa Angle, Angle yang dulu musuh berat sama Zila.


"Kenapa tiba-tiba? tolong Pa pikirkan sekali lagi! kami pasti bisa menangani masalah ini." Rudi tampak memohon untuk meneruskan kerja samanya.


"Maaf, kami tidak bisa, permisi." papa Angle pun pamit.


"Aaah, sial." Sepagi itu Pa Rudi terus marah-marah, telpon dari Tami pun tak di hiraukannya.


Sementara di kantor Izzam.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


"Mas...." Tami muncul dan masuk keruangan Izzam.


"Aku membawa surat pengunduran diriku dan juga surat perceraian kita." Tami meletakkan berkasnya di atas meja Izzam, dan menunggu reaksinya.


"Baiklah....


"Pak Bambang, tolong siapkan pesangon dan juga harta gono gini buat Tami!" Titahnya pada orang kepercayaannya.


"Baik bos!"


Tami pun tersenyum.


Rudi, sebentar lagi kita akan bersama


tunggu sebentar,lagi sayang


Batin Tami.


"Kenapa senyum senyum? apa kau membayangkan sedang tidur dengan Rudi?" Tanya Izzam ketus.


"Apa maksudmu? bukankah kau juga sering tidur dengan wanita-wanita murahan di luar sana?" Tanya Tami tak kalah ketusnya.


"Aku malas berdebat denganmu! berapa pesangon dan juga harta gono gini yang kau inginkan?" Izzam ingin tau seberapa matrenya wanita yang pernah dicintainya mati matian dulu.


"5 M! apa kau akan memberikannya?"Tanya Tami sedikit khawatir itu terlalubanyak.


"Baiklah, harta gono gini dan pesangon semuanya 5 M, setelah ini, kita sudah tidak ada lagi sangkut pautnya, Rumah, Mobil dan aset lainnya adalah milikku." Izzam memperjelas kata-katanya.


"Oke!setuju!"


Kau akan menangis darah setelah ini.


kau belum tau kalau Rudi sudah bangkrut.


Batin Izzam


"Ini Pak, Cek nya! "


Izzam pun membubuhkan tanda tangannya dan nominal uang yang boleh di cairkan oleh Tami.


"Tolong jangan datang ke rumahku lagi! kalau kau ingin bertemu anak anak, janjian saja di Rumah makan atau apapun asal jangan menginjakkan kaki di rumah ku!" Ucap Izzam lagi kasar.


"Dasar dingin, sekalian saja jadi batu es!" Ucap Tami sambil mengambil cek dan berlalu pergi"

__ADS_1


Urusan dengan Rudi berjalan mulus. Dengan Tami juga sudah selesai. Izzam terlihat senyum senyum sambil terus berjalan menuju parkiran. Karyawan yang memandang bosnya itu pun sedikit heran. Walau Izzam sudah tua dsn berumur, namun masih terlihat ketampanan di wajahnya, siapa pun yang di godanya pasti tidak akan menolak.


"Pak bambang, aku ingin meliburkan karyawan selama seminggu, jangan khawatir gajih tidak akan di potong! bersenang senanglah!" Titah Izzam, pada Pak Bambang yang bertemu di parkiran mobil.


"Benarkah bos? Baiklah! akan aku bagikan lewat grop pengawas, terimakasih banyak."


Pak Bambang pun membungkuk hormat.


Ada apa dengan Bos ya? baru saja kerampokkan 5 Milyar dan bercerai,bmalah mukanya terlihat gembira. Malah memberikan liburan pada karyawannya.


Izzam pun sudah sampai dihalaman Rumah Mita,bdia sedikit berlari memasuki rumah.


"Mita....Mita....!" Izzam terus berteriak memanggil istri yang baru di cintai nya itu.


"Ada apa sih pa?" Lili muncul dari kamarnya mendengar papahnya teriak teriak.


Bruk


Izzam memeluk anak sulungnya itu dadakan, hingga Lili pun hampir terjatuh kebelakang,buntung Izzam memeluknya sangat erat, baru kali ini Lili mendapat, pelukan hangat setelah dia dewasa, dulu sekali waktu masih kecil, saat Mamahnya tidak gila bekerja Lili tak kekurangan kasih sayang.Tapi setelah mamahnya jadi ibu Sosialita, semuanya berubah.


"Ummi mu mana?" Izzam melepaskan pelukannya dan menatap Lili.


"Mungkin ummi lagi tidur, dia kelelahan habis cuci pakaian dan memasak." jawab Lili.


Tap


Tap


Tap


Ceklek/membuka


Krek Krek/mengunci


Izzam langsung berhambur ke pelukan istrinya yang sedang tidur siang.


Bruk


"Aaaaau" Penyangga ranjang nya patah guys


"Sial! kamu beli dimana sih Ranjang ini?" Izzam sangat kesal.


Duk duk duk


"Pah ada apa?" Lili.


"Tidak apa apa, kau pergilah cari Zila dan Ayana malam ini kita makan bareng di luar!" Titah Izzam pada Lili.


"Baiklah!"


Tap tap tap


"Ayo kita buang saja ranjang ini!" Izzam dan Mita pun sibuk membersihkan patahan ranjang.


Setelah setengah jam, selesai juga akhirnya.


"Kita mau kemana pah?"


Tiba-tiba muncul Lili dan juga Ayana didepan pintu utama.


"Kalian cepat mandi, nanti kalian akan tau!" ucap Izzam.


Mereka pun bergegas mandi dan berpakaian rapi.


"Lili, kok pakai baju begitu?" Ucap Mita melihat anaknya pakai baju baby doll walau masih baru tapi tetap tak layak.


"Trus pakai apa Mi? aku nggak ada baju!"


Mita pun masuk kedalam dan mengambil baju biru dan cadar biru yang kemaren dibelikan Mita.


"Ini! Pakailah!" Lili kaget.


"Mi, nggak mungkin aku pakai baju begituan." jawab Lili.

__ADS_1


Sedangkan Zila sudah memakai baju biru dan cadar biru yang senada.


"Orang tidak akan mengenalimu oke!"


Akhirnya Lili pun mau.



Zila, Mita, Lili


Sesampainya di Restauran, mereka pun memesan makan dan cemilan kecil. Selesai menikmati makan bersama. Izzam pun mengambil tas tangannya dan mengeluarkan sesuatu.


"Lili,bapa kau sehat?bapa pusing mual dan lain lain?" Izzam menelidik


"Tidak Pah! kenapa papah bertanya begitu?bukankah Papah melihat sendiri, bahkan makanbku pun sangat banyak! lihatlah aku mulai sangat gendut,bini gara-gara ummi, yang teru terusan memaksaku makan! " Ucap Lili


Sedang Zila memang tak banyak bicara, dia bicara seadanya,bdia sangat sopan.ml Maklum di pesantren mengajarkannya begitu. Mereka makan di ruangan tertutup yang sudah di booking Izzam, karena 3 wanita bercadar nya yang dangat ia cintai. Sementara si comel Ayana masih menikmati kentang goreng kesukaannya.


"Sayang,bini lihatlah!" Izzam memberikan beberapa lembar kertas kehadapan Mita.


"Apa ini bang?" Mita pun membukanya penasaran.


"Tiket pesawat? Tariiim?"


"Apa? Tarim?" Zila yang sejak tadi diam pun terkejut, dia sangat mengidolakan kota para Habaib itu, bahkan, dia ingin dapat beasiswa untuk sekolah ke tarim.


"Apa kaka ipar membawaku?" Zila sedikit malu malu bertanya.


"Buat apa aku membawamu? kami akan pergi berempat saja! kan tiket pesawat kesana sangat mahal!" Ucap Izzam judes.


"Hemmm." Zila pun menundukkan kepalanya merasa,sangat malu.


"Ini!" Mita menyerahkan satu lembar tiket pada Zila.


"Masya Allah, Subhanallah, Allahu akbar, terimakasih kaka, terimakasih Kak!"


Dia berdiri dan meraih tangan kakak iparnya dan memeluk juga Mita sangat senang berjingkrak jingkrak.


"Kaya anak kecil aja." ucap Lili, tapi dia pun tersenyum senang.


💐💐💐


"Mas, aku sudah mengundurkan diri dan meminta harta gono gini Izzam." Ucap Tami sambil senyum senyum.


"Benarkah?bberapa uangmu?"


" 5 M Mas!"


"Benarkah? kalau begitu kita besok menikah saja ya?" Rudi pun tersenyum licik.


Mereka pun menghabiskan malam yang panjang sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun, hanya berselimut tebal.


tepat jam 1 malam.


"Sayang! Bangun! Aku ada perlu!"


"Ada apa sayang?" ucap Tami


"Bolehkah aku minta uangmu sedikit, aku harus mengirimi istriku uang, tadi sore aku lupa karena sangat bahagia kau sudah bercerai dari Izzam." Rayunya


"Baiklah! Tapi uang Mas mana?"


"Aku lupa mengisi saldo yank, uangku di brankas kantor saat ini, belum di setor." dusta nya


"Baiklah, PINnya ....." Tami membisikkan 6 digit PIN.


Rudi pun melangkah keluar dengan senang dan bangga telah, membohongi wanita itu.


Malam semakin larut dan semakin menjauh meninggalkan hari kemaren.


pagi pun menjelang. Tami terbangun, namun tak menemukan Rudi disampingnya.


Tut tut tut

__ADS_1


Beberapa kali Tami menelpon namun tak ada jawaban.


BERSAMBUNG....


__ADS_2