Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Pertemuan yang Mengharukan(Tamat)


__ADS_3

Keluarga Mita pun akhirnya pergi meninggalkan Hotel tersebut menuju tempat yang tak pernah terduga oleh Mita, namun sebelumnya mereka akan melakukan jalan-jalan pagi ini. Mereka pun menuju tempat Wisata yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit, perjalanan cuma memakan waktu satu jam. Ayana yang sangat senang karena dari berangkat dia hanya banyak tidur kini riang gembira. Dia pun inisiatif mendorong kereta Adiknya Ezra sambil tertawa-tawa dan sesekali tampak berbincang dengan adik bayinya itu.


"A Fasha, aku sangat senang bisa jadi bagian keluarga kalian, aku nggak menduga akan bisa jalan-jalan ke Jerman."


"Aku juga nggak menduga, aku ingin belajar lebih mengenal kamu lagi, karena kita di nikahkan secara mendadak, hihi." Fasha pun tampak merangkul istri dadakannya itu mesra.


Lain lagi dengan Hanan, yang masih belum belah Duren๐Ÿ˜ƒ


"Babang, Kok cemberut, nggak senang ya bisa Bulan madu ke sini?"


"Seneng sih seneng, tapi kan namanya aja bulan madu, wong madunya masih pahit."


"Kok pahit?"


"Ya iyalah pahit belah Durennya ketunda mulu."


"Hihi, maaf deh, insyaa Allah setelah urusan dengan Kak Mita selesai, kita bulan madu beneran ya?"


"Janji?"


"He ehm." Zila mengangguk dan melingkarkan tangannya di pinggang Hanan si Babang tampan.ahanan pun membalas pelukan istri mungilnya itu erat.


"Helo dede ganteng, nanti besar ganteng kayak Babang Hanan ya sayang." Ucap Ayana sambil menatap Ezra.


"Mita yang mendengar celoteh anak sambungnya pun ikut tersenyum mendengarnya.


Zila yang tak begitu jauh pun ikut tersenyum.


"Bekal saingan doong jadi rebutan cewe-cewe." Sahut Hanan sambil cengengesan.


"Yeee, beda generasi kaleee." Ucap Zila lagi.


"Hey.... kalian dari indonesia juga? aku mendengar percakapan kalian tadi?" Seorang wanita berambut pirang palsu( pirang,di warnain maksudnya) mendekati mereka dan,so akrab gitu pada Zila dan Hanan. Wanita yang berdiri mensejajari jalan Hanan itu tampak menikmati ketampanan Hanan.Zila merasa risih dan mencubit pinggang Hanan.


"Au, sakit." Hanan spontan kesakitan.


"Apanya yang sakit sayang." Zila pun langsung pura-pura memeriksa pinggang kanan Hanan dan memisahkan wanita itu dari sampingnya Hanan.


"Apaan sih sayang?" Hanan pun berbisik protes karena dapat cubitan dadakan.


"Jangan ganjen ah, jangan dekat-dekatdengan eanita bukan Mahromnya."


"Bukan salah aku juga kalee."


"Ada apa Tuan?" Wanita itu malah ikut berjongkok.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ayo sayang." Hanan pun,sengaja merangkul Zila dari sebelah kanannya, agar posisinya berubah, Hanan tersenyum menatap istrinya.


"Ada apa Bang?"


"Kamu cemburu kan, dulu aja kamu jual mahal sekali, jangankan begini, mau salaman aja nggak mau!" Hanan merasa puas karena baru pertama kali ini dia di cemburui oleh istri bercadarnya itu.


"Yeee ke ge-erean kalee, aku hanya menjaga, agar kamu nggak kena zina mata tau!"


"Terserah lah,"


Mereka pun sampai di tempat tujuan, mereka sangat bahagia bisa menikmati tempat Wisata yang sangat indah. Mita pun tampak senang dan tidak terlihat murung.Tak kerasa hari pun sudah siang dan mereka menuju tempat terkhusus untuk sholat,Zuhur dan mencari makan siang yang berlambang Halal.


*


*


*


"Apa bapak sudah siap?" Pak Bambang dan Izzam pun tampak sudah di rumah sakit termewah di kota itu, sore ini dia melakukan operasi penyempurnaan kulitnya yang telah hancur.


"Siap, insyaa Allah, mudahan berhasil."


"Aamiin." Izzam pun di antar oleh Pak Bambang menuju ruangan yang sudah di sambut oleh perawat.


Operasi akan di mulai 30 menit lagi.


operasi pun akan,segera dimulai.


Tap


Tap


Tap


Tampak Mita dan rombongan memasuki sebuah rumah sakit, ada apa dengan mereka?


"Kak mita, sebelumnya Kakak tutup mata dulu ya?" Hanan pun menghentikan kursi roda dan membiarkan Zila menutup mata Kakknya dengan kain, sementara keluarga yang lain seperti Ayana dan Ezra bersma lainnya di tinggal di depan rumah sakit, dan Hanan berjanji akan menelpon nanti setelah urusan selesai.


"Emang ada apa sih Zil?"


"Pokoknya, kakak harus diam apa pun yang kakak dengar abaikan saja, kecuali Mata kakak sudah kami buka. oke!"


"Baiklah." Mereka pun kembali berjalan dan menuju sebuah ruangan.


Ceklek

__ADS_1


Tampak pak Bambang,sudah duduk di tepi ranjang dan tersenyum.


"Belum siuman?" Tanya Hanan.


yang di tanya hanya mengangguk.


beberapa saat kemudian, tangan Lelaki itu bergerak-gerak. semakin lama semakin bergerak.


"Uaaaaah." Lelaki itu pung menggeliatkan kepalanya.


dan mulai membuka mata.


dengan cepat Zila melepas ikatan kepala Mita.


"1 2 3 tarrraaaa..."


"...........?????" Mita hanya terpana dan membuka mulut juga matanya.


sedang lelaki yang berbaring itu juga terkejut, dan terpana.


"Huaaaaaaaaaaaaa Baaaaaaang, bruk." Mita menangis dan berteriak langung mendaratkan oelukannya di atas tubuh suaminya itu.


"Mita....?????" Izzam pun tak kalah kagetnya, sia pun merangkul belakang istrinya dan menangis. Mereka sama-sama menangis.


Izzam masih memakai perbannya karena baru operasi.


"Pak,bambang." Izzam melotot ke arah pak Bambang, sementara Pak Bambang hanya tersenyum.


*


*


*


Sore yang cerah sebulan sudah berlalu, tampak dua orang sejoli sedang berjalan-jalan berdua, bagai Dunia miliknya berdua, dengan terus menautkan kedua tangan mereka., sementara dari jarak jauh, para Krunya hanya mampu menatap mereka dan tak mau mengganggu.



MOHON MAAF, KALAU ADA KESALAHAN,


tunggu belah Durennya Zila dan Babang Hanan ya di episode berikutnya.๐Ÿ˜ Juga ada Tami Lili Lena yang masih jadi pemeran pembantu ya.


ูˆุงู„ุณู„ุง ู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡


Lanjut ke Novel sebelah ya

__ADS_1


Pembunuh Bayaran Palsu


perengut Keperawananku.


__ADS_2