Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Hanan dalam Dilema besar.


__ADS_3

Hanan terus melajukan mobilnya di kecepatan tinggi, hingga sampailah ia di bawah pohon rindang tidak jauh dari rumah lama Lili.


"Sayang, jangan main di luar, lagi panas ini." Teriak Lili pada Qiara, Qiara tampak asyik bermain air di halaman rumah, sedang Lili tampak sibuk membalas chat di Hpnya.


"Asyiiik mamah asyiiik, byurbyur." Teriak Qiara sambil terus menyemburkan air dari kran air yang terhubung di selang panjang.


"Ooh, sebel, Qiaraaaa basah." Teriak Lili saat Qiara pun tak luput menyemburkan air kran ke badan Lili dan Hp nya pun ikut basah.


"Sini!" Lili pun menarik tangan Qiara dan membawanya masuk.


Hanan yang melihat dari jarak jauh pun meringis mukanya masam, seakan dia lah yang sedang di tarik Lili.


Apakah benar dia anakku?


Bathin Hanan, dia pun sangat kacau saat ini.


Setelah Lili masuk Hanan masih terdiam di situ untuk beberapa saat.


Akhirnya setelah termangu 30 menit Hanan pun pergi meninggalkan tempat itu.


Dia pulang dengan tatapan kosong, sesekali dia di klakson orang karena melayang ke tengah jalan.


Akhirnya dia sampai di Rumahnya dan berjalan santai masuk ke dalam rumah dengan langkah goyah.

__ADS_1


"Hanan? ada apa?" Mamah nya yang baru saja elesai membaca majalah kesukaannya pun heran melihat anaknya.


Buk


Tiba tiba Hanan terduduk di lantai bersandar di dinding ruang tamu.


"Hanan, ada apa?" Mamahnya semakin panik dan mendekati anaknya.


"Mah, apa salahku?" Kata kata itu yang keluar lebih dulu.


"Ho?" Mamah Hanan tambah heran.


"Apa salahku mah? kenapa setelah aku sudah melupakan masa laluku, mengapa mereka muncul satu persatu." Teriak Hanan sambil mengucek ucek kepalanya.


"Hanan, ada apa? jelaskan pada mamah, mana mamah mengerti yang kau maksud itu." Mamah Hanan lun ikut duduk di depan Hanan.


Deg


Tiba tiba tubuh mamah Hanan serasa kesetrum, napasnya semakin tak beraturan, dia terlihat ketakutan, apakah Hanan sudah mengetahui semuanya?


"Apa maksudmu Nan?"


"Lili yang duku datang ladaku, dan mengatakan padaku kalau dia sedang hamil anakku. Sekarang anaknya sudah besar mah, sangat cantik, tapi Lili sangat kasar padanya mah, aku tidak tega melihatnya. Kalau benar itu anakku, aku akan memlerjuangkannya untuk mengambilnya kembali." ucap Hanan.

__ADS_1


"Ha? jangan gila kamu Nan, kamu sudah bahagia dengan Zila, kamu sudah punya masa depan dan istri yang sangat baik, mengapa kau ingin menghancurkannya?" Ucap mamahnya terlihat marah.


"Mah, kalau dia anakku, aku tidak rela dia diperlakukan seperti itu, Lili sangat kasar mah."


"Dari mana kamu tau?" Tanya mamahnya lagi.


"Aku melihatnya sendiri, oh iya, bukankah saat itu mamah juga ke butik? aku melihat mamah saat itu, dan kebetulan saat itu aku juga melihat anak Lili, walau sebetulnya aku belum tau kalau itu Lili, apa mamah sudah bertemu dengannya?" Hanan tampak penasaran.


"Itu...aku hanya ingin memstikan." jawab Mamahnya.


"Jadi mamah juga sudah tau? aaaaaaaa." Dia kembali mengucek ucek rambutnya.


"Hanan, biar mamah yang mengurusnya, mamah sudah punya jalan keluarnya tampak Zila harus mengetahui ini." Ucap mamah.


"Mah, aku ingin menceritakannya pada Zila, aku tidak ingin ada rahasia di antara kami." ucap Hanan.


"Tidak Nan, jangan sekarang, kalian masih penganten baru, ini bisa merusak hubungan kakian." Ucap mamah lagi.


"Tapi mah."


"Tidak!"


Mampir yu di

__ADS_1


PEMBUNUH BAYARAN PALSU PERENGGUT KEPERAWANANKU


Nggak kalah seru lho😁


__ADS_2