
TOK
TOK
TOK
"Lili....apa kau sudah tidur?" Ternyata Mita yang datang.
Cklek
Pintu terbuka
Bruk
"Hik....Hik....Hik....Jangan tinggalkan aku! aku takut, aku minta maaf telah kasar kepada anda." Lili terus menangis dan memeluk Mita erat. Dari kejauhan Izzam tersenyum.
mudahan kau bisa menerima Mita.
kau akan lebih baik kalau Mita yang mendidik.
ucapnya lirih.
"Ayo kita kemasi barang mu!" Mita pun berjalan menuju lemari Lili, tapi dia tidak menemukan baju yang layak dipakai, semuanya celana sobek bekas di gigit anjing.hihihi.
"Ayo Li!" Mita meraih tangan Lili dan menggandengnya keluar.
"Tapi ? mana pakaianku?" Lili tidak melihat Mita mengemas barangnya.
"Kita beli saja yang baru! Tante tidak ingin kau memakai bajumu yg begituan, kayak telanjang!"
Lili hanya diam dan mengiringi Mita masuk mobil.
"Mengapa papah kembali,bukankah papah sudah berniat meninggalkanku?" Lili masih terdengar kesal dengan papahnya.
"Aku sekarang, bukan lagi aku yang dulu! sejak kenal ummi Ayana, aku sudah berubah jadi orang baik. Coba kalau dulu, mana mau aku cape-cape kembali" Ucap Izzam santai.
"Udah bang! nggak perlu dibahas lagi,sekarang kita ke butik terdekat untuk cari baju!" Mobil pun melaju dengan cepat, karena kayaknya Izzam pengen cepat pulang dan bersama Mita, sedang Ayana sudah tidur saat mereka keluar tadi.
"Stop didepan bang!itu ada toko baju!"
Mereka pun sampai Mita dan Lili turun.
"Mbak....baby doll dan gamis yang cukup sama anak saya ini?"
Deg
Lili menatap mama mudanya itu terpana, ada perasaan yang entah itu senang atau apa...ketika dia mendengar Mita menyebutnya anak saya.
Dengan cekatan karyawan toko itu pun mengambilkan beberapa contoh dan menyerahkan pada Mita.
"Bungkus aja mbak, baby doll 5 stel syar'i 3 ya?"
Mita pun ke kasir dan membayarnya.
" Kok baju syar i? aku belum bisa memakainya!panas! " ucap Lili
"Kamu harus belajar,panas di dunia tak sebanding di akhirat Li" Tambah Mita
💐 💐 💐
Sesampainya di rumah, Mita pun mengantar Lili ke kamar no 3, yang sebenarnya iri kamar Fasha, tapi karena Fasha tugas keluar kota, jadi Lili akan tinggal disitu.
"Kamu ganti baju dulu ya? biar Tante ambilkan nasi, kamu pasti belum makan!" Ucap Mita
"Tunggu...A-pakah boleh? A-ku memanggilmu Ummi?"
Mita pun berbalik dan tersenyum.
"Tentu saja boleh! Kamu juga anak ummi kok." Mita pun mendekat dan memeluk Lili hangat.
Rasanya keluargaku sudah lengkap
Ucap Izzam saat lewat ke dapur dan melihat,adegan itu, dia pun meneteskan air mata di sudut mata nya.
"Terimakasih Mi!" Mita pun melepaskan pelukan Lili dan menuju dapur.
Buk
Tiba-tiba tubuh Mita di peluk dari samping saat sudah tiba di dapur.
"Au" Mita kaget dan berteriak nyaring.
"Ada apa?" Lili yang paling dekat dengan dapur berteriak. Tapi karena dia sudah tidak memakai baju nadi tidak bisa melihat langsung.
"Tidak apa apa, ada tikus."
"Abang apaan sih, bikin kaget saja! sudah bang,Kasian Lili belum makan." Mita melerai tangan suaminya itu.
"Aku tunggu di kamar ya!" Izzam,menaikan kedua alisnya.
"Ih ngeri..." Ucap Mita sambil tersenyum.
Selesai menyiapkan makanan di meja makan, Lili pun tiba.
"Mi, daerah sini ada nggak orang jual Lupis?"
__ADS_1
"Kamu mau?" Mita duduk di depan Lili yang hendak, makan.
"Iya mi! sudah beberapa hari ini mau, tapi tidak tau beli dimana." Jawabnya.
"Tunggu ya."
Tap
Tap
Tap
Cklek
"Bang...ayo!" Izzam pun tersenyum dan hendak melepas bajunya.
"Hey! kenapa lepas baju? kita cari lupis ke luar!kayaknya cucu kita pengen lupis tuh!" Mita tersenyum ke arah Izzam yang tiba-tiba pengen ngelepas bajunya.
"Apa?lagi? anak itu lagi? ish sial, lagi lagi dia." Izzam pun merapikan bajunya dan ngeluyur keluar, melihat Lili ada diruang tamu sedang duduk santai dan ngemil.
"Li! Apa keinginan mu itu tidak bisa ditunda?mengapa harus malam malam? perasaan mamah mu dulu nggak seperti ini?" Izzam terlihat kesal, senjata sudah siap tempur malah di patahkan begitu saja.
"Ini bukan kemauanku Pah! Lagian kalau kalian tidak mau mencarikan, nggak papa ko!" Lili terlihat cemberut.
"Bang,ayo!" Terpaksa Izzam pun berdiri dan menuruti kehendak calon cucunya itu.
setelah lama puter-puter tak juga ketemu, hari sudah menunjukkan jam 10 malam. Akhirnya Mita pun mencari di Online, akhirnya ketemu dan mereka datangi rumah produksinya langsung.
"Maaf bu mengganggu malam-malam." Mita merasa tidak enak mengetuk pintu orang, malam-malam walau sudah janjian.
"Tidak apa-apa mbak, emang ribet sih kalau lagi ngidam ini, mudahan sehat si cabang bayi."
"Ibu bikinnya berapa batang?" Izzam pun ikut bicara.
"20 batang aja pa! setiap hari." Jawab ibu itu.
"Ya udah! kami beli semua!" Mita pin melotot kaget. Tapi tiba-tiba Izzsam mengeluarkan uang 500 ribu, Mita pun tak enak membatalkannya.
"Ini uangnya, kembalian nggak usah!" Izzam segera menyambar kresek lupis dan pergi duluan.
"Maaf apa ini kebanyakan." Ucap ibu itu
"Udah bu! ambil aja, assalamualaikum." Mita pun pamit pulang.
"Waalaikumussalam"
💐💐💐
"Li....ini lupisnya!" Mita meletakkan di atas meja tamu dan melangkah menuju kamar Lili.
tak berapa lama dia pun keluar.
Bathin Mita.
Tap
Tap
Tap
Cklek....
"Bagaimana? apa Lili bilang enak nggak lupisnya?"
"Lili udah bobo Bang." Mita pun melepas cadar dan juga kerudungnya.
"Apa!? yang benar saja! anak ini" Izzam pun bangun dan hendak keluar.
"Hey, Abang mau kemana? cepat kita tidur"
"Mau membangunin Lili, enak saja, kita sudah susah susah cari malah dia enak enakan tidur." ujarnya marah dan kesel.
Cup
Tiba-tiba Mita memeluk suaminya dan mengecup bibir nya lembut. Izzam pun tak bisa berkata apa apa lagi. Akhirnya mereka tenggelam dalam suasana panas mereka sendiri.
Cut
Cut
Cut
😍
Duk
Duk
Duk
"Ummi! Papah! banguuuun#"
Duk
Duk
__ADS_1
Duk
"Ayana, brisik." Ketus Izzam, dia pun mempererat pelukannya pada Mita.
"Jam berapa sayang?" Ucap Mita pada ayana sedikit berteriak.
"Jam 6 Mi!"
"Hah?" Mita pun bergegas ke kamar mandi dan byur byur. Selesai, dia pun sholat subuh.
"Bang, ayo mandi! trus sholat!" Ucap Mita.
"Bentar lagi sayang...ngantuk."
"Nggak boleh gitu, jadilah imam yang baik, sebentar lagi sudah jadi kakek masa masih malas-malasan?" Mita menarik tangan Izzam, sehingga Izzam terpaksa bangun. Dan di papah Mita menuju kamar mandi yang ada di kamar itu.
"Tante Zila, kita joging yu?"
Cklek
Pintu Lili terbuka
"Huaaaah." Lili berdiri di depan pintu dan menguap.
"Kakak Lili? kapan kakak datang?" Ayana pun mendekati kakaknya kaget.
"Tadi malam, kamu sudah tidur." jawab Lili.
"Apa kakak juga akan diam disini selama seminggu?"
"Mungkin?!" jawabnya asal.
"Tapi awas ya! kalau sampai nyakitin ummi aku lagi, aku nggak terima!" Ayana pun keluar berniat mau joging dengan Zila.
"Yeee, emang yang keluargamu itu siapa?menyebalkan!" Ucap Lili ketus.
Sementara Izzam,hanya tersenyum dari kejauhan memperhatikan dua beradik itu.
kalau begini terus bisa bisa aku kalah saingan dengan Ayana,Ayana sangat memperhatikan Mita,sedang aku?
Gumam Izzam.
"Abang hari ini kerjakan?" Tiba-tiba Mita datang mengejutkan lamunannya.
"Sebenarnya aku sangat malas, tapi banyak urusan, yang barus ku urus."
"Ayo makan! semuanya sudah siap, abang harus lebih lagi berangkat kekantor, karena disni agak jauh dari kantor abang, bisa juga jalanan macet!"
Mereka pun ke dapur dan makan berdua.
"Mi! kenapa banyak sekali beli lupis nya! kaya mau selamatan sekampung aja." Ucap Lili yang baru keluar dari kamar.
"Itu papah mu yang beli." Jawab Mita.
Tring tring tring
("Hello")
("Mas! kalian dimana? kenapa tidak ada siapa-siapa di rumah? Lili kemana?")
("Kami di rumah Mita, ada apa?")
("Aku ingin menyerahkan berkas perceraian kita!")
cih, pasti gara-gara Rudi, lihat saja nanti, kau akan menyesal.
("Apa maksudmu? jangan main main kau Tami?")
("Aku serius, aku juga akan resign dari perusahaan mu, dan apa benar kau menarik semua saham mu dari perusahaan MK grop? apa kau lagi krisis keuangan?")
("Ooh jadi karena itu kau ingin cerai dariku?wanita matre.")
Lili terkejut mendengat pembicaraan orangtuanya.
("Bukan itu mas! tapi kita sudah tidak ada kecocokan, lagian kau masih ada wanita ****** itu kan.")
("Tutup mulutmu pelacur.")
("Apa kau bilang? siapa yang pelacur, dasar laki-laki brengsek.")
("Cih asal kau tau ya! malam itu aku mengikuti mu sampai ke hotel Z. Dan kau tidur dengan Rudi di kamar 27c.")
Tut tut tut
"Benar-benar istri durhaka" Izzam mengumpat istrinya kesal.
"A-apa maksud papah? apa mamah berselingkuh? apa mamah tidur dengan pria lain?" Lili syok mendengar semua itu. Izzam hanya mengangguk.
"Keluarga macam apa ini?" Lili pun terlihat kesal dan pergi menuju kamarnya.
"Bang! sudahlah! jangan bicara yang tidak, baik di hadapan Lili! dia sedang sensitif, kasian janinnya kalau Lili stres.
💐💐💐
"Apa ini? Mengapa semua rekanan bisnisku tiba tiba menarik semua sahamnya? bagaimana ini?
__ADS_1
Rudi tampak panik melihat laporan dari sekretarisnya.
BERSAMBUNG....