Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Menodai


__ADS_3

Bruk


Hp Papah Hanan pun melayang jatuh berserakan. Muka Mamah Hanan kini memerah.


"Jadi benarkan? kalau Papahmu berselingkuh? sudah berapa lama? mengapa kalian menyembunyikannya dsriku? heh!"


Brak brik bruk


Semua barang yang ada di ruang tamu itu kini melayang.


"Mah, tolong, jangan begini, aku bisa jelaskan."


Plak plak plak


"Kau... kau Bajing**n...keluar dari rimahki!"


Mamah Hanan terlihat ngos ngosan.


"Mamah."


Hap


Zila memeluk mertuanya, coba menenangkan.


"Zila...hik hik jik, Apa kurangnya diriku, aku hanya sekarang menua, apakah semua laki laki yang berduit itu playboy?"


"Mamah... istigfar, ingat, mamah akan jadi nenek, tolong mamah sabar, lihat, coba oegang, di sini ada penerus Mamah, dia akan bermanja di pelukan mamah."


Zila mengambil tangan mertuanya dan menyentuhkannya di perutnya.


"Zilaaaaa...hik hik hik..."


Mamah makin histeris, dia menangis histeris.


"Ayo mah, ke kamar Zils!-


Zila pun menuntun mamahnya menuju kamarnya.


Ceklek


"Biar mamah tidur di sini malam ini."


Zila mengantar mertuanya menuju kasur dan membaringkan mertuanya yang sedang halau dan hancur.


"Mamah mau makan? atau minum?"


"Zilaaa, kau ini seperti apa? saat itu, saat kau mendengar Hanan mempunyai anak, kau begitu tegar, Allah terima kasih mendatangkan mantu seperti dia."


"Mah, aku tau saat ini mamah sangat sakit, tapi yakinlah Allah akan membantu kita melalui ini, mamah percayakan saja kepadaNya mah."


"Zilaaa..."


Zila terus membujuk mamahnya dan bahkan mengeluarkan hadits untuk meyakinkan mamahnya, agar bersikap sabar. setelah lelah menangis.


Mamah Hanan pin tertidur.


Ceklek


"Bagaimana?"


Ucap Hanan yang sangat khawatir dengan mamahnya.


"Mamah tertidur."


Hap


"Istriku memang bisa di andalkan.Cup."


Ciuman Hanan yang di saksikan papahnya dan Soraya itu sangat manis. sampai Zila merasa malu.


"Sekarang papah sudah tau kan? apa yang harus papah lakukan?"

__ADS_1


Tanya Hanan pada Papahnya dengan tatapan dingin.


"Apa maksudmu Nan?" Tanya Papahnya.


"Silahkan papah keluar dari rumah ini, dan silahkan papah bersenang senang dengan wanita itu tanpa harus sembunyi sembunyi!"


Ucap Hanan lagi.


"Nan...aku membangun rumah ini dengan susah payah, dengan jerih payahku, mengapa kau berani mengusirku dari rumahku sendiri heh?"


Bentak Papahnya kembali.


"Tapi sayang, Papah lupa, kalau uang itu adalah Uang mamah dari turun temurun."


"Kau kurang ajar! aku tidak akan pergi."


Tap tap tap


Papah Hanan pun pergi menuju kamarnya.


Bruk


Membanting pintu.


"Bej*t."


Teriak Soraya.


Hening....


Sepi...


Seharian rumah bagai kuburan.


Ceklek


🌻


🌻


🌻


"Kau sudah ku lepaskan, sekarang jelaskan! siapa ayah dari Qiara?"


Izzam menerima janji Lili, sebelum keluar penjara, untuk menceritakan semuanya.


"Itu...malam itu.


...


...


...


#2 tahun silam Lili dan Nicol Alias Hanan#


"Sinta....mengapa kau tinggalkan aku sin...kembalilah... kembalilaaaaah."


Nicol menangis histeris di sebuah club malam. Sementara Lili yang kebetulan ada di sana pun bersama teman temannya terkejut melihat Nicol, lelaki yang selama ini di pujanya dalam diam.


"Bentar, aku ada urusan."


Pamit Lili pada sahabatnya.


Tap tap tap


"Mas Nicol! kau kenapa?"


"Sintaaaa...Kau sinta..jangan tinggalkan aku, ku mohon... ku mohon.


Cling

__ADS_1


Kesempatan gue nih.


Bathinnya.


Terlihat Lili menelpon seseorang.


'Baik, aku segera ke sana.'


Tak berapa lama Lili, Nicol dan teman SMA nya sudah di sebuah kamar hotel.


"Kau boleh pergi!" Usir Lili pada temannya itu.


"Apa aku tidak di bayar?"


Tanya lelaki itu.


"Nanti."


Lelaki itu pergi. Dan Lili mulai melepas baju Nicol satu persatu. Nicol yang sedang mabuk pun tak bisa menolak. Lili juga memaksa Nicol minum obat perangsang. Lili mencum bu Nicol agresif, walau Nicol sangat mabuk.


di saat Lili sudah tidak tahan dengan permainannya sendiri, di saat itu juga Nicol tidak sadarkan diri.


"Busyit, bagaimana ini, aku tidak bisa begini, sangat menyiksaku."


Ceklek


Lili keluar


Hap sreeeet


Sangat kebetulan, ternyata ada Lelaki tua yang juga sedang mabok. Dia menarik lelaki itu msuk, dan memaksa lelaki itu melayaninya.


Lelaki yang setengah mabuk itu pun menuruti semua kemauan LIli.


🥀


🥀


🥀


"Oooh pusing...di mana aku?"


Ucap lelaki tua itu.


"Kau?"


Lili juga terbangun dan kaget menyadari semua yang dia lakukan tadi malam.


"Ha? tadi malam? kita..kau...kita bermain gila?"


Ternyata lelaki itu menyadari.


Hap


"Ayo keluar!"


Lili mengusir lelaki itu dengan masih tela njang bulat.


..


..


..


"Sinta...sinta.."


"hik hik hik, Mas Nicol, kau...telah menodaiku."


BERSAMBUNG....


PEMBUNUH BAYARAN PALSU UDAH HAMPIR TAMAT YA..

__ADS_1


__ADS_2