Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Jebakkan


__ADS_3

Beralih kekediaman Lili 09.00 pagi.


"Li, apa kau ada rencana baru?" Lena tampak rebahan di ruang keluarga Lili sambil memakan cemilan.


"Belum Len, bagaimana denganmu?"


"Bukankah kau tau, waktu kejadian kolam renang itu, dia datang ke rumah dan mengancamku, aku jadi bingung harus bagaimana lagi, tapi tenang, aku akan memulai rencana dengan menggoda papahmu, bagaimana? tapi aku perlu axis untuk masuk keperusahaanmu."


"Gila, bagaimana bisa? bukankah suamimu kerja di perusahaan papahku?"


"Benar, tapi kita harus cari cara, bagaimana caranya agar papahmu bisa tergoda olehku."


"Itu sangat sulit. Karsna kayaknya mata Papahku hanya tertuju pada Mita saja."


"Bagaimana kalau kita beri obat tidur, atau obat perangsang. Atau apalah."


"Aku berpikir sebentar."


*


*


*


"Yes, aku ada ide, tunggu sebentar."


Lili pun mengambil HPnya dan menelpon seseorang.


Tring tring tring.


Setelah beberapa saat.


{Helo Pah, tolong Lili pah, Lili sakit perut, diare, tolong bawa Lili ke Rumah sakit}


Izzam yang baru selesai mandi bersama sang istri pun kaget.


{Baiklah, tunggu sebentat}


"Sayang, Lili sakit, aku harus membawanya ke rumah sakit. kau tunggu di Rumah ya" Ucap Izzam.


{Baik Pah.}


"Baik lah Pah, hati-hati ya."


Izzam pun segera mengambil kunci dan mengambil mobilnya. Dia melaju dengan kecepatan penuh.


Sesampainya di teras, dia langsung turun dan berlari menuju rumah lamanya.

__ADS_1


"Lili kau di mana? Li." tak ada sahutan.


Izzam pun masuk ke dalam.


"Lena?"


"Oh Pak Zam, Lili lagi di Kamar kecil Pak, aku lagi jagain Qiara."


"Oh,baiklah, aku tunggu di ruang tamu ya, kalau dia keluar tolong kasih tau dia." Izzam pun keluar menuju tuang tamu.


"Baik Pak."


*


*


*


"Ini pak di minum dulu!" Lena pun menyodorkan air yang sudah di taburi obat perangsang dan sedikit obat tidur.


"Terimakasih." Izzam merasa gerah dan kehausan dia pun tanpa curiga menghabiskan air yang di suguhkan Lena.


Selang beberapa saat dia pun tampak aneh.


"Ooh tidak, kenapa aku begini, detak jantungku berpacu dengan cepat, kepalaku terasa pusing, ada apa ini,-


Sementara Lili membawa Qia masuk ke kamar atas.


Dret dret dret


Hp Izzam berbunyi. Lena pun menghentikan langkahnya.


{Mita.....Oooh, sayaaaaang}


{Bang, ada apa? kok ngos ngosan?}


{Sayaaaanh, ooh, kemarilah, ayo}


{Bang, oooh pasti ada sesuatu}


Mita pun langsung menghubungi paman Satpam rumah lama, agar melihat Izzam yang sedang berada didalam


sementara Mita langsung memcari taksi.


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Pamn satpam.


"Tuan, ada apa?",Izzam,tampak berbaring telentang,di ruang tamu.


"Tuan, Bangun!" Satpam itu lun memukul-mukul wajah Izzam.


"Paman, ada apa?" Lena oun keluar dengan pakaian yang,sudah rapi."


"Tidak tau Non, tadi Nonya besar menyuruhku ke mari."


"Paman pergi saja, biar aku yang mengurusnya." Tanpa curiga paman satpam pun keluar.


Lena pun kembali membuka baju dan mengangkat rok mininya.


"Tuaaaaan," Dia pun merebahkan kepala Izzam di pahanya yang tidak berbalut kain."


Izzam semakin panas dan coba melawan agar menghindar dari Lena, namun dia tidak berdaya. Lena bermain dengan membelai leher dan lelaki itu. Setelah 15 menit Lena bermain-main, dia pun mulai membuka kemeja Izzam dan bersiap untuk menenggelamkan wajahnya di dada bidak itu.


Plak bruk setttttt


"Wanita ******." Tiba-tiba Mita datang manampar wajah Lena dan menjambak rambutnya agar menjauh dari tubuh suaminya.


Lena kaget tak menduga, kalau Mita bakal datang.


"Ka..kau?"


"Mengapa sebelumnya aku tidak curiga, Kau benar-benar tidak beradab, kau heeeh."


Mita pun segera mendekati suaminya dan membawanya berdiri. Di bantu paman satpam.


"Maaf Nyonya, aku tidak menyangka semua itu akan terjadi."


"Tidak papa Paman, terimakasih."


Mereka pun, pulang menuju Kastel.


Sesampainya di Kastel Mita pun membawanya ke kamar dan menunaikan hajat suaminya.


*Doble deh dalam 2 jam.Tadi kan di kolam renang juga udah dapetπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


BERSAMBUNG....


Boleh coba yang baru, walau masih episode 17


Pembunuh bayaran palsu perenggut keperawananku. Insyaa Allah seru😁

__ADS_1


__ADS_2