Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Kabur


__ADS_3

Sementara di perancis seorang laki laki dan 2 orang anaknya sedang asyik menikmati pemandangan menara Eiffel, mereka sesekali tertawa dan saling senggol


"Mas... ini cemilannya!" Seorang wanita cantik dan kelihatan berkelas pun menghampiri mereka.


"Terimakasih Mi."


"Mas Rudi,kenapa dadakan sekali kemari, mengapa tak menelpon dulu?"


"Maaf Mami, ini kejutan! aku akan menetap disini, aku akan buka usaha disini saja. Perusahaan yang di Indonesia sudah ku jual semuanya. Jadi kita akan slalu bersama." Rudi pun terlihat merangkul istrinya itu mesra.


"Baguslah lah, jadi kita bisa sama sama lagi seperti dulu, kasian oma sudah tua, makanya mami tidak bisa meninggalkannya sendirian disin.i" Ucap luci anak pertamanya.


"Bagaimana sekolahmu?" Tanya Rudi lagi.


"Lumayan Pah, walau masih tidak terlalu bisa menjawab dengan bahasa yang fasih, tapi lumayan lah.


"Ayo kita pulang!"


Mereka pun tampak bahagia. Rudi telah merampok Uang Tami dan menyisakan 50 juta untuk wanita malang itu.


###


"Huak...huak...Bang...Huak..tolong ambil...huak minyak kayu putih." Mita tampak muntah muntah habis pulang jalan jalan mengelilingi kota Tarim. Semua makanan pun habis keluar.


"Kenapa sayang?" Izzam pun dengan cekatan menggosokkan minyak kayu putih di pundak Istrinya.


"Masuk angin mungkin bang, pusing."


"Ummi kenapa Pah?" Tiba tiba Ayana datang.


"Masuk angin nak, kamu sudah mandi?" Izzam bertanya pada anak mungilnya itu.


"Sudah ayah? malam ini aku pengen tidur sama ummi." Ayana pun menghempaskan tubuhnya di ranjang.


"Eit, eit, mana boleh begitu! trus Papah tidur dimana?" Tanya Izzam.


"Terserah, aku kangen sama Ummi, masa aku tidur sama kak Zila dan kak Lili terus?" Ayana tampak merajuk.


"Mereka kan kakakmu? kalau kamu nggak membangkang besok akan papah belikan apa aja untuk Ayana!"


"Benarkah? Ayana mau kasih oleh oleh buat Bu Guru." Ayana tampak berseri-seri.


Sementara Mita terlihat Lesu dan merebahkan diri di ranjang.


###


"Kurang ajar, ternyata aku benar benar telah di tipu oleh Rudi, aku harus ke kantornya sekarang." Tami pun segera naik taksi dan menuju perusahaan Rudi. Sesampainya di gedung itu, dia pun turun dan bertanya pada satpam.


"Pak, apakah pak Rudi nya ada di atas?"Tami


"Rudi siapa ya bu?"Satpam


"Rudi pemilik perusahaan ini!" Tami


"Maaf bu! Perusahaan ini sudah dijual kepada pemilik yang baru seminggu yang lalu." Satpam.


"Apa? astaga, ternyata aku benar benar di tipu." Tami


"Apa bapak tau dimana rumah pak Rudi?" Tami.

__ADS_1


"Tidak tau bu? Oh itu bu, silahkan tanya pada mbak Rara, dia bekas sekretaris pak Rudi yang sekarang bekerja di perusahaan ini lagi!" Satpam.


"Terimakasih."


TAP


TAP


TAP


"Mbak mau nanya! Apa mbak tau Rumah Pak Rudi dimana?"


"Oh mbak Tami ya...maaf mbak, setahu saya Rumahnya sudah di sita Bank karena hutang perusahaan, sekarang Pak Rudi sudah keluar negeri menyusul istri dan anak anaknya!"


"Apa? sial!" Tami benar-benar kesal tingkat dewa.


"Permisi." Wanita itu pun pamit.


Habis sudah semuanya, Tami benar benar di tipu habis habisan. Dia pun kembali ke rumah Izzam, tidak ada lagi tempat yang bisa dia datangi selain rumah itu.


"Nyonya Yami? apa Nyonya sakit?" Satpam sudah siaga ditempat jaganya.


"Pa, tolong bukakan kunci. Kau punya serepnya kan?" Bujuk Tami.


"Maaf bu! aku perlu bertanya pada Tuan, karena kemaren Nyonya dilarang datang kesini."


"Apa maksudmu? ini juga rumahku, kurang ajar kau!"


("Hello.Tuan, ada Nyonya Tami ingin memaksa masuk rumah")


("Jangan biarkan dia, masuk, aku tak mau Rumahku kotor oleh penzina itu.")


("Serahkan saja kunci rumah paman kebon, asal jangan buka Rumahku titik.")


("Baik Tuan.")


Tut


Tut


Tut


"Mari Nyonya, ikuti saya."


"Lihatlah! bukankah dia masih mencintaiku? kau saja kurang ajar, awas kau setelah Izzam kembali aku minta dia akan memecat mu segera!" Ucap Tami, dia percaya diri sekali.


"Hey! kenapa ke belalang? apa kau tidak punya kunci depan?"


"Silahkan Nyonya, ini Rumahnya,Tuan menyuruh saya mengantar ke rumah paman kebon, karena paman kebon lagi pulang kampung."


"Kurang ajar! apa ini olehmu? atau benar perintah Izzam?" Mata Tami memerah menahan marah.


"Mana berani saya bohong Nyonya, silahkan Nyonya telpon sendiri, permisi."


Satpam pun pergi.


("Ada apa lagi sih?") Suara Izzam. terdengar marah.


("Apa benar kau menyuruhku tidur di Rumah paman kebon?")

__ADS_1


("Iya, emang kenapa? bukankah aku sudah bilang! setelah harta gono gini dan pesangon mu telah ku penuhi, kau tidak noleh lagi kembali ke rumah itu, masih untung diberi tumpangan, sudah aku sibuk dengan Mita.")


Tut


Tut


Tut


"Izzaaaaam...." Tami terlihat sangat frustasi. Dia pun keluar dan memesan Taksi online, mungkin dia akan Clubing seperti biasa.


Sampai di tempat tujuan Tami segera masuk dan memesan minuman.


"Tami? kau sendirian?" Seseorang menyapanya.


"Hey, kau! ayo minum!" Tami langsung meneguk beberapa gelas minuman itu, tak berapa lama dia pun terlihat sudah mulai sempoyongan.


"Kau terlalu banyak minum Tam!hentikan, nanti suamimu marah!" Ucap laki laki itu,


"Suami? aku sudah bercerai dengannya, ayo temani aku!" Tami sudah mabuk berat dan bergelantungan di leher lelaki itu.


"Benarkah?" Laki laki itu pun tersenyum dan menggandeng Tangan tami menuju keluar Club.


Dia membawanya pakai mobil dan menuju sebuah Apartemen.


Bruk...


Tami pun di hempaskan di ranjang. Laki laki itu mulai menggerayangi tubuhTami. Hingga tak tersisa satu helai benangpun.


Cekrek


Sebelum menggaulinya, dia pun memoto tubuh polos Tami. Dan mengirimkan fotonya pada seseorang.


CUT


CUT


CUT.


Pagi menyapa dengan sinar mentari yang indah. Laki-laki yang menggauli Tami pun sudah bangun dan mandi.


"Uuuh, di mana aku?" Tami terlihat bangun dan mendapati dirinya tak mengenakan pakaian apa pin selain selimut.


"Ooh tidak, siapa kau?" Dia melihat laki laki itu berdiri membelakanginya.


"Tami? kau sudah bangun! ayo minum?"


"Tommy! Apa yang kau lakukan?" Tami panik.


"Ah sudahlah! aku hanya membantumu menghilangkan stres. Bukankah kau sudah bercerai? tadi malam kau mabok berat." Ucap Tommy.


"Huh, keterlaluan kau!"


"Kalau bukan aku, tentu yang lain pun akan bersikap sama,kau yang mengajakku! bergelantungan di tubuhku kaya anak kangguru." Ucap Tommy sambil tersenyum


Tami pun pasrah dan dia pun segera masuk ke kamar mandi.


"Aku akan kekantor, kalau kau mau keluar bawa saja kuncinya,aku ada kunci serep" Ucap Tommy lagi.


Tommy adalah lelaki bujang lapuk,dia pemburu cinta wanita murahan akut.dia sering main gila setiap dia ingin mengeluarkan hasratnya. Beda dengan Izzam, walau dia sering mabuk, tapi dia tak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita murahan, karena dia takut terkena penyakit. Hanya sekali dia pengen, saat dengan Mita waktu itu, saat Mita masih jadi wanita panggilan, tapi Mita menolaknya, Mita bekerja hanya menemani bukan untuk memuaskan nafsu mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2