Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
HAMIL


__ADS_3

"Zila! apa kau mau meneruskan sekolahmu di Tarim ini?bukankah itu keinginan mu?" Tanya Izzam saat mereka duduk lantai di balkon hotel di Tarim.


"Sebenarnya zila pengen kak!Tapi kak Mita melarang,katanya jauh,Nanti kak Mita akan rindu susah bertemu" jawab Zila terlihat murung.


"Tapi kamu mau kan disini?kalau kamu mau,nanti aku akan bujuk kakakmu untuk mengizinkannya.lagian juga,orang mau nuntut ilmu kenapa dilarang?aneh!" Ucap Izzam


"Ayana mau juga dong Pah,biar Ayana nemenin kak zila!" ucap Ayana centil


" Sekalian saja sekarang kamu tinggal disini!" ucap Izzam serius.


"Ogah! Ayana kan baru Kelas 1 MI Pah"


"Pindah aja sekarang! biar irit tiket pesawat,kan nggak bolak balik lagi! " goda papahnya lagi.


"Nggak! Ayana mau lihat dede bayi ummi dulu,biar ada yang nemenin ummi" tambahnya


"Emang kamu sangat sayang ya sama Ummi mu itu?trus gimana dengan mamah?" tanya Izzam lagi.


"Mamah tu nggak pernah ngerawat Ayana! apa-apa slalu saja Bibi!" Ayana cemberut dan memajukan bibirnya 2cm.


" Berarti kalau ummi punya dede bayi,kamu mau doong diam di Tarim sama kakak zila?" Izzam memandang wajah anaknya itu tajam.


" Mau!" Jawab Ayana sambil berlari menuju Ummi yang ada di kamar.Sementara Zila sudah lebih dulu pergi dari sana.


Tap


Tap


Tap


"Kak Zila,kenapa murung?" Ternyata Zila sudah ada dikamar Mita,mereka sedang berbincang.


" Zila mau ka menuntut ilmu di Tarim ini.Ini kesempatan Zila,kaka ipar juga bersedia untuk membiayai sekolah Zila" ucap Zila cemberut.


"Tapi kakak merasa terlalu jauh dek,sejak tidak ada ibu,kakak merasa sepi kalau adek juga sekolah jauh!" jawab Mita keberatan.


"Ada apa sih sayang? kenapa cemberut semua?" Tiba-tiba Izzam datang.


"Itu lho paaaah,kakak Zila mau sekolah disini,kata Ummi terlalu jauh,Ummi pasti sering Rindu" jawab Ayana.


" Sayang! kok gitu sih? menuntut ilmu itu kan baik,lagian kalau kita membiayai orang yang menuntut agama itu,nanti rezeki kita yang mencarikan nya juga berkah lho! itu sih kata ustadz" Izzam coba membujuk istrinya untuk mengizinkan Zila sekolah.


" emang kapan abang kepengajian?"ucap Mita bingung.sejak kapan suaminya itu jadi tau tentang agama?


"Di You tube yank..." jawab Izzam sambil cengengesan


" Aku pikir pikir dulu deh! sekarang mau mandi dulu,udah sore,mau berkemas juga,besok kan kita bekal pulang ke tanah air?" Mita pun pergi ke kamar mandi dan menyegarkan badannya.


" Ayo kalian mandi juga! sebentar lagi magrib lho!" Izzam pun mengusjr halus anak dan adik iparnya dan menuntunnya kedepan pintu.


KREK KREK


Lalu menguncinya.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Sayang! buka dong!" Izzam mau masuk kamar mandi.


"Mau nhapain?belum selesai" jawab Mita sambil mandi.


" Mandi bareng yu?" Izzam


"Ogah!" Ayana pun menyelesaikan mandinya dan segera keluar.


HAP


Izzam memeluk Mita yang baru keluar kamar mandi.dia menciumi rambut istrinya manja.


" Wangi,aku sungguh sangat merindukan wangimu ini sayang" Ucap Izzam berbisik mesra di telinga istrinya.


"Gombal!" Mita sedikit risih,apalagi Izzam yang belum mandi bisa bisa tubuhnya bau keringat lagi nantinya.


"Sayang,kasian Zila,baiknya kamu restui saja dia bersekolah di Tarim ini! nggak gampang lo bisa sekolah disini! orang aja perlu tes Beasiswa baru bisa kesini,lha kalau Zila,tinggal pasang badan aja sayang" Tujuan Izzam bermanja manja sih sebenarnya karena ingin membujuk Mita guys.😃


"Aku pikirkan dulu bang!" Mita pun melerai tangan Izzam dan berjalan menuju lemari baju.


" Ah,tinggal bilang ya aja kenapa sih?kamu maunya apa?mau minta dibelikan gedung di Tarim ini pun,akan aku belikan! asal kamu ngizinin Zila sekolah disini" ucap Izzam lagi.


" Abang kenapa sih! nggak suka ya aku sering ketemu sama Zila,? Zila itu masih muda bang,kalau jauh jauh dari keluarga aku takut dia kenapa-kenapa!" sahut Mita lagi jengkel


"Dia nggak bekal kenapa kenapa,lihatlah dia,dia ber akhlakul karimah!"Izzam lun sedikit menekankan kata katanya,untuk meyakinkan Mita.


" Iya,iya...aku setuju,tapi untuk permulaan,aku mau diam disini juga selama sebulan,titik!" Ketus Mita sangat jengkel.


" Nah gitu juga aku,aku nggak bisa jauh jauh dari Zila,dia Amanahku bang,abang tau kan aku sampai pontang panting cari uang untuk menghidupi mereka?" Zila masih saja keras dengan pendiriannya,dia benar benar tidak mengizinkan Zila bersekolah di Tarim.


Akhirnya Izzam menyerah dia pun mandi,sementara Mita rebahan untuk menunggu Azan magrib tiba.


Apa aku terlalu egois ya...


sejak dulu Zila sering bermimpi pengen ke Tarim.dia akan belajar giat untuk dapat beasiswa.tapi mengapa sekarang aku jadi begini.seharusnya aku izinin aja ya dia sekolah disini,abang juga akan membiayai semua kebutuhannya.tidak susah-susah dia mencari beasiswa.


BRUK


Zila membanting pintu.dia sangat kecewa dengan kakaknya.


" Pokoknya Zils tak mau lagi bicsra sama kakak.Zila kecewa sama kakak"Zila terdengar menangis didalam kamar.


" Zila,maafkan kakak,kaka sangat sayang sama Zila,kaka tidak bisa jauh sama Zila" bujuk Mita


"Kalau kaka sayang Zila! harusnya kakak izinin Zila sekolah disini,biar Zila punya banyak ilmu kak! hik... .hik...." Zila menangis sangat kencang,dia tidak perduli dengan adab yang dia punya saat ini,dia sangat benci kakak nya dia terus berteriak menjawab semua perkataan kakaknya.


"Zila...buka,mari kita bicara!"


Pranggg


Pranggg

__ADS_1


Pranggg


"Zila...apa yang kau lakukan,zila...zila...buka.zila...


" Sayang...ada apa?bangun sayang...kau mimpi buruk ya?" tiba tiba Mita merasa ada yang mengguncang guncang badannya.


" Abang,hik...hik!" Mita pun membuka matanya dan memeluk tubuh suaminya,dia memendamkan kepalanya di dada suaminya yang penuh bulu itu,wangi sabun membuat Mita semakin tenang.Dia pun berhenti menangis.Izzam yang tadi mandi mendengar Mita berteriak segera berlari keluar,jadilah dia hanya memakai handuk se perut.


"Mimpi apa sih yank?serius amat,sampai nangis,mimpi di tinggal abang nikah lagi ya?hi hi hi" Goda Izzam sambil tertawa kecil.


Sementara Mita segera berdiri dan keluar kamar.


Cklek


"Zila, kakak mau bicara!" Mita ke kamar Zila dan mengajaknya ke ruang tamu.


"Ada apa kak?" Zila pun duduk di sebelah kaka nya


" Baiklah,kaka izinin kau sekolah disini,asal dengan Satu syarat! apa pun masalah Zila disini,ingat harus beri tahu kaka,walau cuma sakit kepala doang harus bilang!" Mita sangat takut kalau adik gadisnya itu di culik atau bahkan diperkosa begitu kali ya,kalau dia sendirian.


"Benarkah?syukron kaka emch emch" Zila menghambur memeluk kakanya dsn mencium pili kakanya berkali-kali.


" Apaan sih" Mita jadi grogi dan kaget,dia tak pernah diperlakukan seperti itu oleh adik kesayangannya itu.


"Jadi bagaimana?apa langsung tinggal disini?atau pamitan dulu ke guru-guru pondok,nanti biar kaka ipar yang ngurus surat pindah,kan dia yang pengen banget kamu sekolah disini!"ucap Mita sambil memegangi telalak tangan Adiknya.


" Langsung juga nggak papa kak,biar nggak buang buang ongkos pesawat" jawab Zila memang sedikit cemberut,karena tidak bisa pamitan sama sahabat sahabatnya.


" Oh tidak bisa! Kamu harus pulang dulu!kamu yang antar kakamu pulang,biar dia nggak nangis kaya bayi lagi" Ejek Izzam sambil melihat ke arah Mita.


"Ish abang apaan sih?" Mita pun memasang muka masam.


"Huak..huak..." Mita tiba tiba mual.


"Ada apa mi?" Lili datang dan duduk di sebrang Mita dan Zils.


"Nggak tau Li,beberapa hari ini perut terasa nggak enak?" jawab Mita.


" Ummi kapan terakhir haid?" tanya Lili lagi.


Semua mata saling menatap Mita tajam.termasuk Izzam yang terlihat sedikit membelalakkan matanya.


"Sayang...apa kamu belun haid bulan ini?" Wajah Izzam sedikit berbinar.


"Aku lupa.kalau bulan ini memang belum"


"Yeee...ummi punya dede bayi..." Sorak Ayana.


sontak saja semua krang oun menatap Ayana dan tersenyum.


"Belum juga diperiksa" Jawab mita lagi...


BERSAMBUNG....


maaf hanya bisa 1 atau 2 bab.

__ADS_1


karena bayiku lagi sakit.


Like dan komen jika berkenan.


__ADS_2