Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Penyelidikan Yaman


__ADS_3

Izzam dan Pak Bambang pun sudah sampai apartemen luar Kota. Mereka mempersilahkan pak Sopir pulang dengan menggunakan taksi, karena mobil akan di pakai Izzam selama di kota tersebut. Sesampainya di Apartemen Izzam dan Pak Bambang pun membersihkan diri, sebelumnya mereka sudah membeli baju dan lain-lain untuk keperluan mereka. Selesai mandi, mereka pun turun dan mencari tempat makan. Mereka memilih makanan lesehan berbagai menu tersedia di sana dengan harga satu porsi 200 ribu. Mereka memilih menu yang berbeda, karena beda selera.


"Apa yang akan Tuan lakukan?"


"Aku ingin sesegera mungkin menguak semua ini,"


"Aku sudah mendapatkan 2 detektif itu Tuan, malam nanti mereka akan datang ke apartemen."


"Baiklah, besok mereka sudah harus bekerja, aku ingin satu orang berangkat besok ke Yaman!"


"Baik Tuan."


"Sekarang aku mau istirahat dulu, ayo!" Mereka pun selesai makan dan pulang ke apartemen. Di Apartemen Izzam terus membaca tulisan di secarik kertas itu. Hatinya berdesir dan berdetak kencang setiap membaca nama Mita. perasaan yang membuat gugup dan sedikit berharap, bahwa dia akan menemukan istrinya itu, apa alasan semua ini, mengapa Mita menghilang, siapa yang memalsukan kematiannya, beribu pertanyaan, bertumpuk di kepalanya. Akhirnya dia pun tertidur.


Tok


Tok


Tok


"Tuan Zam! Apa kau masih tidur?"


"Sebentar!" Ceklek


Izzam pun membuka pintu.


"Tuan, itu dua orang yang ku janjikan."


"Oh, baiklah, Mari duduk!"


Mereka pun duduk di ruang tamu Apartemen.


"Siapa nama kalian?"


"Aku Raju, keturunan Arab."


"Kalau aku Rama indonesia asli."


"Baiklah, berarti yang harus ke Yaman adalah kau Raju, karena kau keturunan Arab, sedang kau akan bekerja di lPerusahaanku Rama."


Ucap Izzam tegas.


"Pak Bambang, tolong berri mereka Dp, kalau semuanya terungkap, aku akan membayar kalian 50 juta bersih, tanpa potongan, kalau masalah makan dan biaya hidup kalian itu nanti Pak Bambang yang mengurus, tenang saja!"


"Baik Tuan, terimakasih."


"Saya akan mengurus Visa dan tiket Online malam ini juga Tuan, kalian harus bermalam di sini untuk malam ini."


"Baik Tuan."


Izzam pun kembali ke kamarnya dan melanjutkan istirahat.


Sementara Bambang dan dua bawahannya pun terlihat membicarakan strategi mereka dan memesan tiket Online, Banyak yang mereka bicarakan, sampai akhirnya mereka memutuskan menyudahi obrolan itu dan tidur di ruang tamu.


Ke esokan harinya, Bambang menelpon Fasha untuk menerima Rama bekerja sebagai tukang bersih-bersih ruangan nya, karena Rama memerlukan pekerjaan itu, Bambang juga menjelaskan Rama butuh pekerjaan itu karena tidak dapat pekerjaan di lain.


Sementara Raju tampak sudah berada di bandara menuju Yaman. Setelah 2 jam berlalu Raju pin terlihat menaiki pesawat.


💐


Yaman 20.15


"Kakak, mengapa belum tidur?"


"Entahlah, ada ketakutan yang menyerang di dada ini Dik! aku tidak tau harus bagaimana, aku ingin kembali, namun aku takut."


"Kalau Kakak percaya pada Tuhan, Kakak tidak usah takut, ayo kita telpon Kak Zam!"


"Jangan! aku tidak yakin soal itu, aku takut Bang Zam akan membenciku, bahkan sangat membenciku."


"Itu resiko Kakak dari awal, aku sangat merasa berdosa Kak, aku tidak bisa lagi menyimpan semua ini."

__ADS_1


"Aku lerlu menyusun rencana untuk ini Zila, aku harus memikirkannya matang-matang"


💐


Indonesia 3 minggu kemudian.


("Hello Tuan, aku sudah menemukan wanita yang ku duga Mita! Apakah Tuan ingin melihat fotonya?")


("Benarkaj! iya, aku ingin melihatnya!")


Klok.


Pesan masuk. Izzam pun segera membukanya.


Deg. Spontan air mata Izzam jatuh tak terkendali.


"Mita...Apa yang kau lakukan di sana?"


#FLASHBACK#


"Maaf Tuan, aku cleaning servis baru."


"Oh, kau keluarga Pak Bambang kan?"


"Iya Tuan."


"Baiklah, kau khusus membersihkan ruangan ku ya? karena aku tidak percaya dengan orang yang tidak di kenal, karena kau keluarga Pak Bambang dan atas rekomendasinya, maka aku percaya padamu."


Sejak itu Rama pun nekerja sebagai cleaning servis ruangan Fasha saja.


Suatu hari.


("Hello, Zila, apa kabarmu sekarang?")


("Baik Kaka, bagaimana dengan Kakak?")


"Kakak Baik juga Kok, oh ya, bagaimana dengan Kak Mita? apa dia baik-baik saja?")


("Baiklah, nanti ku hubungi lagi ya?")


Tuut...


" Itu Adik Tuan ya?"


Basa-basi Rama pada Fasha, saat dia membersihkan kaca ruangan itu.


"Iya, dia sedang bersekolah di luar Negeri."


"Waaah, hebat dong, dimana Tuan?"


"Di yaman, tepatnya di Tarim."


benarkah? Ponakan Pak Bambang juga ada di sana tuan, kalau tidak salah di pesantrennya habib Abdullah bin syatiri"


"Benarkah? kalau Adikku di habib umar bin hafidz."


"Oh, hebat kalau bisa .asuk sana, kabarnya disana sangat mahal."


"Iya benar, dulu Kak Zam yang membayar biaya semuanya."


"Baik tuan, sudah beres, sekarang saya permisi."


"Silahkan!"


#FLASHBACH END#


💐


Kediaman Izzam.


"Yar, Papah kemana? sudah sebulan ini dia tak pernah terlihat di rumah? apa kau melihat atau tau kabarnya di mana?"

__ADS_1


Lili menanyai Ahyar yang sedang duduk pagi itu di teras sedang membaca koran. Karena Lili sibuk sendiri, party bersama teman-teman dan sibuk bekerja, bahkan sudah sebulan Papahnya tidak ada di rumah dia tidak memperdulikannya.


"Kata Om Fasha, Dia diam di luar kota bersama Pak Bambang dan sedang mengawasi perusahaan cabang di kota itu."


"Benarkah? dari mana kau tau? apa kau menelpon?


"Papah yang menelpon ku, dan menyuruhku menjagamu,Ayana dan Qiara."


Lili pun memajukan bibirnya 2 Cm.


"Jagain aku? kayak anak bayi saja." Lili pun masuk ke dalam.


"Li, bisakah kau menghargai ku sebagai suamimu?"


Ahyar pun membuntuti istrinya dsai belakang menuju kamar.


Bruk.


Tepat muka Ahyar di muka pintu, Lili pun menutup kamar kasar dan menguncinya dari dalam.


"Li!"


Tok


Tok


Tok


"Aku mau tidur, kau jaga Ayana dan Qiar seperti pesan Papah!"


"Wanita inj, benar-benar keras kepala, bagaimana aku harus melunakkan nya." Gumam Ahyar.


Ahyar pun berbalikenujj ruang tamu dan berbaring di sofa.


"Pah...pah." Tiba-tiba Qiara datang dan menindih perutnya dengan sikutnya.


"Qiara sayang." Ahyar pun bangun dan mengangkat gadis cantik itu ke pangkuan nya.


"Kak, kak Lili mana?- Ayana pun datang dengan membawa mainan Qiara.


"Tidur."


"Ayana mau makan dulu ya Kak!" Ayana pun pergi menuju dapur.


Seperti itulah keseharian Ahyar dan orang-orang di rumah itu, kembali seperti semula, saling tidak perduli satu sama lainnya. hanya Ahyar yang terlihat perduli dengan Qiara dan Ayana.


Sebulan sudah berlalu.


💐💐💐


Tarim, 12.25.( Yaman)


Mita sedang duduk di Balkon Apartemennya, Dia menikmati pemandangan sore itu.


"Kakak, ini tehnya!" Zila menyodorkan segelas teh angat dan tercium wangi.


"Terimakasih."


"Apa Kakak merindukan indonesia?"


"Tentu saja,aku sangat merindukannya."


Tap


Tap


Tap


Seorang pria berjenggot mendekati mereka, dan duduk berjarak 2 meter dari mereka.


"Apa kalian dari Indonesia juga? maaf aku tadi mendengar kalian bicara"

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2