
Belah Duren Yuk!
_______________________________________________
Setelah Izzam sukses dengan operasinya sebulan yang lalu, kini mereka hidup bahagia, Tami mau Lili pun sama sekali tidak pernah di izinkan untuk bertamu ke rumah mereka, kalau ingin bertemu Ayana, maka Ayana akan di antar ke rumah lama Tami oleh Sopir, sama sekali tidak ada akses untuk merusak rumah tangga Izzam dan Mita lagi. Aunte yang di sogok Lena pun telah di perhentikan karena telah di laporkan oleh Aunte lainnya.
Hanan dan Zila.
"Sayang, apa sudah beres semua barang-barang kita? jam 3 nanti kita akan pindah ke rumah baru kita, ke istana kita sendiri."
"Udah kok, semuanya sudah di masukkan dalam koper dan tas lainnya "
Ternyata Hanan dan Zila akan pindah rumah hari ini.
"Ayo kita temui Kak Mita dulu, sekalian pamitan sama Ezra dan Ayana!" Hanan pun menggandeng istri Virginnya itu mesra.
"Baiklah."
Mereka pun menuju ruang keluarga, karena jam segini(10 pagi) mereka akan menghabiskan waktu bermain di ruang keluarga. Izzam juga jarang masuk kantor karena ada Fasha yang sekarang menghandle semua pekerjaan kantor.
"Kak Mita, sore ini kami jadi pindah rumah kak."
"Kenapa harus pindah sih Zil, di sini kan masih banyak kamar kosong, lagian rumah ini sangat luas."
"Kak, kami mau mandiri Kak," Tambah Hanan lagi.
Kalau di sini terus bisa-bisa nggak pernah ada kata belah Duren nih.
Batin Hanan.
Karena mereka berjanji, nggak boleh di ceritain masalah ranjang mereka, walau pun mereka belum belah Duren sekali pun.😃.
"Tapi kalian harus sering ke sini ya, nanti Kakak kesepian." Ucap Mita memalas
"Mereka juga harus belajar berkeluarga sayang, berikan mereka kesempatan untuk membuat dunia mereka sendiri." Ucap Izzam.
"Abang nggak suka ya, kalau aku sering sama Zila, dia satu-satunya adik cewekku Bang."
"Tentu saja aku nggak suka sama adikmu itu, kalau aku suka, nanti kamu dan Hanan bisa ngamuk kaleee." Canda Izzam dengan ekspresi beku sedingin es, sambil nyemil kacang mente kesukaannya.
"Ih Abang, orang lagi serius."
"Helo sayang, Tante mau pamit dulu ya... Ezra pinter-pinter sama Teh Ayana ya? jangan bandel."
Ezra yang baru berusia 3 bulan setengah itu tampak tersenyum seakan mengerti apa yang dibicarakan Zila.
"Kalian sudah beres-beres?" Mita tampak berdiri dari duduknya. dan berjalan menuju kamarnya.
"Udah Kak.- jawab Zila.
" Zil sini!" Mita melambai ke arah Zila agar Zila mengikuti langkahnya.
"Ada apa sih Kak," Zila pun berdiri dan mengekori Kakaknya.
__ADS_1
"Jangan lama-lama bawa istriku Kak!" Canda Hanan, sambil tersenyum manis, sangat manis.
"Masih saja seperti dulu." Komen Izzam tanpa menatap Hanan.
"Ya iyalah Bang, namanya juga belum MP, ups."
keceplosan.
"Hah? apa? Mp? apaan tuh?" Izzam pura-pura nggak tau atau benar-benar nggak tau.
"Nggak papa, tau ah, terimakasih ya Kak ipar, selama ini telah baik padaku, Berkat Kak ipar akhirnya aku bisa bersama dengan Zila, bukankah kita mempunyai masa lalu yang sama,"
"Sama, apa maksudmu?"
"Aku tau kok cerita masa lalu Kakak, masa laluku juga kurang baik, maka aku akan memperbaikinya, dengan wanita yang sholehah seperti Zila, aku sangat beruntung." Ucap Hanan lagi.
"Jadi kau juga seorang pemabuk?"
"Bukan itu, ada yang lain yang tak bisa aku ceritakan."
"Oooh."
"Ayo Babang, udah beres." Zila muncul dari balik pintu sambil menggenggam uang segepok.
"Buat apa uang?" Hanan malah bingung.
"Buat Zila jaga-jaga kalau kamu jahatin" ucap Mita asal.
"Yeee, nggak bekalan kalee. Ngendapatinnya aja susah amat, masa mau di jahatin sih." sahut Hanan protes.
Gumamnya lagi dalam hati.
"Ayo ah, nggak usah berdebat." Ucap Zila lagj sambil menarik kopernya keluar.
Mereka berdua pun sudah terlihat masuk ke dalam mobil mewah itu.
"Kakak kami berangkat dulu ya, nanti kalau sampai aku kabarin ya." zila pun pamit dan ucap salam Zila meneteskan air mata begitu juga Mita.
di perjalanan.
"Gitu aja nangis." ucap Hanan.
"Abang, aku sedih tau."
"Sedih kenapa? malah harus senang, bentar lagi kita akan dapat momongan hihi."
"Yee, ke sana terus otaknya, mesum ah." Zila menutup sendiri mukanya dengan tangannya, karena merasa malu sendiri.
"Emang kamu ngembayangin apa? orang cuma bilang anak, jangan-jangan bayangin nanti malam ya heh heh." Hanan pun menaikkan kedua alisnya.
Buk buk buk.
"Tau ah." Zila memukul pundak suaminya manja.
__ADS_1
"Emmmmh, greget aku tuh, masa udah 3bulann kita belum Mp juga, aneh tau nggak."
"Maaf, itu karena kita terlalu sibuk dengan kondisi Kakak kan."
"Malam ini nggak boleh gagal."
"......" Zila pura2 menatap kaca jendela dan menikmati hembusan angin.
Tak terasa mereka pun sudah sampai di sebuah rumah besar yang megah.
"Lho kok ke sini Bang?"
"Kita nginep di rumah Mamah dulu, seminggu, baru kita nanti pindah ke rumah sendiri." Ucap Hanan.
Zila pun tak menolak, mereka pun turun dan di sambut oleh beberapa pelayan yang siap membantu mengangkat bawaan mereka.
"Eeeeh sayangku udah datang."
"Kakak ipaaaar, emch emch. wangi banget Kak? pakai parfum apa?"
"Kakak nggak pakai Parfum dek, nggak boleh, ini juga nggak keciuman kalau kamu nggak nempel ciumnya." sahutZila.
"Masa nggak boleh Kak? kalau bau badan gimana?"
"Ya nggak boleh kalau tercium oleh yang bukan Mahromnya. takut mengundang syahwat."
"Trus Kakak pakai apa?"
"Kakak pakai ramuan alami saja, seperti jamu, atau daun min daun kemangi agar tubuh nggak bau, ini jubah pakai sabun yang harum nggak pakai parfum kok."
Mereka pun sampai di muka kamar dan di lantai dua.
"Et et, kamu mau ngapain?" Hanan mencegat adiknya masuk.
"Mau masuklah mau bercerita sama Akak ipar, aku kan dari dulu pengennya punya aAkak cewe." Adik Hanan sengaja manggil Akak seeprti upin kalee ya😄.
"Nggak boleh! sana dulu!" Hanan mendorong adiknya keluar.
Bruk
"Akaaaaaak." Adiknya berteriak karena di tutupin pintu.
"Bang, apaan sih, kasian dia."
Hap
"Lebih kasian mana dia atau aku hemmm."
Hanan pun dengan berani memeluk istrinya erat dan membawanya berbaring ke ranjang king size, yang sudah di taburi bunga-bungaan oleh mamahnya Hanan. Tentu atas permintaan Hanan sebslum mereka datang.
"Bang, masih siang."
"Biarin. aku kebelet, nggak mau lagi gagal."
__ADS_1
Hanan pun melepas semua pakaiannya, dan menarik cadar juga kerudung istrinya.
BERSAMBUNG....