Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Menginap


__ADS_3

Lelaki yang di panggil Ucok pun sangat senang mendapat uang 200rbu dari tuan Lesmana. Ucok mengantar Tuannya sampai depan Club, dan kembali ke dalam ketika Tuan Lesmana sudah memasuki mobilnya.


"Lili, jangan terlalu banyak minum, nanti kamu nggak bisa bangun." Teriak Tami pada putrinya itu.


"Iya, Mah, hari ini biar jadi milik kita berdua Mah, ayo minum, hahaha." Lili yang udah sempoyongan pun masih meneguk minuman di gelasnya.


"Tami, anakmu cantik banget, bokeh buatku nggak?" Seorang lelaki seumuran Tami kembali membisikkan suara itu di telinyanya.


Puk


Puk


"Bau tanah loe." Tami menepuk nepuk pundak lelaki itu.


"Biar bau tanah, tapi kantong tebaaaal, semua wanita pasti tak menolakku." ucap lelaki itu lagi.


"Buatku saja, aku akan melayanimu bagaimana?" ucap Tami setengah mabuk, namun masih bisa mengendalikan diri agar tidak terjatuh.


"Apa kau mau? tapi aku nggak suka tsandar lho?"


"Maksudnya apa sih?"


"Aku nggak suka gaya standar, aku suka berbagai macam gaya, bagaimana?" Tanya lelaki itu lagi.


"Oke. asal kau bisa membayarku mahal, setuju?" Tami menantang.


Walau Tami sudah berumur hampir 50 tahun, namun wajahnya tetap kencang dan mempesona, karena perawatan yang mahal.


"Setuju, ayo!" Lelaki itu tampak menggandeng Tami keluar dari club tersebut. menuju ke sebuah Hotel. Sementara Liki oun tampak semakin mabuk dan tak bisa lagi berdiri.


Bruk


Akhirnya dia pun jatuh.


"Nona, ah sial, dia pingsan." Lelaki yang saat itu dekat dengan Lili pun menggendong tubuh Lili dan membawanya menuju pintu keluar.


"Tunggu! sini Nona Lili." Ucap Ucok pada lelaki yang sedang meggendong Lili.


"Enak saja. Aku yang lebih duku bersamanya." ucap lelaki itu.


"Tidak! dia Nonaku, aku akan mengantarkannya pulang." Ucap Ucok lahi sambil menarik Lili.


Buk


Hantaman keras mendarat di pipi Ucok, dan mengeluarkan darah.


Buk buk buk


Ucok pun membalas.


"Hey, ada apa?" security oun mendekati mereka berdua.


"Ini pak, dia Nona saya, saya akan mengantarkannya pulang."


"Dia bohong, dia wanita saya." ucap Lelaki itu.


"Baiklah, kalian tunggu di sini, saya akan mencek dengan siapa dia di sini tadi, siapa namanya."


"Baiklah, ini, ambil saja." Ucap pemuda yang tadi menggandeng Lili.


Ucok pun mengambil Lili dan membawanya keluar. Ucuk mendudukan Lili di Sofa di depan club dan memberikan percikan air mineral, namun masih tertidur.


'Tuan, Nona Lili sangat mabuk dan tertidur, tadi sempat ada lelaki yang ingin membawanya pulang, sekarang sudah aman beraama say.'


'ke mana ibunya?'


'Tidak tau Tuan, saya tidak memperhatikan, saat saya melihat Nona sangat mabuk, mata saya terus tertuju padanya.'


'Baiklah, kau ambil Hp Lili dan cari no mamahnya.'k


'Baik Tuan.'

__ADS_1


'Baik Tuan.'


tuut


Ucok pun mengambil Hp Lili dan mulai mencari chat sapaan yang oaling akrab, mungkin papah mamah dan lainnya.


"Pasti ini, mama muda."


dret dret dret.


'Hello! Lili ada apa?" Suara di sebrang sana.


'Maaf Nyonya, nona Lili mabuk berat dan sekarang ada di Club Z.'


'Mabuk? baiklah, kau tolong antarkan dia naik taksi dan bawa dia ke mari.' Ucap wanita di sebrang sana.


'Baik Nyonya.'


*


*


*


"Bang, bangun!" Mita membangunkan Izzam yang,sudah tertidur lelap.


"Ada apa sayang, apa Ezra rewel?"


"Tidak Bang, Lili mabuk, barusan ada yang telpon, sekarang Lili di antar orang itu ke mari, trus bagaimanq dengan Qiara?"


"Dasar anak ini, benar benar tak berubah. baiklah, aku akan menjemput Qiara, biar dia tinggal di sini saja, apa kau tidak keberatan?"


"Kalau Qiara dan Lili aja sih nggak papa Bang."


"Baiklah, aku berangkat dulu ya.aku sama Ayana aja, biar dia yang nemenin nanti."


"Oke, hati hati Bang, udah malem. kalau ada cewe melambai, abaikan aja Bang."


"Emang kenapa? cemburu ya?"


"Ah sayang jangan nakutin dong heeeee." Bulu kuduk Izzam bergidik saat mendengar kunti.


Akhirnya Izzam lun berangkat dengan Ayana untuk menjemput Qiara.


"Emang kak Lili kemana Pah?" tanya Ayana, gadis berusia 11 tahun itu sangat cantik seperti blesteran gitu.


"Nggak tau nak, kamu tidur aja dulu ya, nanti kalau sampai papah bangunin."


Ayana pun nyambung tidur di mobil karena sangat ngantuk, sementara Mita harus menemenin Ezra yang masih berusia 4bulan.


akhirnya Ayana oun sampai di rumah lama Izzam.


"Ayana, udah nyampai, ayo!"


Izzam pun menggoyang goyang tubuh Ayana sampai dia terbangun.


Tap


Tap


Tap


"Bibi."


tok tok tok


Ceklek


"Non? ada apa?"


"Qiara mana Bi? kami akan membawanya," Ucap Ayana yang berlari lebih dulu mendahului papahnya.

__ADS_1


"Di kamar Non, sudah tidur."


"Tolong bawakan ke mobil Bi, biar aku yang jagain."


Ayana memang sangat sayang sama Qiara atau pun Ezra.


"Baik Non." Bibi pun mengangkat Qiara dan membawanya ke mobil, sementara Izzam masih asyik ngobrol sama paman satpam penjaga gerbang.


"Pah, ayo!"


Mereka pun kembali pulang. sesampainya di rumah ternyata Lili juga sudah sampai di Kastil Izzam yang megah.


*


*


*


Pagi yang cerah, Zila tampak sudah berkemas dan memakai Cadar Biru kesukaannya.


"Babang, kita nginao 2 hari ya di rumah Kaka Mita."


"Iya, terserah aja, asal jatahku nggak di kurangin ya hihi." Hanan cengengesan.


"Ih Babang, apaan sih. ayo!"


Mereka pun keluar dari kamar.


"Sayang, jadi bermalam di Kastel?" Tanya Mamah Hanan yang juga sudah rapi.


"Iya Mah, kangen Ezra nih." ucap Zila.


"Makanya cepetan juga kasih mamah momongan."


Baru setengah bulan mah, mamah sih nggak tau betapa susahnya dapetin MP sma Zila.


Bathin Hanan


"Hanan, kok ngelamun?"


"Bang, ayo!" Zila sudah jauh di depan pintu.


"Oh iya Mah, tunggu mah ya, sebentar lagi mamah punya cucu kok, malah nanti mamah yang kelelahan jagain cucu yang banyak hahaha." Hanan pun salim dan pamitan.


Mereka berangkat ke kastel Izzam,dengan mobil terbaru Zila hadiah dari pernikahan tepatnya hadiah MP dari Hanan😃


Di Kastel........


"Kak Lili makan dulu, udah di tunggu Papah di dapur." Ayana yang membangunkan Lili pagi ini tampak senang, dia bermain dengan Qiara dari pagi pagi sekali.


"Iya, bentar." Liki pun bangun dan merapikan tempat tidur Ayana.


Tap


tap


Tap


Lili pun menuju dapur.


"Ezraaaaaa, Ayanaaa." Terdengar suara panggilan dari depan pintu, ternyata Zila dan Hanan sudah tiba di kastel Izzam.


"Oh, ada kak Zila, Kakaaaaak." Ayana yang memang memanggil Zila kakak sangat senang, sekarang ada Qiara juga Zila yang akan menemani mereka.


"Zila? apa dia dengan suaminya?" Tanya Lili.


Mita yang mendengar pertanyaan Lili pun menjawab.


"Iya, mereka akan minginap di sini selama 2 hari."


Selesai Mita menyiapkan meja makan, Dia pun ke depan untuk menyongsong adik kesayangannya itu.

__ADS_1


Lili juga tergesak gesak mencuci muka pengen melihat suami Zila


BERSAMBUNG....


__ADS_2