Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Makin Mesra


__ADS_3

Siang itu, Mita terlihat duduk di teras Rumah sedang makan mangga muda, dia pun terlihat sambil membaca buku Fiqih yang pernah Zila berikan padanya.


ooh, jadi begitu ya, kalau Nifas itu nggak nunggu 40 hari baru selesai.


Nifas. Paling sebentar satu hari, paling lama 60 hari, dan lazimnya(kebiasaan) 40 hari.


Setelah melahirkan hari ini, terus besok sudah bersih, nggak ada darah atau lendir. Berarti sudah wajib Sholat dan puasa.


ooh, aku baru tau kalau begini caranya


gumam Mita.


Kalau darah berhenti di 20 hari setelah lahiran, dan bersih dari darah dan lendir, maka sudah wajib mengerjakan kewajiban.


(seasion ini boleh nanya-nanya ya akhwat, kalau bisa aku jawab akan ku jawab)


Hemmmmm. Sangat bermanfaat sekali ini.


"assalamualaikum, cup." Tiba-tiba Izzam datang dan mengecup dahi istrinya.


"Abang! kapan datang? aku nggak dengar ada mobil datang?" ucap Mita heran, kok suaminya itu langsung nkngol aja kya jailangkung.


"Kamu yang terlihat aneh, masa baca buku sambil melirik atap." Ucap Izzam lagi heran.


"Hi...hi...hi...itu karena lagi memikirkan buku yang diberi Zila ini bang." jawabnya.


"Ayo! aku lapar, helo sayang, apa kabar?" Izzam pun menunduk dan membelai perut Mita lembut.


"Papah! kok pulang, kenapa papa sekarang kalau siang pulang terus?" Lili yang muncul dsri kamarnya lun menyamnut kedatangan papahnya her.an, biasanya juga dari pagi sampai malam nggak pulang-pulang, bahkan sampai subuh baru pulang dalam keadaan mabuk.


"Ya mau lihat calon anak papah dan juga cucu papah lah, mau apa lagi? ini kan rumah papah, emang nggak boleh pulang siang?" Izzam pun menggandeng Mita di tangan kanannya dan menggandeng Lili di tangan kirinya. Lili oun terpaksa menuruti papahnya berjalan menuju dapur.


"Bibi mana? kita kan punya bibi mulai hari ini?" tanya Izzam lagi.


"Bibi kerjanya cuma nyuci, ngepel, nyapu dan rapi in lemari, kalau masak kan Ummi nggak percaya tu ama orang, malah Lili disuruh bantuin potong-potong sayur."


Lili terlihat sedikit cemberut. Sementara, Izzam tersenyum dan sangat bangga pada istri cantiknya itu. Sementara Mita hanya diam dan sedikit tersenyum.


"Tapi kan Lili mau istirahat!" Lili pun melepaskan pangkuan papahnya dan duduk di kursi dapur.


"Li, kamu harus belajar mandiri, mungkin suatu saat kamu akan dapat jodoh, masa kamu nggak bisa masak, kalau ketemu mertua yang kejam kan kamu bisa langsung di tendang!"


Ucap papahnya lagi menasehati Lili. Sementara Mita tak banyak bicara, kalau sudah ayah dan anak itu berdebat. Dia pun menyiapkan makan siang untuk mereka.


"Ayo makan!" Ketika semuanya sudah siap, Mita pun mengajak makan.


"Ayana mana Li?"


Karena dari pagi Ayana terlihat nempel terus sama Lili dan mengelus perut mungil Lili, dia sangat senang saat tau Lili hamil, walau awalnya bingung kenapa bisa hamil, kan Lili belum menikah.


"Tidur Mi." Kahirnya mereka pun makan bersama, selesai makan Lili oun kekamar.


"Li, sholat zuhur dulu baru tidur ya!" Ucap Mama sambungnya itu memperingatkan.

__ADS_1


"Iya Mi." Lili pun berbalik kebelakang untuk ngambil wudhu. Izzam tersenyum dan menatap istrinya penuh misteri.


"Sayang, terimakasih untuk semuanya." Izzam pun bangun dan memeluk istrinya dari belakang saat Mita mencuci piring di Wastafel.


"Bang, nanti keliatan Lili, Lili kan lagi dikamar mandi bang." Mita pun khawatir dan takut menyakiti hati wanita hamil yang tak punya suami itu.


"Sudah telat, sudah liat dari tadi!" Lili tiba-tiba bersuara dan ngeluyur melewati sepasang suami istri yang lagi peluk-pelukan. Karena merasa kaget, Izzam pun hanya bengong tanpa melepas pelukannya dari pinggang istrinya.


"Nah kan bang, apa ku bilang, ngambek tuh." Ucap Mita sambil melerai tangan suaminya. Namun tangan suaminya tidak mau lepas ,malah makin erat.


"Biarin, siapa suruh hamil tidak bersuami!" Bisik Izzam di telinga Istrinya lagi.


"Ish, abang, itu kan didikan kalian berdua!" ucap Mita lagi pada Izzam.


"Ummi, kalian ngomongin apa sih kok bisik-bisik? kan nggak ada siap-siapa!" Tiba-tiba Ayana datang dengan wajah kusut karena bangun tidur. Dan sambil menggosok-gosok matanya.


"Eh, anak Ummi yang cantik udah bangun, sini sayang makan dulu!"


Mita pun langsung jaga jarak dengan Izzam, dan Izzam pun kali ini tidak bisa menolak.


"Sayang, setelah Ayana selesai, ke atas ya! dan Ayana ke kamar kaka Lili lagi, temenin kakak, takutnya kakak Lili mau lahiran sakit perut nggak bisa jalan, nanti siapa yg nolongin kalau Ayana nggak ada." Ucap Izzam sambil berjalan menuju tangga.


"Mau ngapain sih?" Ucap Mita heran, dan sedikit menduga kemauan Suaminya itu.


"Ngajak istri ke kamar aja malah di tanyain mau ngapain, kalau ngajak istri orang, baru di tanyain." ucap Izzam sambil terkekeh.


"Iya, iya!" Mita hanya mampu menjawab demikian.


"Ummi, Ummi kapan lahiran?" pertanyaan Ayana yang polos itu bikin Mita tersenyum geli.


Guman Mita.


"Nanti, kalau perut Ummi sudah sebesar ini." Mita menautkan ujung-ujung jarinya di depan perut.


"Ooh, kalau kakak Lili kapan?" Yanyanya lagi.


"Sama dong, nunggu besar dulu." jawabnya lagi.


Ayana pun sudah menyelesaikan makannya. Dan berjalan menuju kamar atas, sedang Mita membersihkan meja makan san mencuci piring kotor.


Ceklek


Ayana membuka kamar ayahnya.


Bruk


"Au, Papah ngapain sih?" Tiba-tiba Izzam menabrak dan memeluk kepala Ayana, karena Izzam kira adalah Mita.


"Hey, Ayana? ngapain kamu kesini, sana turun.


!" Izzam pun mendorong tubuh Ayana dan membimbing nya menuruni tangga, dan mengantarnya ke kamar Lili.


"Papah ngapain sih, Ayana mau sama Ummi" Rengek Ayana heran.

__ADS_1


"Ummi kan lagi beres-beres dapur, papah mau tidur siang, papah capek habis kerja buat cari uang kalian berlima." ucapnya.


"Berlima? satu, dua, tiga, empat, cuma 4 pah!" Ayana pun menghitung dengan jari telunjuknya.


"Pokoknya Papah mau istirahat, nggak mau di ganggu, kalau ada kamu nanti brisik."


Bruk.


Izzam pun memasukkan Ayana ke kamar Lili dan menutupnya keras.


"Ish, Papah brisik." Lili yang baru saja tidur siang pun terbangun.


Izzam tersenyum dan ke dapur mendatangj istrinya.


Hap


dia menarik tangan istrinya dan membawanya ke atas.


"Bang, apaan sih? aku lagi Nyuci piring."


Cup.


Izzam mencium istrinya di kepala sambil menaiki tangga.


Cklek.


Izzam membuka pintu.


Bruk.


dan menutup dengan kakinya


Krek krek.


Dan di kunci 2 kali. Izzam langsung membawa istrinya ke kasur dan mengajaknya tidur siang.


"Abang apaan sih?" Mita pun melepaskan kerudungnya dan berbaring di samping suaminya yang tidur telentang.


"Aku nggak ngapa-ngapain kok, pokoknya aku mau tidur siang hari ini di temanin kamu!" Ucap Izzam. Izzam memeluk tubuh istrinya, dan mencium wangi rambutnya. Mita hanya diam dan mulai memejamkan mata, mencoba untuk tidur siang, walau pun dalam kondisi di ganggu sang suami.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu di ketuk.


"Mas, buka, aku mau bicara!" tiba-tiba suara Tami berteriak di depan pintu Izzam. Izzam yang baru saja tidur sambil memeluk istrinya pun


terbangun.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Yang puasanya masih bolong di tahun kemarin, lunasin dulu ya...😁


jangan lupa Like supaya author lebih semangat cari idenya SYUKRON jazilan katsiran aamiin.


__ADS_2