Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Mata mata


__ADS_3

Lili pun membubuhkan tanda tangannya di atas kertas putih pemberian sopir, yang sudah di isi Mamah Hanan dengan pernyataan.


"Baiklah, jadi kalau kau mengganggu Anakku dan menantuku, kau wajib mengembalikan uang yang sudah ku berikan tiap bulannya." Ucap Mamah Hanan.


"Baik Tante, saya setuju, tapi Tante juga tidak berhak mengasuh anak saya, hanya boleh bertemu."


"Oke, deal." Mama Hanan pun memberi Dp 5 juta, karena dia tidak banyak membawa uang.


"Sisanya akan aku transfer, ingat, kalau kau kebetulan bertemu anakku, pura2 saja tidak melihat, oke?"


"Oke Tante." Perempuan matre itu kan gampaaang, dia akan menjual harga dirinya demi uang kaaan๐Ÿ˜Š.


Mereka pun berpisah.Sepanjang jalan Lili sangat senang, kini dia tak perlu repot repot lagi bekerja. Sesampainya di rumah lama Lili


Bruk


"Mamah, kau di mana? hello." Lili dan Qiara masuk sambil berlari kecil.


"Li apaan sih? kok girang amat?" Tami yang baru saja keluar dari kamar mamdi lun heran mendengar anaknya teriak teriak.


"Mah, tau tidak, aku hari ini dapat rezeki nomplop Mah, hahaha, emch emch." Lili menciumi mamahnya.


"Ah,apaan sih heli ah, jorok, di kira orang lesbi lagi Li sana sana!" mamahnya mengusir Lili.


"Mmmm, emang mamah nggak mau tau?" Lili menggoda mamahnya dengan gaya centilnya.

__ADS_1


"Apaan?" Mamahnya masih jual mahal dan terus berjalan menuju kamarnya.


"Tarrrraaaaa." Lili lun menghamburkan uang 5 juta ke kepala mamahnya.


"Woooow, Lili... di mana kamu dapat uang ini, banyak banget." Mamah Lili oun memunguti uang yang di hamnur Lili, begitu juga Qiara.


"Amah uang uang" Ucap Qiara sambil mengambil beberapa lembar dan menyerahkan pada Lili.


"Mah, mulai sekarang, kita tidak akan kekurangan lagi, tau tidak? aku hari ini ketemu mamah Nicol mah ooooh." Lili sambil meletakkan kedua tangannya di pipinya sendiri, dan menekan nekannya.๐Ÿ˜ƒ


"Benarkah? lalu, uang inj? apakah dia yang memberikannya?"


"Iya Mah, 5 juta, ini hanya Dp lho, aku akan dapat jatah 2p juta satu bulan. oooh mamah." Lili pun memeluk Tami erat dan menggoyang goyangkannya.


"Apa? 2o juta, gila loe Li, apa bener aku nggak salah dengar kan?" Tami pun tampak sangat penasaran.


"Apa mereka sangat kaya? kenapa kau tidak minta di nikahkan saja sama putranya heh?"


"Mah, ini tu perjanjian mah, Nicol udah menikah, dan kalau aku ketemu Nicol aku nggak boleh nemui dia, kalau sampai aku merusak perkawinan mereka, maka aku harus menyerahkan uang ini tiap bulannya mah. 20 juta itu udah cukup buat kita makan dan shoping." Ucap Lili.


"Sudah menikah? apa kau tidak ingin mempertemuakn Qiara dengan Nicol?" Tanya Tami heran.


"Nggak Mah, selama mamah Nicol menepati janjinya. Sudahlah Mah, mamah tidak usah lagi terlalu keras bekerja. lagian papah Izzam juga slalu kasih kita uang kan buat belanja dapur. 20 juta ini hanya buat shoping mah aman." Uxap Lilk


mereka pun mengambil semua uang yang berserakan dan membagi dua.

__ADS_1


"Baiklah, malam ini aku mau klubing, apa kau mau ikut?"


"Ikuuut, Qiara biar sama Bibi aja, aku mau mandi dulu mah."


*


*


*


"Tami? siapa dia? cantik juga." Seorang lakilaki mendekati Tami yang sedang duduk menghadapi minuman ke ras, pria itu menunjuk ke arah Lili.


"Jangan ganggu dia, dia anakku." Ucap Tami.


"Anakmu? boleh untukku doong? nemenin doang kok, aku pasti bayar mahal."


"Hush, nggak, kami ke sini buat bersantai, bukan untuk ngelayani orang tau." Tami terus asyik minum sedang Lili asyik berjoget sambil minum, tak jauh dari Tami.


Tampak dari kejauhan sepasang mata sedang mengawasi mereka.


"Cok! kau awasi 2 wanita itu sampai meraka pulang, aku ingin mereka baik baik saja." Ucap Pria itu sambil berdiri dan memberikan 2 lembar uang berwarna merah kepada pria cengkring yang di panggil ucok.


"Baik Bos."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


CUMAN DIKIT YA


AUTHOR KEBELIT MAU MANCING HARI INI๐Ÿ˜„


__ADS_2