
Setelah banyak membeli berbagai macam mainan dan juga pakaian bermerek, Qiara pun di ajak bermain main di tempat permainan sampai jam 10 malam. Akhirnya Qiara terlihat ngantuk dan tertidur di gendongan Hanan.
"Nan, seandainya dia anakmu dan Zila, mamah sangat senang, lihatlah dia, walau hanya bertemu denganmu satu kali, namun dia terlihat sangat akrab denganmu, mengapa ini harus anak Lili? ish wanita itu, sangat matre." Ucap mamah Hanan kesal.
"Mah, semua itu hanya kecelakaan mah, itu pun di bawah alam sadar ku, setelah aku mabok dan Lili pun dengan sengaja memberi obat perangsang padaku, aku tak berdaya Mah."
Ucap Hanan yang juga sangat kesal bila mengingat satu malam itu.
"Hups haaaaah, sudahlah."
Mereka pun sudah sampai mobil. Qiara di letakkan di kursi belakang bersama Nimud.
Pertama tama mereka mengantar Qiara dulu.
Rumah Lili tampak sudah sepi.
Ting tong
Security tidak ada di pos jaga.
Bel pun sudah di pencet, namun tak ada yang keluar. Hanan pun menggendong Qiara dan masuk ke halaman di iringi Nimud.
"Li...kau di dalam?" Tak ada sahutan. Ketika pintu akan di ketuk, tampak secarik kertas di handle pintu.
"Tante, aku keluar mendadak, karena aku tidak punya no HP Tante aku terpaksa menulis di kertas. Tolong bawa Qiara ke rumah Tante besok akan aku jemput, atau sopir Tante yang antar ke mari. Ini nomor HPku Tante." Pesan itu dari Lili.
"Jadi dia pergi? Mah, bagaimana ini?" Hanan tampak terlihat panik.
"Biar kita bawa ke rumah mamah saja, ayo!" Mereka pun meneruskan perjalanan pulang.
"Yes, berhasil." Ucap Lili yabg berada di balik Tirai kamar muka bersama Tami.
__ADS_1
"Kita harus mendapatkan harta yang banyak dari keluarga itu Li." Ucap Tami.
Ternyata ini sudah di rencanakan Tami dan juga Lili. Ternyata mereka berada dalam rumah, sengaja bersembunyi. Tami yang licik, dia akan berusaha apa pun demi mengambil hati Hanan dan keluarganya.
"Besok kamu yang jemput ke rumah Nicol kan?" Tanya Tami.
"Aku tidak tau alamat rumahnya mah?" Ucap Lili.
"Kau tanya saja sama mantannya si Sinta itu, dia pasti tau kan?" Otak Tami memang pintar karena slalu mencari akal demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Oh iya, tapi apa dia mau memberi alamatnya?" Lili tampak ragu.
"Kau coba aja dulu, udah ah, aku mau tidur, besok harus ke toko lagi buat nambahin uang belanja kita." Tami pun masuk ke kamarnya.
Lili pun mengambil Hp nya dan menelpon Sinta, namun tak ada jawaban sama sekali.
"Mungkin dia tidur kali ya, biar besok pagi aja deh.
* * *
"Pulanglah mah? oh iya, aku mau telponan dulu sama Zila VC sama mamah ya, pasti in bahwa aku sama mamah. takut dia curiga, ini sudah jam 11 lagi." Ucap Hanan dia pun mengambil HPnya dan menelpon Zila.
'Assalamualaikum sayang, udah bobo?'
'Babang, wa alaikum salam, di mana?'
'Ini baru sampai ngantar mamah, ini.'
Hanan pun mengarahkan kamera ke muka mamahnya. Sang mamah pun melambai.
"Ya udah cepet pulang udah larut malam.'
__ADS_1
'Iya emchhh.'
Zila hanya membalas dengan senyuman. Hanan pun pamit dan meluncur menuju kastel Izzam. setelah 40 menit kurang lebih dia pun sudah sampai.
Tap
Tap
Tap
CEKLEK
"Assalamualaikum." Tak ada sahutan, pasti Zila sudah tidur. Benar saja tampak Zila sudah mendengkur halus di dalam selimut tebal, karena AC di hidupkan.
"Cantik sekali dia, mudahan kita cepat dapat momongan. Hah? ya Allah, aku lupa lagi!" Hanan pun menepuk jidadnya sendiri nyaring membuat Zila terbangun.
"Babang? udah datang? mana pesanan Zila?"
"Maaf sayang, Babang lupa." Hanan pun memeluk istrinya dan menciuminya berulang ulang tanda meminta maaf karena melupakan pesanan istrinya. Dia sangat menyesal kembali melupakan pesanan itu.
"Nggak papa kok, masih ada waktu, sana! Babang ganti baju dulu, bau apek nih." Zila pun menahan mual yang tiba tiba datang.
"Baik, maaf ya...maaaaf banget, emch."
Hanan kembali mencium pipi istrinya. Kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Zila hanya menatap sendu.
Babang, apa yang kau pikirkan? Baiklah, aku tidak akan bertanya, aku akan menunggu Babang bercerita sendiri, mungkin itu Privasi Babang.
Batinnya
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Mampir di PEMBUNUH BAYARAN PALSU PERENGGUT KEPERAWANANKU
juga ya!