Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Berpelukan erat


__ADS_3

"Kita mau ke mana sih Bang? aku perlu nelpon kakak dulu." Mereka sudah sampai di depan Travel pesawat.


Hap


"Jangan! kita akan menelpon kalau kita sudah sampai." Ucap Hanan. Hanan pun mematikan Hp mereka berdua. kini hanya mereka berdoa.


Mereka pergi dengan grabe, dan tidak membawa mobil. Sementara di kediaman Izzam.


"Lili! jadi benar, kalau Hanan atau Nicol itu orang yang sama?" Tanya Izzam.


"Iya Pah, apakah Papah akan menikahkan kami?" Tanyanya tanpa rasa malu.


"Enak saaaja, itu hanya masa lalu, bukan urusanku tau! Hanan sudah menikah, dan dia sangat mencintai Zila, nggak mungkin akan mau menikahimu." Judes amat bapake ya...


"Bagaimana dengan Qiara Pah?" Lili memales.


"Bilang saja kalau kalian sudah bercerai, bereskan? atau, kau serahkan saja Qiara sama Hanan, Zila pasti mau merawatnya dengan baik, bahkan lebih baik dari ibu kandungnya sendiri heh!" Izzam pun duduk menghempaskan tubuhnya di sofa ruang Tamu.


"Enak saja, emang anak kucing." Sahut Lili, bukan itu sih sebenarnya, kalau Qiara diserahkan sama Hanan, hilang dooog tunjangan 20 juta perbulan.


Sementara Fasha dan Mita tampak saling bergantian menelpon Zila, namun tidak aktif.


"Bagaimana ini kak?" Fasha terlihat Panik dan gelisah.


"Aku telpon rumah Hanan dulu."


Tring tring tring


Tersambung.


'Hello...ada apa Ta?' Suara mamah Hanan di sebrang telpon.


'Zila ada?' Tanya Mita.


'ya itu Ta, mereka pergi entah ke mana, aku pun tidak tau, mereka pergi tergesak gesak dengan membawa 2 koper sekeligus.' Jawabnya.


'Apa? kemana mereka?'


tuuut


Terputus sendiri.


"Fasha, mereka pergi, mereka membawa banyak baju. itu kata mamah Hanan.' Ucap Mita panik.


"Apa? kurang ajar Hanan, aku takut terjadi sesuatu dengan Zila, mana dia sedang hamil lagi." Fasha benar2 panik.


"Tenaaaang, Hanan tidak mungkin nyakitin Zila, apalagi dia sedang hamil anaknya." Sahut Izzam santai.


🌷


🌷


🌷


"Ayo sayang." Zila pun di arahkan duduk dekat jendela. Zila pun menurut. ternyata mereka sudah duduk di dalam pesawat entah menuju ke mana.


"Bang, apa kau yakin ingin meninggalkan indonesia? meninggalkan Qiara dan juga Lili?" Tanya Zila sambil menatap wajah bonyok suaminya.


"Hemmm." Dia tidak ingin menjawab banyak.


"Apa kau tidak akan merindukan mereka nanti?" Tanya Zila lagi.


"Aku? ada kamu dan dia, kalian berdua adalah duniaku, aku tak perlu orang lain bahkan aku tak perlu mamahku sekalipun." Jawabnya kesal.


"Hey, Babang nggak boleh gitu, mamah itu no satu lho baru istri, tapi Qiara darah dagingmu Bang?" Zila cerewet ih, bikin sakit hati sendiri.


"Pearl, enough! mamahku sudah memberi jatah belanja untuk dia 20 juta perbulan, itu sudah cukupkan? sekarang aku mau tidur, tadi malam aku semaleman nggak tidur, oke!?" Hanan pun merebahkan kepalanya di pundak Zila.

__ADS_1


"Du...a puluh...ju...ta?" Zila mengeja nominal tersebut sambil mengeluarkan tangannya. namun terlambat, Hanan sudah menutup matanya mencoba tidur. dan beberapa saat, Hanan sudah nyenyak.


Buk


kepala Hanan oleng hampir jatuh, Zila pun menangkap dengan sigap, namun Zila merasakan kalau kini kepala Hanan terasa panas.


"Babang sakit? kok panas, apa karena kehujanan tadi malam ya? Babang, ayo minum obat!"


Namun Hanan tidak menyahut dia tetap tertidur dengan nyenyaknya.


"Babang!" Zila menggoyang goyang tubuh Hanan namun tidak ada reaksi.


"Tolong, kayaknya suami saya pingsan." ucap Zila pada seorang penumpang wanita di depannya.


"Ada apa Dek?" Tanya wanita yang terlihat lebih tua dari Hanan.


"Suami saya pingsan, badannya panas, tadi malam dia kehujanan sepanjang jalan." Ucap Zila. Ada beberapa orang yang perduli dan memanggilkan pramugari. Hanan pun di bawa keruangan Pramugari dan di beri kompres air panas. Zila terus memegangi tangan Hanan dan menggosok gosoknya, emang Hanan kadinginan ya, kan Hanan kepanasanπŸ˜„


"Uaaaah, "


"Babang! udah bangun? badanmu panas."


"Peluuuuk." Rengek Hanan manja.


"Ih,apaan, malu." Ucap Zila yang merasa tak enak karena ada pramugari.


"Baiklah, kau istirahat saja." Pramugari pun keluar dari ruangan kecil itu meninggalkan mereka.


Zila pun berbaring menyamping di samping Hanan sambil memeluk erat suaminya.


"Sayang, jangan tinggalkan aku ya!" Bisik Hanan.


"Ho? bukankah Babang yang punya peluang besar untuk meninggalkan aku?" Jawab Zila.


"Aku akan memelukmu hingga akhir, tak kan melepaskanmu sampai kapanpun."


"Minum obat dulu ya!" Zila pun ingin bangun.


Seet


Hanan menarik kembali tangan Zila.


"Kau adalah obatku." Ucap Hanan.


Akhirnya Zila pun kembali diam dan mencoba memejamkan mata.


Hanan memeluk tubuh istrinya dan mengelus lembut perut rata Zila, entah mengapa air matanya menetes begitu saja.


Sayang, maafin appa ya, appa telah menyakiti hati ammamu, appa janji, akan slalu mengalah untuk ammamu walau pun dia yang bersalah, appa janji, janji deh appa akan tetap mengalah.


Bisiknya.


Akhirnya dia pun tertidur membawa hati yang kacau.


🌷🌷🌷


"Welcome TARIIIIIM, WE COMEBACK, JI*NAA" Teriak Zila yang baru turun dari pesawat, tak perduli dengan berapa pasang mata yang memandangnya aneh.


Hanan hanya tersenyum, kali ini senyum ketulusan dari lubuk hatinya , bahwa kali ini dia benar benar bahagia dan melupakan kejadian tadi malam.


"Kita makan! aku mau makan di tempat favorit waktu dulu masih sekol, ini pertama kali lho kita ke sini setelah menikah." Zila benar benar ceria, bahkan seakan dia sudah melupakan kejadian yang menimpanya kemaren.


"Ayo! tapi pertama tama kita cari rumah dulu ya? berat ini!" Ucap Hanan sambil menarik 2 koper besar milik mereka.


"Rumah? cari Hotel aja Bang, untuk berapa hari sih?" Tanya Zila penasaran.


"Selamanya laaah." Jawab Hanan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah masa? becanda ah, ogah." Jawab Zila sambil berjalan mendahului Hanan dengan berlari kecil jingkrak jingkrak.


"Eit eit jangan gitu doong, takut kenapa kenapa dengan Debaynya sayang!"


Teriak Hanan sambil juga berlari mengimbangi jalanZila.


"Oh iya... Lupa hihi." Zila pun kembali jalan santai.


"Kita ketempat kamu dulu tinggal saja, waktu itu kan kamu tinggal sama kak Mita? bagaimana?"


"Itu kebesaran Babang, masa buat satu minggu saja harus nyewa apartemen besar." Sahut Zila protes.


"Kita akan tinggal di sini, kita akan mendidik anak anak kita di sini, di kota para habaib ini, titik." Jawab Hanan, mukanya terlihat serius dan tanpa candaan.


"Ho? yang bener Bang? diam di sini? bagaimana dengan pekerjaan Babang?"


"Aku akan cari kerja, aku tidak mau kembali ke indonesia. Asal kau bersamaku, aku akan mencukupi kebutuhan kita selama disini, percayalah padaku." Ucapnya lagi.


Mereka pun memesan Taksi dan menuju Apartemen yang pernah di diami Zila dulu.


Dan syukurlah masih kosong, mereka pun menyewa tempat itu untuk satu tahun penuh.


SEMENTARA di kediaman Izzam


"Apakah sudah ada kabar dari Zila kak?" Tanya Fasha yang masih belum pulang dari kastel.


"Belum, oooooh aku sangat khawatir, bagaimana ini?" Mita terlihat sangat lelah dia menahan matanya agar tidak tidur.


"Nyonya, Tuan muda sedang rewel, badannya panas." Aunte yang menjaga Ezra memberitahukan, kalau Ezra sedang demam.


"Ooh ada apa lagi ini?"


Tap


Tap


Tap


Mita menuju kamarnya dengan tergesak gesak.


"Sayaaaaang." Mita memeluk Ezra dan membawanya keluar.


"Bang, ayo ke rumah sakit!."


Mereka pun berangkat membawa Ezra yang sedang demam ke rumah sakit.


🌷


🌷


🌷


Pagi yang cerah di kota Tarim.


Seminggu telah berlalu.


"Babang, ayo makan! jangan di bully ya, masakan Zila nggak se enak masakan Bibi." Ucap Zila saat menyajikan makanan di meja makan.


"Makan apa pun, kalau kau yang masak, pasti enak." Puja Hanan.


"Aku mau jualan baju saja Bang, seperti kak Mita dulu." Ucap Zila.


"Nggak boleh! aku yang akan mencari kerja, sementara ini uang kita cukup kok, untuk makan sebulan ini, jadi aku akan mencari pekerjaan pelan pelan, maaf, aku telah membawamu dalam masalahku." Hanan terlihat sedih terlihat dari tatapan matanya.


"Babang." Hanan pun memeluk tubuh Hanan dari belakang, dan mencium pipinya mesra, udah nggak bonyok tuh si Babang ganteng.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Pembunuh bayaran palsu slalu Up juga ya....


__ADS_2