Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Bolehkah Aku Memilikimu Seutuhnya


__ADS_3

Mita pun duduk di samping Izzam menatap mata suaminya heran. Tiba-tiba Izzam merangkul pundaknya.


"Bolehkah aku memilikimu seutuhnya?" Izzam menatap penuh misteri ke mata Mita.


"Apa-an sih bang? aku kan memang istri abang, aku sudah berjanji sejak menikah tak kan kubiarkan ada nama orang lain di hatiku, walau abang hanya menganggap ku seperti pembantu untuk menemani Ayana saja, aku tetap tidak akan membuka hati untuk orang lain!" Tatapan mata Mita tampak serius, Izzam bisa merasakan bahwa itu kejujuran.


"Bolehkah aku bertanya?"


"Silahkan bang, aku akan jawab kalau memang aku tau," ujar Mita.


"Apakah.....? kau sering gonta ganti pasangan?" Izzam tampak ragu ragu menanyakan masalah pribadi pada Mita.


"Maksud abang? aku seperti yang dituduhkan mbak Tami? memang pekerjaanku nemenin Oom-Oom, tapi aku tidak seperti itu bang." Mita menunduk dia merasa kecewa.


"Cup." Tiba-tiba Izzam mengangkat dagu Mita dan melu**mati **ibir mungil itu penuh Nafsu. Sejenak Mita terpaku, Namun dengan cepat Mita menghindar dan beranjak pergi meninggalkan Izzam.


"Ah, sial, mengapa begini amat ya punya istri dua, nggak ada yang bisa di ajak kompromi." Bathin Izzam kesal.


"Assalamualaikim, Ummi...ayo pulkam..."


Tap


Tap


Tap


Tiba tiba Ayana datang sambil berteriak dan berlari menaiki tangga.


"Papah? ko papah sering ada di rumah? Ummi mana?" Ayana meletakkan tasnya dan celingukan mencari Mita.


"Ummi di bawah, bikin lauk buat di bawa pulang." Jawab Izzam sambil menonton TV dan memainkan Remotenya. Ayana pun berlari keluar mencari Mita.


"Hey, mau kemana? kenapa kau ketergantungan dengan Ummi mu itu?" Teriak Izzam kesel, karena dia tidak di perdulikan.


Namun tak ada sahutan. Mungkin Ayana tidak mendengar atau pura-pura tuli.


Di dapur Mita sedang memasak ayam bistik.


"Hemmmm, enak banget Mi, baunya, laper Mi mau makan!" Ayana segera mengambil piring dan mengisi nasi.


"Sayang udah pulang sekolah? sini ummi ambilkan lauknya, mau ayam Paha atau Sayap?"


Mita pun mengambil mangkok.


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


"Abang?mau makan juga?" Tiba tiba Izzam muncul di pintu dapur.


"Boleh?" jawan Izzam.dia lun duduk di samling Ayana,


"Ayana! emang kamu sangat sayang ya sama ummi mu itu?" Izzam menanyai dengan serius.


"Iya, emang kenapa pah?" Ayana balik bertanya.


"Nggak kok, ayo makan!"


Mereka pun makan dengan lahap, sementara Ayana sibuk membereskan cucian piring dan menyiapkan bekal yang akan dibawa pulang.


Tak terasa hari sudah sore, Ayana sangat gembira karena bekal bertemu dengan tante zila yang akan melajarinya mengaji saat liburan. Ayana bertekat dia juga akan mondok kalau sudah lulus SD. Didikan Mita selama ini sangat bermanfaat, walau Mita sempat bekerja di Club malam, tapi dia dulu sangat baik dan alim, sebelum ayahnya meninggalkannya.


"Ayo sayang, masuk!" Izzam membukakan pintu untuk Ayana masuk kedalam mobil di kursi belakang.


" Ummi duduk di depan saja sama papa ya?Ayana mau berbaring" Pinta Ayana pada papanya.


Tok


Tok


Tok


"Lili! apa kau tidur?" Mita memanggil manggil Lili namun tak ada sahutan.


Ceklek


"Li, itu lauk sudah aku masak untuk hari ini dan besok pagi, seminggu ini akan ada bibi pengganti yang akan menjagamu" Mita pun keluar, Lili tak merespon,dia masih asyik dengan HPnya. Selama ini Mita slalu melayani keperluannya, makan minum bahkan mencuci pakaiannya. Namun Lili tetap dingin.


Mita pun keluar menuju mobil.


"Kamu dimuka,Ayana mau rebahan" ucap Izzam.


Mita pun menurut.mobil mulai melaju dengan kecepatan normal.


"Baiknya kau belajar nyetir mobil, agar kau bisa pergi sendiri tanpa sopir!" ucap Izzam.


"Ah, mana bisa aku nyetir bang, aku penakut." jawab Mita asal.


Tak terasa mereka pun sampai di pesantren Zila,Ayana sangat senang bisa langsung melihat santriwati yang berkeliaran dengan berpakaian sopan dan tampak anggun.


"Papah! Nanti Ayana mau sekolah disini ya sama tante Zila" Ucap Ayana sambil turun dari mobil.


"Iya sayang, nanti ummi mu yang mengurusnya."


"Dek! tolong panggil kan Zila dari desa BKN ya?"


Orang yang disuruh pun pergi menuju ruang mic di kantor dan memanggil nama tersebut.

__ADS_1


Tak berapa lama Zila pun datang bersama beberapa temannya.


"Pah, minta uang dong 50 ribu." Ayana tampak membuka telapak tangannya kearah papahnya.


"Untuk apa? disini tidak ada warung!" Izzam, yampak bingung, namun tetap mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang.


"Kata ummi, santri itu tidak berdosa, dia fii sabilillah, jadi kalau bisa membuat mereka bahagia, maka rezeki kita akan banyak."


Ayana pun menggulung uang itu dan memegangnya erat, mungkin bekal dia berikan sama kaka santriwati. Semwntara Zila dan Mita terus berbincang.


"Kakak, kami libur 1 minggu,trus aku tinggal dimana? kan kaka fasha jarang di rumah?sementara kak mita sudah berkeluarga!" Wajah Zila sedikit ditekuk dan cemberut, wajah cantik dan lolos tanpa mike up itu juga tersorot oleh Izzam yang merasa kasian pada gadis piyatu itu.


"Tenang Dek, selama liburan Kakak akan menjagamu, dan juga Kakak akan menanyakan apakah kontrakan Ibu Inah masih pengen dijual? biar kita beli untuk kamu dan kaka fasha." Wajah zila terperanjat dan langsung ceria.


"Hah! benarkah? emang Kakak dapat uang dari mana? jangan bilang kalau kakak dapat dari...." Dia berhenti berkata dan melirik Izzam.


"Kenapa kau menatapku? aku yang memberinya uang 1M!" ucap Izzam


"Oooo...." Zila terbelalak, begitu juga teman temannya yg saat itu tidak jauh duduk dari mereka. Mita hanya diam, karena sudah dijawab oleh izzam.


"Ayo sekarang kita pulang! bereskan pakaianmu!" Ucap Mita lagi.


Zila langsung berlari kecil sambil mengangkat sedikit jubahnya.


sementara teman temannya masih duduk dan mengajak ngobrol Mita.


"Hey, kesini kalian!" Ucalp Izzam dingin, seperti biasa cool.


"Ada apa pa?" Satu orang mendekat dengan sopan dan sedikit membungkuk.


"Kalian berempat kesini!" Mereka pun mendekat.Izzam membuka domletnya dan mengeluarkan uang berwarna merah 4 lrmbar.


"Ini untuk kalian, belilah lauk yang enak, karena ku dengar kalian jarang makan lauk enak" ucapnya datar.


" Pa? ini banyak sekali" Ucap seorang gadis, sementara yang lain nampak kaget dan senyum di kulum." Izzam lun mengambil lagi 4 lembar berwarna merah.


"Ini aku tambahin." Mereka masih belum bergerak karena takjub.


"Ambil saja, itu rezeki." ucap Mita


"Yaaa Papah curang, curi start Ayana." Ayana kan tadi mau kasih uang 50 ribu hehehe


Tak berapa lama,Zila pun datang dengan membawa 2 tas sedang.


Setelah pamitan dengan teman teman, merekapun pergi. Karena jadwal Liburan jadi tak perlu izin lagi karena sudah mengantongi surat izin.


"Beruntung sekali Zila punya kakak ipar yang pemurah."


ucap teman teman mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2