
Fasha sudah selesai makan yang di sajikan Zila dan Ayana. Dia tampak senang menikmati hidangan yang di sajikan gadis kecil yang super cerewet itu.
"Om, apa Om mencintai tante Lena?"
"Iya dong, masa menikah nggak cinta, kan aneh." Jawab Fasha.
"Kenapa Om memilih tante Lena, kalau Ayana liat ni ya, dia itu kurang baik, waktu Ummi jatuh..."
Belum sempat Ayana ngomong, Zila langsung menyuruhnya diam dengan isyarat tangannya. karena Zila berada di wastafel belakang Fasha, jadi tidak ketahuan.
"Kenapa? kok diam, Ada apa dengan tante Lena."
"Kalian membicarakanku?" Tiba-tiba Lena datang dan duduk di sisi Fasha.
"Nggak, mau makan sayang, ini enak banget lho." Fasha pun mengambilkan piring kosong dan menyodorkannya pada Lena.
"Mana Kak Mita? atau kalian cuma berdua kesini tadi?" Lena tampak basa-basi.
"Ada kok Ummi lagi istirahat di kamarnya, tapi Tante nggak usah nemuin Ummi,"
Ayana pun beranjak pergi menuju kamar Umminya.
"Ada apa dia?" Guman Fasha merasa aneh.
"Sayang, ayo makan lagi, biar sehat dan subur, biar kita juga cepat dapat momongan." Ucap Lena santai.Basa-basi doang.
"Haha, emang pengen punya anak berapa?" Fasha menggoda istrinya.
Ih najis deh punya bayi sama cowo cuman jongos doang.
Suara hati Lena begitu jahat.
"Tau ah, makan dulu." Lena pun melahap makanan di hadapannya,sementara Zila pun sudah selesai mencuci dan beranjak pergi menuju kamarnya untuk istirahat.
Di kamar Mita.
"Mi, ummi jangan dekat-dekat lagi sama tante Lena ya, Ummi harus lercaya dama Ayana, dia jahat Mi." Ayana tampak memeluk-meluk umminya sambil rebahan.
"Iya sayang, Ayana nggak boleh ngomong gitu sama papah ya, nanti kasian Om Fasha, kalau Tante Lena di usir dari rumah ini."
"Iya Mi, Om Fasha baik kok, tapi kenapa Tante Lena jahat ya Mi?"
"Bukan jahat sayang, cuma belum tau yang mana baik dan buruk."
"Dede bayi lagi ngapain di dalam heh?"
Ayana tampak nercakap-cakap dengan perut datar Umminya. Hingga mereka berdua tertidur.
Ceklek
Izzam memasuki kamar Mita setelah beberapa jam mengurus pencabutan berkas.
Ayana, kamu ini, kalau tidur slalu saja memeluk Mita, aku juga pengen, aku pindahin aja ah ke kamar sebelah.
Izzam pun mengangkat Ayana. Membawanya keluar.
Tok tok
__ADS_1
"Zila, bukain."
"Iya Kak" Ceklek
"Ayana.?"
"Aku titiip ya." Izzam pun masuk ke kamar Zila dan meletakkannya di ranjang Zila.
"Kakak udah pulang? mau makan dulu?"
"Nggak nanti saja." Izzam pun kembali ke kamar Mita, dan berbaring di hadapan Mita sambil memeluk tubuh istrinya.
Sayang, apakah kau tau, betapa aku sangat takut kehilanganmu, aku takut ketika ku menua kau akan pindah ke lain hati sayang cup.
Izzam pun mencium kening mita dan menempel di sana.
"Uaaaah, Ayana, sesak ah," Mita menggeliat dan mulai membuka matanya.
"Abaaaang Ayana mana?"
"Udah ku pindahin, ngapain dia terus-terusan di peluk sama kamu, aku juga pengen tau, hihi." Izzam pun memeluk istrinya, dan membawanya ke dada bidang nya.
Sret sret sret
Sudah menjadi kebiasaan Mita kalau lagi tidur ama suami slalu membenamkan wajahnya di dada berbulu suaminya.
"Sayang bau ah, ksringetan, Abang baru keluar kantor polisi untuk mengurus Tami." Izzam pun menarik tubuhnya dan bermaksud menutup kancing baju yang sudah terlanjur di buka Mita.
"Nggak ah Bang, aku sukaa, bukan aku, tapi si ini." Dia menunjuk perutnya.
"Tapi basah keringat sayang." Izzam merasa risih.
"Jorok ih," Izzam terus menarik tubuhnya, namun Mita malah makin erat memeluknya, hingga Izzam tak tega, dan membiarkan istrinya bersemayam di dada bidangnya.
Sementara Ayana tampak sudah bangun.
"Lho kok aku di kamar Kak Zila."
"Kamu jalan kalee ke sini!" Zila yang lagi ngaji di Androidnya sengaja menggoda Ayana.
"Masa kak? ah mau pipis dulu."
Tap
Tap
Tap
Ayana pun keluar dan menuju belakang, di dapur dia melihat Lena sedang menikmati cemilan. Ayana berhenti sebentar.
"Tante, tunggu aku ya, aku mau ngomong."
"Ngomong apa sih anak kecil." ucapnya,
"Tunggu aja!" Ayana pun masuk kamar mandi dan menunaikan hajatnya.
Ceklek
__ADS_1
Ayana sudah keluar.
bruk
Duduk di depan Lena.
"Sebenarnya tante siapa? kenapa Tante ingin menyakiti Ummi?"
"Apaan sih? menyakiti gimana?"
"Aku liat kok waktu Tante sengaja nyiram lantai yang bekal Ummi pijak saat itu, bahkan aku liat saat Tante tersenyum aneh sebelum pura-pura jatuh."
Deg
Apa iya dia melihat, ah dia hanya anak kecil.
"Pura-pura jatuh? mana mau, aku pura-pura, sakit tau." Jawab,Lena ketus.
"Pokoknya aku akan kasih tau Papah, biar tante di penjara karena telah nyakitin Ummi."
"Eh anak kecil, kamu berani nantangin aku? heh emang sehebat apa kamu."
" Hebat kok, aku udah kelas 5 SD tante,"
"Kamu jangan asal nuduh, bisa-bisa kamu yang masuk penjara."
"Emang tante tidak tau ya, kalau orang yang salah yang harus di penjara, bukan orang yang berkata jujur."
"Eh bocah ingusan, kamu itu hanya anak kecil, sekali tendang juga habislah kamu."
"Tante jangan macam-macam, aku akan adukan tante sama papah, biar tante di penjara." Ayana pun berdiri dan berjalan menjauh.
"Eeeit tunggu!" Lena mencengkram tangan Ayana.
ih bocah ini tidak mempan di gertak
Batinnya
"Baiklah, aku minta maaf, aku akan baik, tapi mau kan kamu tidak ngadu ke bapak loe itu heh, ayo sayang, maafin tante,ya?" Lena pun menggenggam tangan Ayana, dan menciuminya.
"Baiklah, tapi ingat! klau sampai tante jahat lagi, tante akan masuk penjara titik."
"Nggak sayang."
Mereka pun berpisah.
ish najis deh aku sampai memohon gitu sama dia,awas ya, sekarang kamu pun akan jadi target berikutnya Gadis tengil.
Bathinnya
Lena pun masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di samping Fasha yang sedang tertidur pulas.
Sungguh sial aku, mengapa harus menikah dengan lelaki miskin ini, seandainya saja aku bisa menikahi pria seperti pak Izzam, pasti sangat senang. oh iya, aku punya ide, bagaimana kalau aku goda aja ya pak Izzam, nggak papa tua tapi kan tajir, baiklah aku akan bicarakan ini dengan Lili bagaimana nanti caranya agar lelaki itu terpikat denganku, itu kan juga cara memisahkan Mita dengan ayah Lili. Bukankah dulu Pak Izzam itu lelaki pemabok yang amburadul, pasti mudah menakluk kannya, hem.
Gumamnya sadis. Dia pun tersenyum sinis penuh kelicikan
Akhirnya Lena pun menghayal yang tidak-tidak hingga terbuai ke alam mimpi yang dia impikan sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG....