Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Bulan Madu


__ADS_3

"Terimakasih mau datang, ingat! hanya kamu yang tau, jaga rahasia ini, sampai aku menyempurnakan wajahku, mungkin aku akan lebih tampan darimu, haha." Izzam sepertinya bahagia setelah mendengar keluarganya baik-baik saja.


"Apa Kakak mau menyaingi ketampananku? bisa-bisa Kakak menjual perusahaan Kakak kalau begitu."


"Haha." Tertawa bersama.


"Baiklah Kak aku permisi, assalamualaikum."


"Wa alaikimussalam."


*


*


*


"Assalamualaikum."


"Wa alaikimussalam,Tuan." Aunte yang membukakan pintu pun menunduk hormat.


"Istriku mana Aunt?"


"Mungkin di kamarnya Tuan."


Hanan pun tergesak-gesak menuju kamarnya.


Ceklek.


Krek krek


mengunci kamar dari dalam.


Hemmm dia tertidur.


Terimakasih Allah, kau berikan aku wanita yang sangat cantik dan sholehah


walau sebenarnya aku jauh dari kata sholeh,


masa laluku yang buruk, namun kau maha baik.


"Babang? mengapa menatapku begitu?"


"Ooh, sayang sudah bangun?"


"Ya iyalah bangun wong tangan Babang ini ngelus elus kasar pipiku." Ucap Zila.


"Hah? benarkah? Maaf, tak sengaja, sini. Mmmmch." mengecup mesra pipi istrinya.


"Lho kok di kecup? makin lecet nantinya."


"Nggak papa juga kale... udah nikah juga, nggak bekalan di kurangi maharnya, kan udah aku kasih satu CV juga satu Villa, hihi."


"Iya, iya, Babang kok udah pulang?"


"Kamu nggak senang Aku pulang cepat?"


"Bukan gitu Bang? jangan-jangan Babang nggak jadi ke kantor?"


"Iya, setelah separo jalan aku balik lagi, pengen cepat-cepat belah duren. Hihi." Hanan pun memeluk tubuh istrinya.


"Ih Babang, ini masih sore juga."


"Sayang, kita bulan madu yu?"

__ADS_1


"Bulan madu? ke mana?"


"Jerman."


"Ha? jerman? emang di sana ada tempat Wisata apa?"


"Nggak tau? entah mengapa nama Negara itu muncul begitu saja."


"Bagaimana dengan Kakak Mita."


"Ya kita bawa, sekalian kak Fasha dan juga Kak Reina."


"Emang Babang banyak duit?"


"Ih kamu apa an sih? mau aku bawa Aunte semua di sini juga cukup Kok."


"Masa! emang Babang kerja apa?"


"Sayang, mau nggak?"


"Kita tanyain Kak Mita dulu ya?"


"Oke!"


Tal


Tap


Tap


"Kak Mita, Zila mau ngomong."


"Ngomong apa? serius amat."


"Ooh, iya, kamu kan baru nikah, silahkan kalian bulan madu."


"Tapi Zila pengen sama Kakak."


"Ho? Kakak mungkin tidak bisa Zila, apalagi sekarang Kakak sakit-sakitan."


"Pakai kursi roda Kak. Kita bawa paman satu dan Aunte satu buat jaga Ezra."


"Tetap saja nanti memperlambat perjalanan kalian. Kakian pergi saja, nikamati bukan madu kalian."


"Kalau Kakak tidak mau, maka Zila juga nggak."


"Lho, gimana kalau nanti Kakak pingsan dll."


"Tinggal di obatin, lagian sakit Kakak nggak parah amat, cuma kakak banyak pikiran aja. jangan-jangan nanti Kakak sehat setelah refres."


"Kakak takut repoton kalian."


"Pokoknya tanpa Kakak, nggak ada yang namanya jalan-jalan."


Hanan yang mengintip dari balik tirai pun merasa kecewa.


Cling


Aku punya ide.


*


*

__ADS_1


*


Seminggu telah berlalu.


Tampak Izzam telah sampai di Bandara Jerman di temani Pak Bambang dan dua bodyGuart.


"Langsung ke hotel dulu ya pak."


"Baik Tuan." Izzam pun di antar ke hotel, sebelum besok dia operasi menyempurnakan wajahnya yang hancur.


Saya tinggal dulu ya?" Pak Bambang pun keluar Kamar setelah mengantar Izzam.


[Hotel telah ku pesan, ku share look ya]


[Baik Pak, terima kasih banyak, tolong kirim no rekening Bapak]


[Tidak perlu, aku hanya membantu]


Tut tut tut


Telepon Diputus Pak Bambang.


Ceklek


Lak Bambang oun kembali masuk ke ruangan Izzam, Izzam tampak sudah mandi dan rapi.


"Pak Bambang, mudahan operasiku berhasil."


"Aamiin, mereka yang pernah mengalaminya, juga mengatakan, operasi di sana tak pernah gagal Tuan."


"Aamiin, aku mau istirahat dulu, tolong pesankan makan untuk nanti malam, aku akan berpuasa sebelum operasi."


"Baik Tuan?"


Izzam pun membaringkan tubuhnya di ranjang, dan mulai terlelap karena merasa lelah. Sementara di tempat lain.


"Babang, apa Babang yakin ini tempatnya?"


"Tentu saja, ayo kita masuk!"


Mereka pun memasuki Lift dan sampai di depan kamar yang telah di pesan.


*


*


*


"Kak Mita, sudah siap? ayo kita berangkat?"


"Memang kita mau ke mana Dek?"


"Jalan-jalan dong, Paman masuklah, tolong bawa Kak Mita." Paman satpam pun masuk dan mendorong kursi roda.


Sementara Ezra di kereta bayi dan di dorong oleh Aunte cantik, Fasha dan Reina pun tampak bahagia, tak di duga mereka bisa bulan madu bareng.


BERSAMBUNG....


Allahu yuhibbul witri.


Allah itu menyukai yang ganjil-ganjil.


Insyaa Allah akan Tamat season pertama ini dengan epesode ganjil ya😁Karena Author juga suka yang ganjil. mau bikin sambel aja aku milih bahan ganjil 3 atau 5 atau 7.pokoknya love ganjil deh, asal jangan kelakuannya yang di ganjil2in😁

__ADS_1


__ADS_2