
BRUK
"hik hik hik...Mamah...Papah...hik hik hik."
Siapa yang menangis?
aku belum pernah mendengar suaranya?
Bathin Mita, dia pun segera keluar ruang tamu mendekati suara tersebut.
"Kau siapa?" Mita bingung dengan seorang gadis seksi celana sobek sobek kaya bekas di grogoti anjing, dan menangis histeris.
"Kau siapa hik hik hik." Gadis itu pun juga terkejut, namun dia masih saja menangis.
"Kak Lili, kenapa kakak menangis?" Tiba-tiba Ayana datang dan duduk di samping gadis yang dipanggil Lili,
ooh,, mungkin dia anak pertama Izzam
Bathin Mita.
Mita pun mengambil kan air dan memberikannya pada Lili.
"Minum dulu, biar tenang." Lili mengambil dan meminumnya dengan beberapa kali tegukan.
"Kau siapa? pembantu baru?" Lili kembali bertanya.
"Dia Ummi, istri Papah yang baru, Mamah kan jarang di rumah."ucap Ayana polos.
" Istri? mana mungkin ha...(terteahan, dia memandangi Mita dari kepala sampai kaki)hahahaha"
"Kayak karung beras." Tambahnya lagi. Dia pun berdiri dan menuju kamarnya.
Buk Buk prang prang
sepertinya dia Ngamuk di kamarnya.
"Hey, ada apa ini?" Tiba-tiba Tami datang dan berjalan cepat menuju kamarnya.
"Lili! apa yang kau lakukan, hentikan Plak." Tami menampar wajah Lili keras, hingga meninggalkan tanda merah.
"Mamah." Ayana menjerit, Mita segera mendekat dan merangkul pundak kecil Ayana.
"Bereskan semua ini, kalau tidak, awas kau!" Ucap Tami pada Lili sambil berlalu keluar.
Mita pun bingung harus ngapain, dia berpikir pasti terjadi sesuatu pada Lili, dia pun memberanikan diri untuk masuk. Ayana pun mengikuti.
"Li, ada apa?"
Lili menatap tajam wajah Mita.
__ADS_1
"Keluar kau, kau tidak perlu tau urusanku, dasar Pelakor, hik hik hik." Lili menghempaskan tubuhnya di ranjang dan menutup wajahnya dengan bantal, dia terus menangis histeris.
"Ayana, tolong ambil sapu dan seroknya ya!" Ayana pun langsung bergerak.
Mita terus membersihkan kamar Lili, mengambil serpihan kaca lemari yang berserakan.
"Au." Tak sengaja telunjuknya tergores pecahan kaca dan berdarah, dia pun memasukkannya ke mulutnya dan mengisap isap darahnya agar berhenti. Selesai membersihkan Kamar Lili, Mita pun keluar. Sementara Lili masih terdengar sesunggukan. Lama kelamaan semakin pelan dan hilang, mungkin dia capek dan tertidur.
"Ayana, ayo kita tidur siang." Mita pun naik membawa Ayana ke kamar atas, setelah Ayana tidur, dia pun sholat zuhur, dia agak terlambat sholat karena mengurus Lili selesai masak tadi.
Jam sudah menunjukkan jam 15.05, Mita pun mengantuk dan tertidur sambil memeluk Ayana. Entah berapa lama mereka tidur sampai sampai Ayana tidak mendengar suara Azan Ashar, memang karena mesjid terletak sangat jauh dari rumahnya.
Cklek.
Pintu dibuka dari luar, ternyata Izzam pulang kerja, sudah beberapa bulan ini Izzam tak pernah lagi tidur di kamar istrinya, kecuali dia lagi pengen olahraga intim.😃 karena dia masih tidak berani untuk melakukannya dengan Mita, takut kalau dugaan istrinya wanita kupu kupu malam itu bisa penyakit kelamin.
"Sssst, jangan berisik, nanti Ummi bangun," Ucap Ayana
Ayana yang lebih dulu bangun menyambut kedatangan papahnya, dia pura-pura bak istri yang baik, mengambil jas dan menggantungnya di tempatnya, kalau biasa Mita yang melakukannya, tapi karena Mita sedang tidur, maka Ayana menggantikan ummi tercintanya itu.
"Papah mau makan, biar Ayana ambilkan." Ck ck ck so imut banget deh si Ayana.
"Tidak, ayah sudah makan."
"Abang, sudah pulang? jam berapa ini? oh ya Allah, aku ketiduran, ayana nggak bangunin Ummi sih?" Mita bergegas mengambil wudhu dan sholat di kamar pojokannya.
Sementara Izzam, sengaja keluar.
Izzam turun kebawah dan melihat pintu Lili sedikit terbuka.
"Apa Lili pulang ya?" Izzam pun mendekati kamar Lili dan melihat Lili tertidur. Lalu dia pun ke kamar muka dan ketika mau masuk dia melihat istrinya sedang senyum senyum sambil menatap ponselnya.
"Ada apa? kau senyum senyum sendiri?"
"Oh papa, tidak apa apa, itu pa Rudi ngajak jalan malam ini, katanya mau party perusahaannya yang baru sukses besar, aku di undang untuk menemaninya, karena istrinya lagi keluar Negeri."
"Ooh, itu si Lili kapan datang?"
"Anak itu, kalau datang slalu saja bikin ulah, tadi dia ngamuk, entah apa lagi sekarang."
"hik hik hik." Terdengar suara yang sangat keras dari kamar Lili, rupanya dia terbangun dan menangis lagi.
"Ada apa sih Li? brisik banget, kali ini apa lagi mau mu he?"
"Papah, Nicol meninggalkanku Pah, dia pergi dengan wanita lain hik hik hik."
"Eleeeh, gara-gara laki laki nangis kayak bekal mati besok aja" Ucap Mamahnya sinis.
"Mamah, aku sangat mencintai dia, aku tidak mau pisah Pah tolong pah hik hik hik."
__ADS_1
Lili terus saja menangis tanpa henti.
"Sudah sudah, masih banyak yang lain, kamu itu cantik kaya mamah, nanti Mamah beri uang belanja yang banyak, mau berapa?10 juta?20 juta, kamu tinggal bilang."
"Mamah, Mamah slalu saja mengandalkan uang hik hik hik, ini sangat serius mah, Lili hamil mah."
Deg.
"Apa?!" Izzam dan Tami sangat terkejut, mereka berdua membelalakkan mata sangat lebar, membuka mulut sangat lebar sampai sampai kalau dimasukin genggam pun muat tu mulut.
"Dasar keterlaluan kau."
Buk Buk Buk.
Tami memukuli Tubuh Lili tanpa ampun, sementara Izzam hanya berdiri menyaksikan pemukulan itu. Dia bingung mau ngapain. puas Tami memukuli anaknya, dia pun keluar. Kini Izzam berdiri dan mendekati Lili.
"Kurang ajar kau." dia jambak rambut anaknya dan diseretnya ke belakang menuju kamar mandi.
"Ampun Pah ampun."
Byuur byuur.
Kepala Lili dimasukan ke dalam kolam yang berisi air. Mendengar keributan di bawah Mita pun turun.
"Abang, hentikan, ada apa ini?"
"Kamu tidak usah ikut campur, pergi sana, bawa Ayana"
"Papah jahat, nyakitin kak Lili, jahat," Ayana histeris,melihat kelakuan Papahnya.
Mita pun segera membawa Ayana ke atas.
"Ayana, tunggu ummi di atas ya! anak pintar, ayo!"
"Bang hentikan!" Mita memeluk tubuh suaminya dan melerai tangan Izzam dari rambut Lili, Lili terus menangis menahan sakit.
"Bang, istigfar Bang, hentikan!"
Akhirnya dengan susah payah tubuh kurus Mita bisa memisahkan Izzam dari Lili, dan membawanya keluar. Akhirnya Izzam naik ke kamar atas, tak berapa lama terlihat Izzam sudah turun dan keluar menuju mobilnya, sedang Tami sudah dari tadi pergi entah kemana.
"Lili, sini tante bantu." Mita membantu Lili berdiri, namun ditepis oleh Lili, Lili masih duduk di lantai kamar mandi, Mita kemudian menyusul Ayana ke atas, namun Ayana ternyata sudah tertidur. Jam menunjukkan 18.20.Mita turun kembali, Lili masih dikamar mandi dengan tubuh menggigil, dia tak henti hentinya menangis. Mita beranikan diri ke kamar Lili dan mencari baju untuk ganti, namun semua pakaian Lili tak pantas menurutnya. Semua celana levis seperti CD saja pendeknya.dia pun mengambil babydoll miliknya yang masih baru.
"Ayo! ganti baju! nanti kamu sakit."
Mita menarik paksa baju Lili, walau Lili sempat berontak, namun akhirnya diam. Dengan cekatan dia melepaskan baju Lili dan menggantinya dengan yang baru.
"Berdiri!"
Lili pun berdiri.
__ADS_1
"Biar aku saja." Ucap Lili ketika tangan Mita mau melepas Celana jeans milik Lili. setelah selesai, ganti baju, Lili duduk di kursi meja makan, dia memperhatikan Mita yang menyiapkan makan untuknya.
BERSAMBUNG...