Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Memaksa


__ADS_3

Di istana Hanan yang megah, tampak dia mondar mandir di teras loteng rumahnya, sesekali dia melirik jam di tangannya.


"Sial, kenapa lama amat sih."


Tap


Tap


Tap


Hanan menuruni tangga.


"Mah, Cintya kemana sih Mah? kok nggak balik-balik, aku ada janji nih, ah tau gini nggak ku pinjemin mobilku tadi Mah." Hanan tampak kesal dengan ulah adiknya uang minjam mobil mewahnya nggak datang-datang.


"Biasa Nan, kumpul sama temen-temen, coba di telpon."


"Udah Mah, udah berpuluh-puluh kali malahan. nggak di angkat."


Brammmm


"Tu dia datang."


Tap


Tap


Tap


"Aku sudah bilang, jangan lama-lama ah."


set


Bruk


"Au, Kakak, macet jalannya kak." Hanan menarik tangan Centya keluar dan dia masuk dengan membanting pintu.


Dia pun meluncur ke perusahaan Izzam, setelah dia menyelidiki perusahaan Izzam dia pun akhirnya menemukannya.


#


#


#


"Maaf pak, ada tamu yang ingin bertemu bapak?" Sekretaris Izzam masuk untuk memberi tahu.


"Siapa? aku tidak merasa ada janji?"


"Tidak tau Pak."


"Tanyakan dulu, aku tidak mau orang asing sembarangan masuk ruanganku." Izzam emang terlihat dingin kalau lagi bekerja, apalagi sekarang, Mita sering mewanti-wanti, jangan dekat-dekat dengan yang bukan muhrim. Sekretaris aja hanya boleh di depan pintu.


#


#


#


"Nama tuan siapa? Pak Izzam tidak mau bertemu kalau tidak memberi identitas asli."


"Aaaah, Kak Zam, bilang! aku adik iparnya." percaya diri sekali dia.


Sekretaris Zam pun bingung sesaat, lalu masuk kembali.


"Katanya adik ipar Bos?"


"Zila?"


"Bukan Bos"


"Siapa sih? suruh masuk."


...


...


...


"Kak Zam." Hanan pun masuk dan langsung menyapa.


"Aishhhh, kau? dari mana kau dapat alamat ini, apa Zila memberi tahumu?"


"Kak Zam kan orang terkaya no 3, Masa mencari begitu saja tidak bisa. Kak tolong pertemukan aku dengan Zila Kak, aku rindu Kak." Hanan tampak sedikit malu, namun dia berani mati😃."


"Mana boleh kau bertemu dengan wanita asing yang bukan muhrim, kau tau sendiri kan? Zila iti galak, lebih galak dsri istriku lho!" Izzam menakut-nakuti Hanan yang terlihat kasmaran.


"Nggak papa Kak Galak, asal bisa bertemu sebentar saja, tolonglah Kak, kalau Kakak nghak mempertemukan aku dengan Zila, aku akan ikuti Kakak keman pun Kakak pergi, bahkan sampai ke kamar Kakak ipar sekalipun."

__ADS_1


"Hooo? kurang ajar ni bocah, emang kamu bisa membahagiakan Zila? kamu sudah bekerja belum?"


Izzam tampak menyelidik, belum tau dia kalau Hanan anak orang terkaya se indonesia no 15, berarti lebih kaya dari Izzam doong, wong izzam terkaya di kotanya aja.


"Kalau itu belum sih Kak, tapi aku akan bekerja kok." ucapnya.


"Bagaimana dengan orangtuamu kalau mereka tidak mengizinkan?"


"Di keluargaku jalan sendiri-sendiri kok Kak, bahkan ketika aku memutuskan untuk muallaf pun mereka tidak masalah."


"Ha?? jadi kamu muallaf?


"Iya, ada masa lalu yang membuatku sadar Kak. Terlalu banyak dosa, ih jadi curhat, ya kak ya, bawa aku menemui Zila."


"Kalau Zila tidak mau menerimamu bagaimana?"


"Aku yakin, kami pasti jodoh Kak."


"Baiklah, kalau kau memaksa, ayo kita pulang."


"Haaaa? benarkah!"


"Bohong." Izzam pun keluar berjalan melewati beberapa karyawan yang menatap diam-diam ke arah mereka.


"Tampan sekali Lelaki itu, huuu kesem-sem."


Suara-suara itu berbisik manis di telinga Hanan, walau pun pelan, tapi karena Hanan menajamkan telinganya suara seperti itu sudah tidak asing di telinganya, di perusahaan Papahnya pun sepeti itu.


Mereka pun sudah memasuki mobil masing, meluncur menuju kediaman Mita.


...


...


...


"Papah Datang Mi." Ayana berteriak dan menyongsong kedatangan Papahnya, namun tak berapa lama dia balik lagi.


"Lo nggak jadi?" Mita heran.


"Ada abang yang dulu Mi abang Ganteng."


"Siapa sih?" Zila jadi penasaran, dia pun menengok lewat tirai ruang tamu.


Deg


"Dia?" Zila pun cepat-cepat masuk kamar.


"Bilang kalau Zila tidur ya Kaka, Dek ayana."


"Emang ada siapa sih Ayana?" Mita pun penasaran, dan berjalan ke depan.


"Assalamualaikum, sayang emch." Hanan yang melihat Izzam mengecup istrinya pun malu-malu mungkin pengen juga kale.


"Kok sam Hanan sih Pah?"


"Dia yang memaksa Mi."


"Kakak ipar, maaf boleh ketemu Zila?"


"Maaf Nan, dia lagi mau tidur tidak mau di ganggu."


"Sebentar aja Kak."


"Tidak bisa Nan,"


"Baiklah kalau begiti hari ini juga aku akan membawa orangtuaku ke sini intuk melamar."


"Hah?Zila masih sekolah Nan, kau harus paham itu.


Dengan susah payah akhirnya Hanan mau mengalah dan pulang tanpa bertemu Zila.


*


*


*


Fasha dan Lena pun sudah menikah, dan membawa Lena kekediaman Mita.


*


*


*


"Sahur, ayo semuanya bangun, sahur terakhir lho." Mita membangunkan seluruh penghuni rumah.

__ADS_1


"Mi kenapa sih kak Lena nggak pernah ngembantuin Ummi masak." Tanya Ayana.


"Karena dia baru di keluarga kita sayang." Jawab Mita lembut.


Akhirnya mereka semua bangun dan makan bersama.


Kediaman Lili


Jam 11.00


Dreesst


{Helo! Lena, gimana? kamu sudah pindahan kan kerumahnya Mita?}


{Iya doong,}


{Gimana dengan rencana kita hem}


{Iya aku ingat kok, sabar ya}


{Jangan lama-lama dong}


{Iya, sore ini pasti aku kerjain, jangan lupa ya cuannya juga, hihi}


{Tenaaaang, asal beres pasti aku tambah}


{Oke, udah dulu ya,baaaaay}


"Mita kamu tidak akan menyangka, kau akan tersakiti oleh iparmu sendiri hemmm. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia di atas derita Mamahku, ingat itu."


Lili pun tampak tersenyum licik.


*


*


*


"Zila, ayo ke pasar yu, kita beli keperluan untuk besok, kita bikin apa ya?"


"Lontong aja kak."


"Kalian ngomongin apa sih?" tiba-tiba Izzam datang menyela.


"Mau bikin makanan buat besok Bang."


"Nggak usah repot-repot, aku udah pesan berbagai macam masakan, kalian tinggal tunggu aja."


"Ha? benarkah? terimakasih sayang."


Izzam pun menyidorkan Pipi kanannya minta di cium.


"Ih Abang , apaan sih, malu ah ada Zila."


"Zila sana!" Tanpa Babibu Zila pun mengambil langkah seribu.


"Emcah." Mita pin mengecup pipi suaminya.


Hap


Izzam malah merangkul pinggul istrinya, dan membawanya kepelukannya.


"Kamu jangan sampai cape ya, aku nggak mau sang pewarisku kenapa-kenapa."


"Iya Bang."


"Aku kerja duku ya."


setelah cipika cipiki Izzam pun berangkat kerja.


Jam 16.20 Mereka semua sedang memasak di dapur.


"Zila tolong beli ini ketumbar dong, aku mau bikin sesuatu," Ucap Lena pada Lena.


"Baik Kak."


Lena pun tampak tersenyum licik.


tiba-tiba mita berjalan menuju dapur.


Bruk


"Au." Lena dan Mita jatuh bersamaan.


Lena sengaja menjatuhkan dirinya, dengan minyak goreng di tangannya, dan mengenai lantai yang di pi jak mita saat berjalan, Mita pun terjatuh kasar.


"Ha, Kakak, maaf, kakak, ayo aku,bantu."

__ADS_1


"Au...daraaaah" Mita melotot hingga akhirnya pingsan.


BERSAMBUNG....


__ADS_2