Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Curiga


__ADS_3

Zila pun keluar untuk mendengar pembicaraan suaminya, maksudnya mau mendengar berhadapan bukan mengintip. Namun...


'Mah, aku takut Zila mengetahui ini!"


Deg


Langkah Zila terhenti di depan pintu ruang tamu, dia pun mundur alon alon dan menempelkan tangannya di belakang kupingnya. Ternyata Hanan tidak jadi ke tera, malah telponan di ruang tamu.


'Udah mah ya, baiklah, aku akan ke sana nanti malam.'


Tuut


Hanan menyudahi telponnya Sedang Zila berbalik arah menuju kamarnya dengan tergesak gesak.


"Ada apa non?" Tanya Aunte yang heran melihat Zila seperti di kejar hantu.


"Ssst." Zila sudah sampai di depan pintunya dan pura pura baru keluar kamar.


"Zila mau ke mana?" Tanya Hanan yang baru datang dari ruang tamu.


"Oh, Babang, mau ke dapur ambil minum." Ucap Zila, dia pun ke dapur dan mengambil air beneran. Sedang Hanan lun masuk ke kamar.


Ceklek


Zila masuk kamar.


"Pearl, nanti malam aku mau nemenin mamah, tadi mamah nelpon ada keperluan." Ucapnya.

__ADS_1


Mau menemui siapa ya mereka, mengapa Dia bilang jangan sampai ketahuan olehku?


Bathin Zila.


"Sayang! kok melamun?" Tanya Hanan, yang tak mendapat jawaban dari Zila.


"Oh, iya."


"Kalau kau tak ngizinin nggak papa kok, biar nanti saja." Balas Hanan lagi.


"Nggak papa kok. Kasian mamah, lagian papah juga sering keluar kota, mungkin mamah kesepian." Ucap Zila.


"Terimakasih,ya." Hanan pun kembali berbaring sambil menunggu azan maghrib.


"Kamu pengen di beli in apa nanti?" Tanya Hanan.


"Oke!"


Setelah mereka berbincang cukup lama Hanan dan Zila tampak sudah rapi setelah mandi bersama. tentunya sebagai penganten baru mereka juga baru saja menikmati madunya dunia😜


Maghrib pun tiba.


Dalam sujut terakjir zila.


Ya Allah, lindungi hamba dan keluarga kecil hamba yang baru mulai ini. Jangan biarkan ada rahasia di antara kami.


Kalau kau titipkan rahim ini untuk di tumbuhi ummatnya Rasurullah, mohon lindungi kami dari berbagai macam kejahatan dunia dan fitnah dajjal.

__ADS_1


Sedang Hanan sudah lama lebih dulu salam.


Setelah witir dll mereka pun saling salaman.


"Sayang, kok sujudnya lama amat, emang,minta apa?" Kepo Hanan pada istrinya.


"Ah, Babang mau tau aja! ada deeeh, yang jelas kalau doa aku ingin hanya aku dan tuhan yang tau, kalau urusan dunia semuanya baru abang boleh tau, nggak boleh ada rahasia." Ucap Zila, yang membuat hati Hanan bergetar.


"Ooh." Zila pun menatap wajah suaminya yang terlihat berubah seketika.


Bang, emang ada rahasia apa sebenarnya, mengapa Zila tidak boleh tau?


Bathin Zila.


"Kamu mau ku temenin makan dulu?" Ucap Hanan basa basi, karena sebenarnya dia ingin cepet cepet menemui mamahnya.


"Nggak kok Bang, biar nanti zila makan sama Aunte atau Kak Mita saja, lagian hari ini Kak Izzam juga lembur di kantor." Sahutnya.


"Baiklah, aku berangkat dulu ya! emch." Hanan pun mengecup Jidad istrinya dan pamit menuju mobil Zila yang sekarang Hanan yang makai.


"Bang! nyetirnya jangan terlalu ngebut ya! jangan juga bawa cewe lain selain mamah ya! hihi." Zila terlihat bercanda, padahal dalam lubuk hati Zila, itu adalah pesan yang memang di lontarkan dengan serius.


"Kamu salah makan apa? kok aneh gitu!" Ucap Hanan membuang rasa curiganya. walau dalam hati dia sedikit ragu, apakah tadi Zila mendengar telponnya dengan mamah?


"Ayo berangkat, nanti mamah lama nungguinnya.Assalamualaikum." ucap Zila


"Wa alaikumussalam."

__ADS_1


Hanan pun tancap gas menuju rumahnya untuk menjemput mamahnya.


__ADS_2