Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Ya Tarim We Welcome


__ADS_3

Izzam dan keluarga pun sudah sampai di rumah dengan bahagia. Lili dan Zila pun terlihat akrab, Walau status Zila tante Lili, namun Zila tidak mau di panggil Tante, malah dia meminta agar Lili jadi kakaknya saja


karena umur Zila 16 th sedang Lili 18th.Tak apalah panggilan yang penting saling menghormati. Lili sebenarnya baru kelas 2 SMA, tapi karena hamil dia terpaksa berhenti, mungkin kelak dia akan sekolah paket saja.


Mereka merasa kelelahan dan istirahat di kamar masing masing.


"Ayana, tidur sama kaka doong,kaka takut kalau kaka mau sesuatu,kaka kan sedang hamil." Pinta Lili membujuk Ayana.


"Apakah kakak mau berjanji?" Tanya Ayana lagi


"Baiklah! katakanlah!"


"Kakak tidak boleh jahat lagi sama Ummi,kakak jangan bikin Ummi nangis!" Lili pun mengangguk, Ayana merentangkan tangannya dan mendekati Lili. Mereka pun masuk kamar sambil berpelukan.


"Dek! emang kamu sangat sayang ya sama ummi?" tanya Lili ketika sudah berbaring di ranjang


"Iya doong, ummi kan perhatian, nggak kaya mamah, dikit-dikit marah marah." jawab Ayana polos.


"Ayana sayang nggak kalau kakak punya dede bayi?" Tanya Lili sedikit khawatir.


"Emang bisa, kalau belum menikah punya dede bayj? Ummi yang sudah nikah aja belum punya dede bayi!" Jawabnya polos.


Deg


Aduh, gimana inj ya. Masa iya aku harus bilang ini kecelakaan, pasti dia tambah banyak nanya.


Bathin Lili.


"Ya udah! kita tidur aja! Lili pun memeluk adiknya penuh kasih sayang, ini pertama kalinya dia memeluk adik mungilnya itu.


"Kak? kakak sangat cantik pakai kerudung itu lho?" Tiba-tiba Ayana masih bangun dan mengajak Lili berbincang lagi.


"Benarkah?"


"Iya,bl semua orang pasti sangat suka! nggak kaya dulu tu, kakak kaya telanjang, kata ummi kalau kelihatan paha itu seperti telanjang,kata ummi juga waktu Ayana nonton TV, kita nggak boleh liat dan memuji seseorang yang berpakaian tidak menutup aurat, bahkan kita juga ikut dosa lo kalau muji orang yang membuka auratnya!"


Lili terdiam, banyak dosa yang berkelebatan di pikiran nya, hingga rasa kantuk pun datang,akhirnya mereka tertidur.


"Sayank....aku ingin mengatakan sesuatu?" terlihat Izzam memeluk tubuh Mita tanpa menggunakan sehelai benang pun, mungkin mereka baru bikin dede bayi


"Hemm.." Mita terlihat membenamkan kepalanya di dada berbulu suaminya.


"Seandainya kamu jadi datu satunya wanitaku, apakah kau senang?" Tanya Izzam, dia belum cerita, kalau dia sudah pisah dan sudah membagi harta gono gininya.


"Abang bicara apa sih? nggak baik bicara begitu, nanti malaikat marah lho. Hal yang sangat di benci rasul itu kan perceraian! kalau abang jadi-in aku satu-satunya! jelas saja abang harus bercerai dari mbak Tami, aku nggak mau disebut sebagai penyebabnya?"


"Tapi kan memang kamu penyebabnya,Daun muda!" Bisik Izzam memggoda Mita.


"Ih abang, sana ah mau tidur." Mita pun mendorong tubuh suaminya dan berbaring telentang."


"Ehem, mau ngajak lagi ya?" canda Izzam, tapi Mita tak merespon, dia sangat mengantuk dan mulai kelayapan ke alam mimpinya.


💐💐💐



"Horeeee!" Ayana pun berteriak senang saat sampai di kota para habaib.

__ADS_1


"Ayana, bilang Alhamdulillah! masa Horeee!" Nasehat Zila.


"Iya ustsdzah, alhamdulillah." Ayana pun tertawa lepas,penuh bahagia.


" Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" Zila Ayana dan Lili saling berpegangan tangan. Sedang Mita di rangkul erat oleh Izzam, sang suami yang semakin mesra.


"Sayang! Aku punya hadiah untukmu!" Izzam berbisik di telinga istrinya.


"Apa an bang?" Mita tampak penasaran.


"Tapi janji ya, malam ini bekal kasih servisan full." Izzam merayu sang istri


"Imbalan melulu sih abang, nggak ikhlas ya kalau kasih sesuatu?" Ucap Mita sambil cemberut.


"Nggak, ini pasti sangat membuatmu bahagia, walau hadiahnya tidak bisa di sentuh atau tidak bisa disimpan!" Ucap Izzam membuat Mita tambah penasaran.


"Iya,nanti aku pakai lingerie yang bolong bolong." Ucap Mita kesal dan senang sambil tersenyum.


" Asyiik, bakal semaleman dong...Sayang..kamu adalah satu satunya istriku sekarang, aku telah bercerai dari Tami!" Izzam menatap mata istrinya tajam.


Mita tampak melotot dan cemberut.


"Mengapa abang menceraikannya? suatu saat nanti kalau aku jelek, pasti abang juga akan menceraikanku kan?" Mita pun terlihat kecewa dengan kejujuran Izzam.


"Nggak yank, bukan aku yang ingin bercerai, tapi Tami sendiri yang membawa berkas perceraian itu padaku."


Tak terasa, mereka pun sampai ke hotel tempat mereka menginap.


"Kakak, mudahan aku bisa ketemu habib omar Bin Hafidz, kalau aku bisa ketemu sama beliau, aku janji pengen puasa 3 hari berturut turut." Zila sangat senang dia bisa liburan ke Tarim. Liburan ini pun sebenarnya bukan dadakan.


🌹FLASHBACK🌹


"Aku ingin melihat Zila bahagia bang! Dia pengen sekali meneruskan mondoknya ke Tarim, tapi aku merasa tak tega berpisah dengannya, tapi kalau ada kesempatan, aku pasti mengajaknya jalan jalan ke sana, kan aku punya uang 1M pemberian abang belum di apa apain" Ucap Mita sayu.


"Emang kenapa kamu nggak tega jauh dari dia? lepaskan saja dia untuk menuntut ilmu, kan masih bisa vidio call." Ucap Izzam memberi semangat untuk istrinya.


"Nanti akan aku fikirkan."


🌹FLASHBACK END🌹


💐💐💐


Indonesia menunjukkan jam 11 siang, Tami tampak panik, dia tak menemukan pakain Rudi di lemari. Apakah laki laki itu kabur.


"Kemana kau mas Rudi? atau jangan jangan kau sedang membawa kabur uangku, celaka, aku harus segera ke bank untuk memblokernya."


Tami pun bergegas memesan taksi online dan berangkat menuju bank.


"Mbak tolong bekukan No Rekening Ini, ada yang membobol Atamku!"


"Baik nyonya." Karyawan Bank pun segera melaksanakan perintah Tami.


"Apa aki bisa melihat saldonya?" Tami harap harap cemas.


"Sebentar nyonya."


TAK

__ADS_1


TIK


TOK


CES CES CES.


"Ini nyonya saldo anda!"


"A-a...apa?A-a apa aku tidak salah lihat? 50 juta!sisa 50 juta ? uang 5 M ku hanya sisa 50 juta,uuuh"


Bruk


Tami pun pingsan. Para petugas membantunya berbaring di kursi panjang di ruangan satpam. Setelah beberapa saat, Tami pun bangun


"Uangku....uangku...mana."


" Apakah uangku bisa ditarik kembali?"


"Maaf nyonya, karena penarikan lewat ATM anda sendiri, kami tidak bisa bertanggung jawab"


Tami pun lunglai.


"Tolong panggilkan taksi pa." Tami menyuruh satpam mencarikan dia taksi.


Tami pin meluncur menuju kediaman Izzam, tidak ada tempat lain lagi yang bisa dia datangi selaon Rumah itu.


"Mudahan saja Lili atau Ayana bisa menerimaku!" Tami pun sampai di pekarangan rumah Izzam, namun sepi.


"Kemana satpam ini ya?"


Saat itu satpam sedang sholat zuhur ke mesjid guys hihihi...


TOK


TOK


TOK


"Lili! Ayana! buka pintu! ini mamah nak!"


Sampai beberapa kali mengetuk dan memanggil pun tak ada yang menyahut.


TRING


TRING


TRING


("Hello mah!")


("Lili!dimana kau nak?")


("Kami liburan Mi, ke Tarim!")


(Apa?Tarim")


("iya Mi, sudah dulu ya, Lili lagi di jalan daaaah.")

__ADS_1


"oooh sial!


BERSAMBUNG....


__ADS_2