
"Pak, jadi gimana ini? apa bapak mau menyewakan toko ini dengan sewa murah?" Suara wanita sedang membujuk pemilik ruko, kayaknya wanita itu ingin mengontrak ruko yang ada dipinggir jalan raya tersebut.
"Maaf Nyonya, itu sudah harga pas, kalau nanti lebih murah dari yang sebelah, bisa dikira pilih kasih." Ucap pemilik ruko tersebut.
"Baiklah, mulai besok aku sudah bisa tempati ya, tolong dibersihkan sisa-sisa bangunan di depan sini." Wanita itu pun melunasi pengontrakkan ruko tersebut 20.000.000 per tahun.
"Baik Nyonya, Ini kwitansinya." Pemilik ruko itu pun menyerahkan kwitansi dan pergi meninggalkan Wanita tersebut.
"Begitu malang nasibku ini, baiklah, aku akan mencoba peruntungan dengan berjualan dulu untuk sementara, sambil aku berusaha merayu, Mas Izzam lagi." Gumam wanita itu.Ternyata dia Tami. Dia akan membuka usaha butik.
Dia pun pergi ke pusat perbelanjaan grosir untuk membeli bahan dengan sisa uang 25 juta dari sisa penipuan Rudi.
"Tolong di bungkus semua bang! kalau abang bisa mengurangi harga, nanti aku akan langganan disini." Ucapnya pada penjual.
"Maaf mbak, itu sudah harga grosir." Sang penjual pun segera membungkus pesanan Tami.
"Ini mbak!"
Tami pun mengambilnya dan pulang menuju kontrakan kecilnya. Sesampainya di rumah dia pun menghempaskan tubuhnya ke kasur dan menghela nafas dalam.
Mulai besok, aku akan mulai dari nol lagi, aku juga akan terus membujuk Izzam agar mau rujuk denganku, bukankah dia dulu sangat mencintaiku, bahkan status jandaku karena pernah nikah sirri pun tidak masalah baginya.
Gumam batinnya.
Akhirnya Tami pun tertidur, sampai pagi hari dia baru terbangun.Dia bergegas membersihkan diri dan berdandan secantik mungkin untuk menarik pelanggan, kemudian berangkat menuju ruko barunya yang akan dia tinggali mulai hari ini.
Kreeeeeeeek
Dia pun mulai membuka Tokonya dan mulai menyusun pakaian yang akan di jual grosir.
"Ayo bapa! ibu! silahkan mampir, bisa grosir dan juga ecer!" Suara dari pengeras suara yang tak begitu nyaring dari rekaman Tami yang sengaja di putar berulang-ulang.
"Mbak, baru buka toko? apa ada discon mbak?" Seorang wanita agak lusuh mendekati Tami, namun karena Tami memang orang yang sedikit angkuh dari awal dia pun terlihat jijik melihat ibu-ibu itu.
"Nggak ada bu, silahkan ibu ke pasar saja di sana banyak discon, kalau toko saya ini toko elit, sorry ya!" Tami pun masuk ke dalam dan kembali sibuk merapikan dan menyusun semua pakaian yang kemaren di belinya.
uh, capek sekali, mengapa begitu susah cari uang begini, apa mungkin aku bisa kembali pada mas izzam ya?
Batinin Tami.
"Mbak, kalau aku beli grosir haega berapa mbak, untuk jenis baju anak seperti ini?" Terlihat seorang laki-laki kisaran usia 35 tahun datang dan bertanya.
"Itu semua ukuran dari 1-12 harga partai 27000 mas, sudah murah banget itu."jawab Tami lagi.
"Nggak bisa kurang lagi?" Tanya lelaki itu lagi.
"Tidak bisa mas, harga sudah pas." jawab Tami.
"Baiklah! aku mau beli yang ini 20 lembar, motif lain 40 lembar" Laki-laki itu pun memilih-milih motif lainnya.
"Baik mas, nanti akan saya potong lagi total keseluruhan." Ucap tami lagi,dia pun tampak senang, wajahnya terlihat tersenyum karena bahagia.
"Ini mas, dan ini notanya 1.620.000. biar 1600.000 saja." Laki-laki itu pun membayar dengan uang pas dan meninggalkan ruko Tami.
Kalau begini terus tiap hari, aku kan jadi pengusaha kaya nih.
__ADS_1
Batinnya.
Dia pun melayani pelanggan lainnya, karena memang harga jualannya lebih murah dari pada di lain, maka jualannya sangat laku hari ini. Tak terada hari sudah sore, Tami pun menutup Rukonya dan naik ke lantai atas untuk beristirahat.
"Wah lumayan banyak di hari pertama, kalau begini mungkin aku perlu mencari karyawan nih biar aku tidak terlalu capek"
Sambil berbaring di ranjang kecilnya, dia pun mencari jasa karyawan yang mau bekerja sekaligus tinggal seatap dengannya. Dia pun mulai menghubungi nomor Telpon yang ada di agen jasa tersebut.
-Hello, aku ingin mencari karyawan, untuk menjaga toko grosirku, dan aku melihat anda sedang membutuhkan pekerjaan, apakah anda tertarik untuk bekerja di toko pakaian?"
-Baik Bu, saya akan datang untuk melamar, saya bersedia.
Akhirnya, Tami menutup telponnya, dan memberikan alamat dengan mengirim lewat WA Lokasi dengan google map. Setelah menemukan karyawan Tami pun terlihat tertidur lelah.
Tring
Tring
Tring
-Hello bu, saya sudah di halaman toko ibu.
-Oh baiklah! tunggu sebentar.
Tami pun turun dan menemui karyawan barunya.
"Ayo silahkan masuk, apa kau mau istirahat dulu? atau apa langsung ku kenalkan dengan barang-barang jualan?"
Saya langsung belajar untuk jualan aja Bu, karena saya juga tidak terlalu jauh dari sini."
Jawab wanita itu.
"Saya Rani bu." Rani pun mengulurkan tangannya. Rani terlihat masih muda dan cantik, saat melihat foto wanita ini di FB, Tami langsung tertarik, karena kecantikan dan di tambah Rani juga masih muda dan siggle menjadi nilai tambah di mata Tami.
"Mari saya kenalkan." Rani terlihat sopan dan baik, setelah satu-satu barang telah Rani ingat kode dan harganya, mereka pun naik ke atas untuk istirahat. Malam mulai datang, setelah Rani sholat isya dia pun tertidur di lantai, karena rasa kantuk.
Tap
Tap
Tap
Ceklek
"Rani..." Tami membuka pintu kamar Rani dan mendapati wanita itu masih mengenakan mukena.
"Lho kok tidur dibawah?" Gumam Tami lagi.
Tami pun kembali ke kamarnya.
Menjelang pagi. Mereka pun sarapan bersama dan Rani mulai bekerja.
Hari-hari jualan Tami semakin laris manis dan perlu menambah satu karyawan lagi, Tami pun kembali mencari karyawan, kali ini seorang wanita biasa tidak jelek dan tidak cantik.
Saat Tami bangun pagi dia pun terkejut.
__ADS_1
"Aduuuh, kenapa kewanitaanku rasanya sakit ya? ada apa ini" Tami cepat cepat ke Kamar mandi dan memeiksa organ intimnya.
"Ada apa ini, mengapa terasa panas dan terbakar." Tami mun mencoba mencuci dengan air dan tambah lerih, dia pun,segera keluar dan mengetuk pintu Rani.
Tok
Tok
Tok
"Rani, apa kau sudah bangun?"
Cklek
"Iya bu! ada apa?" Rani nyembul dari balik pintu
"Hari ini tolong buka toko dan kamu urus semua pengeluaran barang, ibu ada perlu keluar, kalau ada yang tidak tau telpon saja aki ya!" Ucap Tami.
"Baik bu." Rani sedikit heran dengan bosnya, kok jalannya terlihat kaya jalan bebek? namun Rani tidak ambil pusing, dia pun kembali ke kamar dan siap-siap untuk mandi. Setelah mandi Rani pun sholat subuh.
"Mely, ayo bangun, sholat subuh dulu!" Ajak Rani pada teman barunya itu.
"Entar, aku masih ngantuk." Mely pun kembali tidur, sementara rani ke dapur dan memasak, dia juga ceplok telor, setelah nasi masak dia langsung makan.
"Mely, cepat bagun, sudah jam 8, kita buka toko dulu!" Ajak Rani lagi.
"Bu bos sudah bangun?" Tanyanya balik.
"Ibu sedang pergi keluar mungkin ada keperluan, atau mungkin cari bahan."
jawab Rani.
"Nanti saja, kamu duluan aja, aku masih ngantuk."
Rani malas berdebat, dia pun kebawah dan buka Toko. Seperti biasa, toko sangat ramai oleh pembeli yang sudah antri di depan toko.
"Selamat pagi mbak Rani!"
orang bapak-bapak yang memang terlihat tertarik lada rani menyapanya di minggu inj, seperti hari-hari kemaren, dia terlihat sangat senang dengan rani.
"Selamat pagi pak!" Jawab Rani sopan.
Sebenarnya dia juga sedikit risih dengan bapak-bapak itu, namun dia sebagai penjual barus tetap ramah, karena bapak itu terlihat naksir Rani, dia sering mengajak Rani ngobrol dan menanyai perihal Rani dan keluarganya, kayak mau lamaran gitu. tali Rani tidak meladeninya.
"Nak, apakah kau sudah punya suami?" Tanya bapak itu suatu hari.
"Maaf pak, saya belum ingin menikah, saya belum punya pacar, saya ingin membantu orang tua dulu dengan membagi rezeki saya dengan mereka." Jawab Rani
"Jadi bapak naksir Rani ya pa? apa tidak malu dengan umur, ish."
Ucap mely ketus sambil mendesis.
Bapak-bapak itu hanya tersenyum.
"Rani, kalau kau sudah siap menikah, bilang sama bapak ya!" Bapak itu pun meninggalkan kartu nama. Beliau pamit sambil memandang ke arah Mely penuh misteri.Rani pun mengambil kartu nama dengan dua tangannya dengan sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Ish, kakek-kakek nggak sadar umur." Ucap mely lagi .
BERSAMBUNG....