
Di Klub Z
Izzam sedang gelisah menunggu seseorang, dia mondar mandir sendirian.
"Zam...apa yang kau lakukan? mengapa tidak minum?" suara Papa Angle mengagetkan Izzam yang berdiri di dekat dinding.
"Apa kau melihat Mawar?" Tanya Izzam
"Tadi ada, mungkin lagi kasih servisan, kamu kenapa? ayo...bersenang senanglah! di sini, nggak usah nyari yang nggak ada, lagian banyak kok yang lebih cantik dari mawar!" Ucap Papa angle pada Izzam lagi.
"Duluan saja, aku ada urusan lain." jawab Izzam.Tak berapa lama yang di cari pun datang.
"Tuan Izzam, maaf, sungguh mohon maaf, Jingga nggak bisa datang malam ini."
"Apa maksudmu? bukankah kau berjanji malam ini pasti bisa! lalu apa yang kau katakan?" Izzam berdiri dan mendekati Mawar.
Izzam mencengkram tangan Mawar kasar.
"Au sakit tuan, mohon lepaskan, aku akan menjelaskannya." Pekik Mawar.
"Aku akan membayar mahal, beraninya kau mempermainkan aku heh?" Izzam benar benar emosi.
"Tuan...i..tu, mama Jingga meninggal siang tadi." ucap Mawar gagap.
"......." Izzam kaget dia hanya membelalakkan matanya, dan melepas cengkraman pada Mawar. Dia pun melangkah pergi keluar dengan wajah kesal, Izzam melangkah menuju parkiran mobil mewahnya dan pulang tanpa basa basi.
Dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di rumah dia pun menuju kamar istrinya.
Bruk.
Di banting nya pintu karena tidak menemukan istrinya dikamar.
"Wanita itu pasti sedang Klubing lagi."
"Iyem...tolong ambilkan minum."
Izzam berteriak kesal, hingga anak kecilnya pun terbangun dan keluar.
"Papah...ada apa?" Dengan suara mellownya Ayana.
"Ayana...kau belum tidur?"
"Ayah berteriak, Ayana terbangun yah."
"Iyem mana? kamu sama siapa?" Tanya Izzam lagi.
"Nggak tau Pah, Iyem nggak ada dikamar."
"Kemana perempuan itu?" Gumam Izzam.
Terpaksa Izzam ke dapur sendiri untuk mengambil minum. Betapa kagetnya dia melihat pintu belakang sedikit terbuka, lalu dia pun mengintip. Matanya, terbelalak melihat pemandangan yang tak biasa.
" Iyem....! Rano...!"
Izzam segera turun kebelakang dan mengambil sapu dan mengarahkannya ke tubuh Iyem dan Rano yang telanjang separo badan. Mereka pun segera memasang kembali pakaian mereka.
"Keterlaluan kalian! benar benar, malam ini juga, kemasin barang barang kalian!" Rano dan Iyem hanya terdiam dan menunduk. Mereka cepat cepat pergi. Iyem pun ke kamar membereskan pakaiannya. Sementara Izzam membawa putrinya ke kamar atas. Biasanya kalau lagi marah izzam lebih suka tidur dikamar atas.
"Ayo sayang! Papah temenin tidur."
Ayana pun tidur dengan ditemani ayahnya dikamar atas. Ayana memeluk ayahnya sampai pagi, mungkin ini malam yang bersejarah bagi Ayana, selama ini dia tidur ditemani Iyem karena Papa dan mamanya slalu keluyuran kaya kelelawar. Pagi pun telah tiba.
Bruk bruk bruk
"Iyeeeeem...di mana Ayana? mengapa kamarku berantakan begini?"
Terdengar suara berisik dibawah. Ternyata Tami istri Izzam datang membuat keributan.
Tap tap tap.
Izzam menuruni tangga dan mendekati istrinya.
"Ada apa sih Mi? brisik banget sih."
"Iyem mana pa?"
"Sudah ku pecat."
__ADS_1
"Haaa...apa Pah? kenapa?"
"Dia mesum dengan Rano di belakang."
"Astaga...Ayana...kamu tidak papa Nak?" Tami mendekati putrinya dan menunduk menatap mata putrinya.
"Berlianku, mana berlianku?" Tami membongkar kotak perhiasannya namun tak menemukannya.
"Papah, ia membawa berlian ku Pah!"
"Ya sudahlah, nanti beli lagi, ayo Nak kita mandi, cari makan keluar."
"Papaaaah, itu limited edision pah."
Izzam tak menghiraukannya.
Izzam dan Ayana pun naik ke kamar atas dan mandi, setelah selesai, mereka pun keluar mencari makan pakai motor, selesai makan, mereka ke mini market untuk belanja keperluan instan, seperti mie yang sudah pakai nasi, bubur instan dll.
Bruk...
"Maaf tuan." Seseorang menabrak Izzam dari belakang, Izzam pun kaget dan menoleh.
"Jingga?"
"Kenapa jingga?" Laki-laki lain pun mendekati Jingga.
"Tidak apa apa. Maaf sekali lagi Tuan."
"Jingga tunggu!" Izzam mencengkram pundak Jingga.
"Tadi malam aku mencari mu, katanya ibumu meninggal, tapi siapa dia?" Izzam menunjuk laki-laki yang ada di ujung.
"Aku tidak bekerja malam lagi, aku hanya bisa menemani belanja untuk siang hari, maaf tuan permisi."
"Tidak! tunggu! jangan pergi! aku juga membutuhkanmu, pembantuku kabur, aku harus membeli bahan makanan."
"Hey, kau siapa? aku yang duluan membawanya kemari, minggir!"
Laki-laki itu pun menggandeng pundak Mita dan berjalan ke arah kasir.
"Tidak! jangan bawa dia! aku akan mengganti uangmu, berapa kau memberinya uang?"
Izzam melerai gandengan laki-laki itu dari pundak Mita.
Buk
"Au..." Tiba-tiba Izzam memukul pria itu dan pria itu pun mengeluarkan darah segar.
Buk Buk
Pria itu pun membalas.
"Papaaaah hik hik hik" Ayana menangis melihat papanya di pukuli.
"Tunggu, hentikan, hentikan!" Mita panik, dia ketakutan dan menarik tubuh pria yang bersamanya menjauh dari Izzam.
Security pun datang dan melerai perkelahian itu.
"Baiklah, kau ingin tau berapa kau harus membayarnya? 100 juta, sekarang!" Pria itu meminta tebusan Mita 100 juta. Mita pun membelalakkan matanya..
"Tuan, apa maksudmu? aku bukan barang yang bisa di over over tuan." Mita sedikit berbisik karena merasa malu sedang di perhatikan orang, se mini market itu.
"Eleeeeeh, sudah, sekarang aku ingin pria itu membayar ku 100juta" Ucap lelaki itu lagi.
"Baik, aku akan bayar, ini kartu naman ku,aku akan segera transfer, mana no rekening mu, karena aku tak membawa uang sebanyak itu."
"Awas kalau kau bohong!"
laki-laki itu pun pergi dan mengambil kartu nama Izzam.
"Sayang...." Mita menunduk dan memeluk gadis kecil itu kepangkuan nya, dia kasihan melihat anak itu menangis sesunggukan karena melihat kekerasan di depan matanya.
"Ayo! aku panggilkan taksi, hari ini kau ke rumahku, karena aku sudah membayar mu, sehari ini kau jaga anakku."
Mita tak mampu menolak, itu sudah janjinya, kalau seseorang sudah membayarnya, maka, dia berkewajiban menuruti perintah sang majikan.
Taksi pun datang, Ayana dan Mita masuk dan meluncur menuju Rumah Izzam. Sesampainya di rumah, rumah terlihat sepi. Mungkin Tami sudah keluar entah kemana.
"Kau naik ke atas, Ayana, tolong temani tante masuk kamar."
__ADS_1
Ayana pun sangat senang melihat wanita cantik didepannya, dia pun mengajak Mita ke atas.
"Tante, ini kamar papa, mama tidak boleh masuk kamar ini kecuali papa mengizinkan."
Pernikahan macam apa itu? mengapa seorang suami melarang istrinya masuk kama**r?
Batin Mita
"Lalu! dimana Mamamu?"
"Mama dan Papa sering bertengkar, mama dan Papa juga jarang ada di rumah, aku sering di tinggalkan sama Bibi, namun sekarang Bibi juga pergi, mereka jahat, mereka sering ninggalin Ayana." Wajah ayana tampak cemberut, dia pun hampir menangis tapi dia tahan.
"Sini sayang, hik ...hik...hik..."
Mita menangis sesunggukan, dia sudah tak sanggup menahan beban yang ada di pundaknya, mungkin ini kesempatan dia bisa menangis histeris.
"Hik...hik...hik.." Melihat Mita menangis Ayana pun menangis, walau dia belum paham betul apa yang dia tangisi. 😃
"Ayana sudah makan?"
"Sudah tante."
"Sekarang Ayana tidur ya! biar tante temenin."
"Mita pun menina bobokan ayana, dia bercerita tentang Nabi Nabi yang pernah dia dengar dari ibunya dulu, juga cerita islami lainnya, dia mencoba memberi manfaat pada gadis kecil itu, dia berharap dan berdoa agar gadis itu tak mengalami penderitaan pahit, karena mendengar dari cerita Ayana tadi, mereka bukan keluarga bahagia.
Ayana pun akhirnya tertidur pulas.
Cklek
Izzam masuk ke kamar sambil membawa makanan. Dia pun duduk di samping Mita.
"Aku turut berduka atas ibumu."
Mita hanya mengangguk
"Apa kah kau mau menjaga Ayana?"
Mita menatap Izzam tak mengerti.
Izzam mendekat, wajah cantik Mita sangat menggoda bira**nya.
"Tuan mau apa?" Izzam mencengkram kedua tangan Mita.
"Tuan, jangan! saya mohon."
"Tiba-tiba Izzam mengecup bibir Mita secepat kilat dan kasar, hingga Mita tak bisa bersuara, Mita mencoba mundur, namun kepala Mita di tahan oleh tangan kiri izzam.
"Aaaa" Akhirnya Mita bisa teriak, hingga membangunkan Ayana.
"Papa jangan sakitin Tante." Ayana turun dari ranjang dan mendorong Papanya agar menjauh dari Mita.
"Nggak sayang, Papa cuma mau ngambilin kelilipan tante aja kok Nak" Alibi Izzam.
"Ooh kirain?" Wajah polos Ayana bikin gemes dan membuat, Mita tersenyum, dia bersyukur bisa selamat dari tuan izzam.
"Apakah kau, sudah menikah?" Tanya Izzam.
"Belum tuan."
"Apa kau mau jadi istri keduaku?"
"Maaf tuan, aku bukan wanita seperti itu, walau pekerjaanku nemenin Oom oom, tapi aku tidak seburuk yang tuan pikirkan."
"Aku dan istriku itu seperti teman, hanya se atap tapi saling tidak perduli, Ayana ini pun hanya sebuah kecelakaan, sebenarnya dulu kami tidak ingin mempunyai anak lagi, tapi karena Tami lupa minum pil nya jadilah dia." Izzam hanya melirik Ayana, agar Ayana tidak paham perkataan mereka.
Ayana yang duduk di sofa sedang asyik bermain boneka. sehingga dia tidak mendengar ucapan ayahnya.
"Aku takut nyonya marah tuan."
"Baiklah, aku akan memberitahukan nya terlebih dahulu tentang niatku ini, aku akan mempertemukan kalian."
Setelah beberapa waktu ternyata Tami mengizinkan dia dipoligami, dengan syarat Tami pun bebas bergaul dengan laki laki manapun, asal tidak pergaulan bebas
Mita
💐💐💐
__ADS_1
...FLASHBACH END...
BERSAMBUNG.....