Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Mengigau


__ADS_3

"Aya! jangan!" Pekik Zila ketika melihat Soraya membabi buta menampar mulut Sinta dengan tangannya sendiri.


"Kurang ajar kau." Sinta pun mencakar rambut Soraya begitu juga soraya.


"Hentikan! Hentikan!"


Hanan pun melerai namun tidak bisa. Zila pun memeluk tubuh adik iparnya, sementara Hanan mencengkram tangan Sinta dan membawanya menjauh.


"Sayang hik hik hik."


Hap


Sekali lagi Sinta memeluk Hanan erat. Zila yang melihat sangat cemburu, namun apa daya.


"Hik hik maafkan aku." Suara Sinta menghiba dan memohon dengan muka yang di buatbuat sayu.


"Lepaskan! lepaskan!" Hanan pun menyimbah pelukan Sinta.


"My soul, tolong maafkan aku." Rengek Sinta lagi, kembali menarik tangan Hanan.


"Aku sudah memaafkanmu," sambil menyimbah tangan Sinta.


Hanan pun menjauh


Hap


"Berarti kita balikan lagi kan?" Sinta kembali menarik tangan Hanan.


"Heh." Hanan pun menghentakkan tangan Sinta.


"Aku memaafkan mu, namun aku tidak akan pernah kembali padamu, ingat!"


Hanan pun pergi meninggalkan Sinta.


"Tunggu! aku mau jadi istri ke dua mu kok." Teriak Sinta, sehingga membuat semua mata memandang padanya.


"Aku tak perduli dengan apa kata orang, kembalilah padaku." Teriaknya lagi. Sementara Hanan terus berjalan dan menxekati Zila, memeluk tubuh jstrinya dan menjauh.


"Hooooo.... mengapa lelaki itu meninggalkannya, dan menikah dengan wanita lain, memang sih yang lebih naik, tapi kan kasian tu cewe." Gumam seorang lelaki yang berbicara dengan teman-temannya yang juga nongkrong. mereka yang tidak jauh duduk bergerombol dekat Shaina dan Aya.


"Kita kan tidak tau cerita sebenarnya." ujar yang lainnya.


"Hey, kalian membicarakan Kakakku heh? kalian mau tau siapa Wanita ja lang itu? Wanita itu meninggalkan kakakku setelah mendapatkan pacar selebritis. padahal mereka udah pacaran selama 3 tahun, Kakakku depresi dan hampir gila, sekarang kakakku udah insaf dan mendapatkan wanita hebat, puas!"


Aya begitu bersemangat menjelaskan perkaranya, dia tidak rela kakaknya di salahkan.


"....?????" Para pemuda itu pun hanya membuka mulutnya dan menjadi pendengar yang baik.


"Aya, cepat!" Zila memanggil Adik iparnya mengajak untuk pulang.


Sinta teeduduk dan menangis. dia terus teriak teriak tak jelas.


Tap


Tap


Tap


Hanan, Zila dan Aya pun sampai di mobil.

__ADS_1


"Ya, kamu yang nyetir ya, ayo sayang, kita duduk di belakang saja!" Ajak Hanan pada Zila.


Zila pun mengikuti. Mereka pun sudah meninggalkan tempat tersebut.


"Sayang, kita buat panggilan yuk." Tiba-tiba Hanan angkat bicara, dia teringat dulu saat masih dengan Sinta, dia memanggil Sinta Heart, sedang Sinta memanggilnya Soul(jiwa)


"Aku kan manggil Babang, aku udah enak dengan itu." jawab Zila.


Hanan pun merebahkan kepalanya di pundak Zila, sepanjang jalan dia tampak diam.


Apakah wanita itu sangat dia cintai dahulu?


Bathinnya berbisik.


"Aku ingin memanggilmu pearl(mutiara)"


"susah amat sih,Bang,."


nanti malah jadi piiiir, buah piir."


"Aku mau panggil gitu, Pearl biar lain dari pada yang lain, oke?" Pinta Hanan lada Zola, Zila pun mengangguk.


"Terserah abang ah." Soraya sengaja memelankan jalan mobilnya, untuk menenangkan hati Kakaknya biar bisa berlama-lama di jalan. Hanan pun tertidur di pangkuan Zila.


Kebalik kalee Bang😄.


"Kak ipar, apa Kakak ipar marah atas kejadian tadi?" Tanya Aya polos.


"Buat apa marah dik?" Itu masa lalu Babang, aku juga punya masa lalu kok." Ucapnya.


"Masa lalu kak Zila pasti sangat baik, karena kak Zila wanita sholehah." Ucap Aya.


"Boleh aku bercerita?" Tanya Aya, minta Izin


"Silahkan!" Ucap Zila.


"Dulu Kak Hanan dan Sinta sangat mesra, oh maksudnya sangat dekat, saling mencintai, ke mana-mana slalu berdua, 3 tahun mereka bersama tidak ada halangan, uang bagi Kakak tidak masalah, mereka sering menghabiskan uang di penghujung minggu, jalan-jalan dll. banyak wanita yang tergila-gila pada kakak, yang juga cantik-cantik, namun kakak tipe yang setia. Hingga suatu hari ada seorang selebritis juga kuliah di kuliahan Kakak, Sinta pun tergoda karena ketenerannya, akhirnya Kakak di putusi secara sepihak, kakak Depresi, hari yang saat itu sangat buruk bagi kakak." Aya terlihat sendu saat menceritakan itu.


"Oooh, lalu apakah Santi menikahi artis itu?"


"Kami tidak tau, mamah pun ikut tertekan, tidak karuan makan, hingga akhirnya kakak di pindah kuliah. Pelan namun pasti akhirnya kakak pulih setelah berteman dengan seorang sahabat yang taat. Saat itu kami masih non muslim, kakak lah yang lebih dulu masuk islam. Setelah itu Kakak pun memutuskan untuk belajar ke Tarim bersama sahabatnya itu, aku lupa namanya."


"Hamzah?" Se ingat Zila saat itu, lelaki itulah yang slalu bersama Hanan.


"Iya benar." Sahut Aya


"Apakah mereka pernah tidur bareng ih maksudnya pergi keluar negri bardua gitu?" Tanya Zila penasaran. juga harap harap cemas.


"Nggak kok, mereka kalau pergi liburan slalu beramai ramai."


Jawaban yang membuat Zila lega.


Tak terasa mereka pun sampai.


"Babang, bangun, udah nyampai." Zila pun menggiyang hiyang tubuh tampan suaminya.


"Uaaaah." Hanan pun bangun dan keluar pada mobil.


"Assalamualaikum, mah."

__ADS_1


Tak ada sahutan.


"Mungkin mereka sudah bobo Bang."


Tap


Tap


Tap


Mereka menaiki tangga.


Ceklek.


"Isya dulu,Bang." Ajak Zila.


"Oh iya."


Hanan pun mengambil wudhu dan sholat. selesai Sholat dia menghempaskan tubuhnya ke Kasur empuknya. Sementara Zila yang baru selesai doa pun merapikan mukenanya.


"Bang, kok nggak nungguin aku sholatnya.Zila yang baru sholat saat Hanan udah salam heran, tak biasanya Hanan tidak menunggunya untuk berjamaah.


"Aku merasa lelah My Pearl. Sini!" Hanan melambai.


Zila pun mendekat. Hanan memeluk tubuh istrinya.


"Aku ganti baju dulu Bang." Pinta Zila


"Nggak usah, begini saja." Ucap Hanan lagi


Zila kan masih pakai gamis tebel karena belum ganti, sementara Hanan sudah memakai baju kaos dan celana kolor se lutut. Hanan memeluk istrinya erat dan membenamkan kepalanya di leher Zila. Tak berapa lama dengkuran Hanan pun terdengar.


Lho, tak biasanya dia bisa tidur dengan posisi begini, biasanya dia gerah sendiri dan nggak bisa nahan dan menjauh sendiri.


Guman Zila.


Akhirnya Zila pun melepaskan pelukan suaminya karena merasa gerah dengan pakaiannya maksud hati ingin cari baju ganti.


Hap


"Heart jangan! di sini saja" Ucap Hanan Dengan mata yang masih tertutup.


"Hah?" Zila yang mendengar suara suaminya pun heran.


"Heart?" Hati Zila bertanya tanya


Siapa yang dimaksud?


Ternyata Hanan mengigau, Zila pun menatap wajah suaminya.


Apakah dia punya masa lalu yang sangat rumit?


Bathinnya


Di belai lembut pipi Hanan dengan penuh perasaan.


"Heh, kau tampan juga ya! tapi kau sudah mencuri ciuman pertamaku saat di pesawat, padahal kita belum mahrom. ya Allah ampunkan kami." Lirihnya


dia pun tersenyum sangat manis.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2