
Kini Hanan sudah cuci muka tangan dan gosok gigi, dia juga pakai Parfum termahalnya yang bisa lengket di hidung Zila kalau dia nyium😍
"Ayo bobo!" Hanan me meluk istri mungilnya dan menenggelamkan kepalanya di pundak Zila, menciumi wangi rambut istrinya, itulah yang slalu Hanan lakukan setiap mau bobo.
"Huak huak.." Zila mual dan turun mendadak dari tempat tidur.
"Kenapa sayang? sini!" Hanan pun mendekat dan ingin mengolesi minyak kayu putih.
"Jangan mendekat! aku nggak suka parfum Babang, baunya sangat menyengat." Ucapnya.
"Lho kemaren kemaren suka, masa badan wangi ini di tolak?" Hanan sengaja terlihat sedih.
"Jangan! huak, Zila huak nggak bisa huak nafas nih." Zila yang ada di kamar mandi terus muntah muntah sendiri tanpa mau di dekati Hanan.
Hanan jadi bingung.
"Bentar, biar aku panggil kak Mita." Ucap Hanan dia bermaksud keluar.
"Jangan! udah malam, kasian kakak juga kurang tidur karena Ezra sering cerewet. nanti hilang sendiri kok." Ucapnya.
"Trus bagaimana ini?" Ucap Hanan lagi.
"Nanti juga berhenti sendiri kok. Sini lempar minyak kayu putihnya." Zila pun mengolesi sendiri untuk menghilangkan mual.
"Babang tidur aja, tadi Zila udah tidur kok." Ucap Zila.
Hanan pun berbaring di ranjang sambil membuka HPnya.
Lho kok ada foto Qiara?
Pasti mamah yang moto tadi, kapan dia ngambil HPku ya?
__ADS_1
Lirih hatinya.
Tak terasa Hanan pun tertidur sambil memandangi foto dirinya yang sedang menggendong Qiara, maksud hati ingin menghapus tapi keburu tidur.
"Babang udah tidur. Biar aku tidur di bawah saja." Zila pun mengambil Hp Hanan dan tak sengaja kepencet, Zila kaget karena melihat foto itu, dia pun tidak jadi meletakkan di atas meja, dia letakkan di samping suaminya, biar terlihat jatuh sendiri.
Setelah lama Zila meng Halu yang tak karuan, akhirnya dia bisa tidur juga.
🌷
"Uaaaaah, jam berapa ya?" Hanan pun meraba HPnya yang ada di bawah tubuhnya.
"Hah? jam 10?" mengapa Zila tidak membanhunkannku? mana belum sholat lagi." Dia pun bergegas ke kamar,mandi dan wudhu.
"Terpaksa mengqodhu." Dia pun menunaikan sholat subuh 2 rakaat. selesai salam dia keluar mencari Mita.
"Aunte, kak Mita mana?" Tanya Hanan.
"Mereka pergi pagi pagi sekali Tuan, katanya ke pasar pagi, Non Zila pengen buah di beli langsung dsri pasar tradisional.",Ucap Aunte.
Dreeet dreeeet
Berulang kali menelpon namun tak ada sahutan.
'Sayang, aku ada Meeting, aku,berangkat kantor dulu' Hananpun mengirim pesan.
🌷
"Kak Mita, mau jeruk itu ah, terlihat segerr
yyyssssst." Zila menelan air liurnya dengan suara nyaring.
__ADS_1
"Ih Zila, liurnya netes tuh" Canda Mita yang melihat adiknya itu tampak sumringah saat melihat jeruk ijo ijo.
"Mana kak?" Zila pun ngelap mulutnya dengan ujung kerudungnya.
"Hahaha." Mita malah tertawa milihat tingkah adiknya.
"Kaka ih becanda,"
Mereka pun membeli banyak buah dan sayur mayur.
"Waaah kalian borong se isi pasar ini ya?" Ucap Izzam ketika seorang kuli panggul membawakan banyak makanan ke mobil.
"Kak nanti mampir di apotek ya.Zila mau beli TesPak." Pinta Zila.
Izzam hanya mengangguk.
Akhirnya mereka selesai berbelanja mobil mereka penuh dengan belanjaan dari spatula pun mereka beli mangkok pot hiasan dapur dll hingga memenuhi kursi duduk paling belakang.
"Apotek Kak stop." Zila pun turun dan membeli beberapa tespak yang harga 10ribuan 3 buah. Tak seperti Hanan yang beli 10 seharga 400 ribu di buang pula😃.
🌷
Zila terlihat tergesak gesak menuju kamar mandi dan membawa wadah juga alat tes. hatinya bergemuruh dag dig sug
"Mudahan Positif, kalau Positif hari ini juga aku akan ke kantor Babang memberi kejutan." Ucapnya Zila sudah membaca Pesan dari suaminya yang berangkat lebih awal.
deng deng....
Hasil Tes sudah keluar garis 2
"Oooh Tuhaaaan, garis dua yes." Zila keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Alhamdulillah Allah. Aku harus memberi tahu Babang hari ini juga."
BERSAMBUNG....