
Hanan tampak santai di kantornya, dengan di temani kopi dan mie rebus yang dibuatkan asistennya, sangat menikmati dengan menggunakan sumpit. Di rumah dia kalau mau makan mie harus sembunyi sembunyi, karena tidak baik untuk Zila, apalagi kalau nanti hamil, itu kata dokter, dia pengen zila sehat jangan terlalu sering makan mie rebus๐
Pemanis yaaa
Dreeet dreeet dreet.
Hp Hanan berbunyi
'Hello! kak Mita?"
'Assalamualaikum, Nan, nanti malam makan bareng ke rumah kami ya?' Suara Mita di sebrang telpon.
'Wa alaikum salam, Kok mendadak kak, bukankan tadi malam kita juga makan bareng?' Ucap Hanan heran.
'Yang ini special, nanti ada Fasha dan airin yang udah hamil 5 bulan, mudahan saja Zila menyusul kan? datang ya, jam 7, kami tunggu.' Setelah salam Mita pun menutup telpon.
Kak airin udah hamil? 5 bulan? pasti make in korea langsung jadi hihi, oh iya Zila gimana ya, hari ini aku harus beli tespak, siapa tau sudah jadi juga.
Hanan pun bergegas menghabiskan mie dan menghabiskan minuman kopinya.
"Tolong bersihkan semuanya ya, aku mau pulang." Perintah Hanan pada sekretarisnya tanpa memandang wanita seksi itu. Hanan pun berlalu menuju parkiran.
"Bu Sekret, emang bener bener ya pak Hanan sekarang, jaga mata, padahal ya, ibu ini sudah cantik seksi, masa pak Hanan tak melirik sedikitpun." Ucap karyawati yang emang usil tingkat dewa.
"Sudahlah, yang penting aku bisa kerja di sini." Balas sekretsris Hanan sambil masuk keruangn Hanan dan membersihkan meja, Hanan melarang CS masuk keruangannya, kecuali pas dia lagi di kantor.
๐ท
๐ท
๐ท
Ceklek
"Babang, kok udah pulang?" Zila kaget saat tiba tiba suaminya sudah datang, Zila yang baru sholat Dzuhur pun kaget.
"Males, pengen sama kamu aja."
Hap
"Emmmmmmmmmmch." Hanan menciumi pipi istrinya lama, sangat lama.
Bang, maaf, mungkin malam ini adalah kejutan buatmu, apakah kau mampu menjelaskannya?
Lirih hati Zila.
__ADS_1
"Malam ini kak Mita mengundang kita makan malam." Ucap Hanan sambil masih memeluk istrinya.
"Oh iya, udah tau kok, Zila baju apa ya?" Tanya Zila basa basi.
"Terserah kau saja, kita tidur siang dulu." Hanan lun mengajak Zila berbaring di kasur sambil berpelukan, perasaan was was dan khawatir campur aduk di kepalanya Zila. rasa tak tega namun dia juga harus tau kebenarannya. Setelah meng-Halu lama akhirnya Zila pun tertidur di samping kokongan suaminya yang menjepit tubuhnya dengan kaki Hanan.
Tok tok tok
"Zila. apa kau tidur?" Suara mamah dari luar. namun tak ada sahutan.
Ceklek
Mamah membuka pintu.
"Ha? Hanan? kapan dia pulang?." Mamah Hanan kaget saat melihat anaknya itu tidur melingkar di tubuh Zila.
"Bagai benalu saja, hihi." Mamahnya pun menutup pintu sambil tertawa kecil melihat tingkah anaknya yang benar benar buncin sama mantu cantiknya itu.
Tak terasa waktu sudah sore Hanan dan Zila pun sholat Ashar. selesai salam.
"Sayang, ini aku belikan tespak, ayo coba dulu!" Hanan menyerahkan 5 tespak pada Zila dengan berbagai merek.
"Babang, akurat itu pagi sebelum makan sesuatu."Zila ngeles, karena dia tidak ingin ketahuan hamil, belum saatnya.
"Ooh, begitu ya. Kalau begitu, simpan dulu gih." Hanan pun mengambil Hpnya dan membuka galeri dsn terkejut melihat foto Qiara, dia pun langsung menghapusnya, wajahnya pun terlihat berubah, dan Zila tau itu.
"Babang ada apa?" Tanya Zila sengaja.
Tap
Tap
Tap
"Mamah, sini?" Hanan pun melambai ke mamahnya dan mengajaknya ke dapur.
"Ada apa sih Nan?" Mamahnya tampak bingung.
"Apa mamah yang memoto kami kemaren sama Qiara?" Suara Hanan agak di rendahkan.
"Iya, kenapa?"
"Mah, aku tidak ingin Zila tau, seandainya saja Zila buka Hpku pasti jadi masalah besar.- Ucap Hanan sedikit kesal.
"Di kunci aja Nan Hpnya, kayak papahmu, aku nggak bisa lihat Hpnya."
"Kami tidak ingin ada rahasia mah masalah Hp, tidak boleh ada yang di kunci." Jawab Hanan, Hanan pun kembali ke atas.
__ADS_1
Zila terlihat sedang memilih milih baju.
*
*
*
"Assalamualaikum." Zila dan Hanan sudah sampai di kediaman Izzam tepat jam 7 kurang 10 menit.
"Wa alaikum salam." Mita yang sudah antisipasi memisahkan Hanan dan Lili supaya tidak bertemu sebelum makan malam sudah mengatur siasat dengan baik, namun apakah mereka ingat mengawasi Qiara?
"Appah..." Tiba tiba Qiara datang dari dalam dan langsung memeluk Hanan.
Deg...
Hanan yang baru saja datang terpaku, sementara Zila dan Mita terbelalak tak menduga, mereka tidak ingat mengawasi Qiara. Mita pun menggendong Qiara dan membawanya ke dalam dengan cepat.
"Babang mau minum apa?" Hanan yang masih terpaku tidak menjawab, dia terlihat Syok.
"Babang... kok bengong?" Zila menggoyang goyang tubuh Hanan.
"Oh, terserah kau saja." Ucap Hanan masih bingung.
"Oh iya, tadi siapa?" Hanan akhirnya bertanya juga.
"Gadis kecil tadi? itu cucu kak Zam." Ucap Zila, sebenarnya sampai sini Zila merasa tidak tega dengan suaminya itu, apa yang akan terjadi ya.
Zila pun ke dapur dan mengambil minum, sementara Hanan duduk di ruang tamu dengan gelisah.
"Ini Bang," Zila memberikan teh hangat mudahan bisa menenangkan dan menjernihkan otak Hanan nanti, saat dia memberi penjelasan.
Yang di nanti pun tiba. Mereka makan bersama di dapur.
Semua orang sudah berkumpul di dapur kecuali Zila dan Hanan.
"Dek, ayo makan!" Tiba tiba Mita muncul mengajar makan bersama.
mereka pun menuju dapur.
Deg
"Kau?" Hanan yang lebih dulu melihat Lili sangat terkejut dan syok, begitu juga Lili
BERSAMBUNG....
mampir juga ya
__ADS_1
PEMBUNUH BAYARAN PALSU PERENGGUT KEPERAWANANKU
udah 54 episode