
Sore di Kota Tarim, tampak seorang Pria duduk di Balkon Apartemen memandang lepas ke arah gedung-gedung bertingkat, dia memegangi Hpnya dan sesekali melihat ke layar ponsel dan tersenyum
"Hey, Hanan, Madza ta'maliin?" Hamzah yang tiba-tiba datang mengejutkan lamunannya.
"Hamzah? aku sedang mencari seseorang."
Hamzah adalah teman Kuliahnya. Hamzah yang berasal dari Timur leste itu sangat baik dan perhatian pada Hanan. Sebenarnya ada keturunan Arab juga dari Ibunya.
"Ayyowah, Man hia? jamilah aw laa?"
"Jaidan." Hanan pun tersenyum dan kembali memandangi layar ponselnya.
Hap.
Dengan sekali tangkap, Hamzah pun berhasil meraih Hp Hanan.
"Hey, kau curang." Ucap Hanan pada Hamzah.
"Hi hi. Aku tidak akan melihat kalau kau tidak mengizinkan," Ucap Hamzah.
"Lihat saja! aku tak melarang kok."
Hamzah pun menatap layar ponsel yg sudah gelap.
"Ish, apa ini." Hpnya sudah mati dan bersandi.
Hamzah pun mengembalikan ponsel Hanan kesal.
"Ha ha, kemarilah, lihat ini!" Hanan pun membuka kembali Hpnya dan memperlihatkan foto dirinya dan Zila 2 tahun silam.
"Kau bilang dia cantik? dia kan pakai Niqab, mana tau kalau dia cantik, jangan-jangan wajahnya jerawatan, atau mungkin lebih buruk dari itu,"
"Hus, aku yakin wanita ini sangat cantik."
"Di mana kamu bertemu dengannya, mengapa dia menyandarkan kepalanya padamu?"
"2 tahun silam."
"Apa!!! majnun Anta, 2 tahun? silam?" Hamzah geleng-geleng kepala dan duduk di lantai Balkon.
"Saat itu kami tak sengaja bertemu di pesawat, dia begitu sombong menurutku, kenalan saja dia tidak mau."
"Dia bukan sombong, tapi dia menjaga pandangannya kaleee, lihatlah! dia kan wanita bercadar."
"Tapi sikapnya itu membuatku penasaran, aku sudah mencarinya ke beberapa sekolah disini, namun mereka tidak ada yang mengenal."
"Bagaimana kalau kita pasang di FB? mungkin akan ada orang yang mengenalinya?"
"Oh, iya ya! tapi...apa tidak terlalu berlebihan, bagaimana kalau keluarga mengenalinya dan melihat dia sedang bersandar ke bahu seorang pria, atau mungkin sekarang dia sudah menikah!"
"Mana kita tau kalau kita tidak mencobanya."
"Baiklah, aku akan pasang di FB ku."
Wahai wanita yang tak tau Rimbanya
Dibalik cadar yang anggun
Melihatmu bagaikan candu bagiku
Kalau semesta mengizinkan kembali
Bawa dia bersama angin padaku
Akan ku pinang dia dengan restuMU
Posting bersama foto.
__ADS_1
tak berama lama komenan pun membanjiri beranda Hanan. ada beberapa wanita juga yang komen pedes. Ada yang langsung menchat pribadi
("Hanan, siapa wanita itu? apa dia pacarmu?")
("Hanan, kau menolak ku karena gadis bercadar itu?")
Dan banyak lagi lainnya. Namun tak satu pun chat pribadi itu dibalas Hanan.Dia hanya menambah postingan baru.
Dia pun membuka berandanya.
Wahai bidadari dari syurga
Lihatlah seorang *pujangga yang kesepian ini
tampakkan wajah anggunmu
akan ku pinang kau dengan basmallah
Posting*.
tak berapa lama, bermunculan lah komen-komenan dari sahabat sahabatnya.
"Cuit-cuit, manisnya, siapa sih gadis yang beruntung itu?"
"Aku mau dooong!"
"Lamar aku doong!"
begitu banyak lagi komenan yang masuk di postingan Hanan. dan ada beberapa temannya juga membagikan di beranda mereka masing-masing.
###
Tap
Tap
Tap
"Mita, tunggu!" Ujar Emre apda Mita.
"Ada apa mas?"
"Kamu mau kemana? seperti di buru-buru saja." Ujarnya lagi.
"Mau jenguk Zila Mas, tiba-tiba dia nelpon dan minta di jenguk." Katanya lagi.
"Boleh aku ikut? aku kan lengwn kenal dekat dengan calon adik ipar," ujarnya.
"Ah, Mas bisa aja, ada-ada aja deh, kan aku sudah bilang, belum membuka hati untuk itu."
"Kan lagi usaha nih, boleh ya?"
"Baiklah, tapi seperti biasa aku duduk di belakang aja ya?" Pintanya.
"Oke." Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil dengan beriringan. Emre terlihat senyum-senyum penuh kebahagiaan.
Mereka pun sampai di mobil dan masuk di pintunya masing-masing. sepanjang perjalanan Mita tampak banyak diam, begitu juga Emre, dia malah sering mencuri-curi pandang pada wajah istrinya yang di balut cadar itu.setelah perjalanan 30 menit Mereka pun sampai di tujuan, karena hari ini jadwal berkunjung maka Zila di izinkan untuk duduk-duduk bersama keluarga.
"Kakak kok sama Tuan Emre?"
"Dia yang maksa ikut Zil."
"Calon Kakak ipar Zila, hihi."
"Kak, boleh nggak aku mau ngomong berdua,sama Kakak."
"Emang sepenting apa sih Zil," Ucap Emre lagi.
__ADS_1
"Maaf Tuan, ini rahasia kami." Zila pun meraih tangan Kakaknya dan membawanya menjauh.
Aku juga keluarga mu Zil
Guman Emre lirih
"Kak, aduh mulai dari mana ya?"
"Ada apa sih Zil? kok gugup gitu?"
"Anu Kak, 2 tahun silam waktu Zila berangkat ke Tarim, ada seseorang yang mengambil foto Zila tanpa sepengetahuan Zila."
"Foto yang gimana sih Zil, kok kamu terlihat takut."
"Tadi malam Zila di sidang Kak, sama Ustadzah kamar."
"Lho kok bisa!"
"Coba lihat Hp Kakak." Zila pun mengambil Hp Kakaknya membuka layar di beranda FB. Dia pun menulis nama, H.nan.
"Kak, lihatlah ini?"
Mata Mita terbelalak, mulutnya terbuka lebar dan di tutupi seketika oleh adiknya.
"Kakak, tutup mulutnya." Ucap Zila sambil masih menutup mulut Kakaknya.
"Ini foto kamu, kok bisa sandaran kayak gini?"
"Iya Kak, aku juga nggak tau kalau ada Foto seperti ini 2 th silam."
"Sini, biar kaka inbox."
"Eh Kak, tunggu, Kakak mau bilang apa?"
"Ya Bilang, suruh hapus foto itu lah, mau ngapain lagi?"
"Gimana kalau dia malah ngajak bertemu, itu kan dia lagi nyari-nyari Zila!"
"Ya kita temuin aja! apa susahnya!"
"Ah, Kakak ini nggak paham apa? lihat tu kata-katanya, masa iya dia udah nyari Zila 2 th sejak bertemu gitu?"
"Kalau dia bilang suka Zila, ya terima saja hihi." Mita malah menggoda adiknya yang lagi pusing 7 keliling.
"Yeee, Kakak, kenal juga nggak."
"Kalau dia pelajar juga kayak Zila, menuntut ilmunya disini, Tarim, tentu saja dia orang baik dan berada."
"Bagaimana Kakak tau? belum tentu juga kali Kak."
"Kita temui saja dia, atau Kakak yang temui dia, gimana?"
"Terserah Kakak ah, Zila nggak mau!"
Ting tong, bla......
"Nah tu Kak, jam berkunjung sudah habis, ayo!"
Zila dan Mita pun berjalan menuju tempat semula, dan menemui Emre yang,masih duduk manis sambil memainkan HPnya.
"Kalian ke mana sih? lama amat!"
"Ayo pulang!"
-Lho, kok pulang, aku belum kenalan sama Zila!"
"Entar, sekarang aku butuh bantuan Tuan untuk menemui seseorang!"
__ADS_1
"Seseorang?"
BERSAMBUNG....