
"Kak, tolong Aku kak!"
Rengek Soraya pada Hanan saat Soraya di dalam sel sementara di kantor polisi.
"Tenang, aku akan mengeluarkanmu dari sini, kau tenang saja, aku akan bermalam di dalam mobil di depan sampai urusan ini selesai."
Ucap Hanan menenangkan Soraya.
"Kakak Zilaaaa, Bagaimana dengan Mamah?"
Saat penjemputan Mamahnya sedang shoping.
"Kau kan terbiasa tidak di rumah, tenang saja, nanti kita kasih alasan."
Setelah di tanyai macam macam, Hanan pun pergi mengantar Zila pulang. dan segera menuju kantor.
Bruk
"Hanan! ada apa? se enaknya banting pintu sembarangan."
Bentak Papahnya yang terkejut melihat Hanan datang.
"Papah puaskan sekarang? gara gara wanita jala** itu, kini Soraya mendekam di penjara."
Hanan tampak emosi.
"Penjara? memang apa yang Dia lakukan sehingga masuk penjara?"
Papah Hanan terkejut, karena Lena tidak memberitahukan apa apa.
"Kemaren, Soraya menggerebek rumah Lena dan mencakar wanita itu, Soraya pun di laporkan ke polisi, dan sekarang dia ada di sel."
"Sialan, mengapa Soraya tau? apa kau sengaja menceritakannya?"
Tuduh Papahnya pada Hanan.
"Heh, mana akau tau? Soraya lebih cekatan dari pada aku, aku saja Tidak tau tempat tinggal Lena! Bagaimana aku bisa menceritakannya pada Aya?"
Ucap Hanan.
Dia pun duduk di sofa ruangan papahnya.
"Pokoknya, hari ini juga, Lena harus mencabut tuntutannya pada Aya, kalau tidak! aku akan menceritakan semuanya pada Mamah, maka papah bisa menebak sendiri, pasti akan keluar hanya membawa ****** ***** saja tampa baju."
Ceklek
__ADS_1
Bruk
Hanan pergi dari ruangan Papahnya dan tersenyum penuh kemenangan. Dia yakin, Papahnya pasti akan bertindak.
"Sialan, uffs mengapa urusan wanita ini sangat sulit."
Gumam Papah Hanan.
Deret dret dret
Hp Lena bergetar.
'Sayang! ada apa?'
Suara Lena terdengar mesra.
'Kau jangan pura pura tidak tau, mengapa aku menelponmu heh? kau laporkan Soraya kan? ayo sekarang kau cabut tuntutanmu, atau kita akan berakhir di penjara juga!'
Bentak Papah Hanan pada Lena.
'Mas! kok gitu, emang kamu takut ya ketahuan istri Mas?'
'kau mau tau? semua harta adalah milik istriku, kalau sampai dia tau, maka aku akan di tendangnya tanpa ampun, lalu? bagaimana aku bisa membiayai hidupmu?"
'Jadi? semua perusahaan itu milik Istri Mas? busyees.'
'Hey, apa yang kau katakan?'
Papah Hanan hanya mendengat sedikit gumaman itu.
'Baiklah, aku akan segera ke sana.'
Lena pun menutup telpon. Wanita matre itu tentu saja takut kalau uang bulanannya akan di potong.
...
...
...
"Wanita Sia**n, gara gara dia namaku kini menjadi kotor,"
Soraya yang baru datang dan masuk rumah sangat kesal olah perbuatan Lena yang melaporkannya.
"Sabar dek, orang sabar di sayang Allah lho!"
__ADS_1
Bujuk Zila sambil menggandeng adik ipar kesayangannya itu, walau pun Zila belum bisa mengajaknya untuk berhijab. Namun Soraya berpakaian tertutup.
"Kesel banget kak, sejak kapan sih Papah punya istri simpanan yang usianya itu layak jadi anaknya!"
Teriak Aya lagi.
"Apa!!!? Ya? apa yang kau maksud? Istri simpanan? simpanan papahmu?"
Tiba tiba Mamah Hanan muncul dari balik pintu dapur.
"Ma...maaaah, mamah salah dengar, maksudku simpanan kaka Hanan kemaren, itu si Lili."
Soraya coba mencairkan suasana dan mengalihkan perhatian.
"Aku tidak tuli Ya? aku dengar dengan jelas, coba katakan, semalam kau ke mana? bermalam di mana?"
Mamah Hanan menarik tangan Soraya dan mendudukannya di Sofa.
"Mah...dia bermalam sama temannya, itu sudah biasa kan?"
Kali ini papah Hanan yang coba mengalihkan perhatian.
Dret dret dret
Hp papah Hanan berbunyi.
"Bentar."
Papah Hanan pun mengambil HP nya di saku celana.
Hap
Klik
Mamah Hanan dengan sigap mengambil HP itu dan mengangkatnya tanpa suara, ketika melihat nama paman di layar HP.
'Sayaaaang, bagaimana? apa soraya sudah pulang ke rumah? uang jajanku tidak di potong kaaaan?'
Suaranya sangat manja.
Bruk
Hp itu pun melarang ke lantai hancur berkeping keping.
BERSAMBUNG....
__ADS_1