Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Perjanjian Tersembunyi


__ADS_3

Mamah Hanan tampak menuruni sebuah taksi tidak jauh dari sebuah rumah makan. Dengan dandanan ibu ibu pejabat, pakai kerudung segi tiga dengan gaya rambut nyembul di ubun2 pakai kaca mata besar dan high heels, dia pun memasuki sebuah warung makan yang di dana sudah ada Sinta dan juga Lili bersama Qiara yang sudah berusia 3 tahun.


"Li, apa kau masih mencari ayah Qiara?" tanya Sinta.


"Iya, aku masih mencarinya, sempat dulu ketemu di jalan, tapi saat aku kejar, mobilnya malah hilang, karena aku pakai taksi tertinggal jauh."


"Kalau kau bertemu dengannya bagaimana?" Tanya Sinta lagi penasaran.


"Aku akan menuntut hak Qiara," Jawab Lili.


"Apa kau juga akan minta di nikahi?"


"Tentu saja, aku akan minta dia menikahiku," Jawab Lili serius.


"Bagaimana kalau dia menolak?" Sinta terus membrondong dengan berbagai pertanyaan.


"Aku akan melaporkannya ke polisi. Bukankah dia sangat kaya raya? mengapa dulu kau meninggalkannya? seandainya saja aku lebih dulu mengenalnya, aku tidak akan melepaskannya."


"Ah itu masa lalu,." mereka terlalu asyik bicara tanpa menyadari Qiara sudah jalan menjauh dari tempat mereka duduk.


"Oma, apa pakai aca mata elap?" Ternyata Qiara mendekati mamah Hanan.


"Oh, sayang, kamu anak siapa? nanti kamu tersesat lho?"


"Qiara...hey, kemarilah, tiba tiba suara Sinta mengagetkan Mamah Hanan yang ingin menyentuh Qiara. Qiara pun berlari mendekati mereka.


Sinta dan Lili sangat akrab dulu, waktu masih sekolah, hingga kemana Sinta di sanalah Lili ada. hingga menimbulkan benih benih cinta Lili untuk Nicol waktu itu tidak bisa di bendung. Melihat kemesraan Nicol dan Sinta membuat hati Lili cemburu dan ingin memiliki Nicol.


Ketika malam itu, Nicol di putusi Sinta, saat itulah Nicol khilaf saat dia minum minuman di club malam di temani Lili dan mengakibatkan Lili hamil. Saat Lili tau Hamil, dia berusaha mendatangi Nicol di sekolahnya, namun Nicol berdalih itu kecelakaan, dan Nicol pun pergi entah kemana. Dia tidak mau tanggung jawab.


"Li, sebaiknya tidak usah kau minta di nikahi, buat apa nikah kalau dia tidak mencintaimu kan? lebih baik kau peras saja uang Nicol untuk membiayai Qiara bagaimana," Sinta sengaja memanasi Lili karena dia ingin balas dendam.


Deg


Apakah wanita itu ibu dari anak Hanan? siapa dia? mengapa Hanan pernah berhubungan dengan wanita itu? aku harus mengurusnya, sebelum dia bertemu Hanan, aku tidak ingin Zila atau Hanan tau masalah ini.


Mamah Hanan tampak serius nguping dengan sambil minum jus. Berbagai pertanyaan muncul di otaknya.


"Iya juga sih, hidup tanpa cinta itu bagai air teh tanpa gula kan? kalau aku minta uangnya kan,aku bisa nikmati hidupku, hahaha." Lili tertawa lepas sambil sesekali menyuap makanan ke mulut Qiara.


"Aku akan membantumu bertemu Nicol, bagaimana?" Sinta serius.


"Apa kau tau keberadaannya? terakhir ku tau dia kan ada di Yaman."


"Aku pasti bisa mempertemukan mu, tenang saja. Tunggu saja!sekarang, aku masih ada urusan, kau naik taksi saja ya, aku terburu buru nih."

__ADS_1


"Oke, aku masih makanin Qiara nih, masih lama."


"Aku duluan, daaah." Sinta pun pergi meninggalkan warung makan tersebut.


Ini kesempatan bagi mamah Hanan untuk mendekati Lili dan mencari tau, mengapa Wanita itu mengenal Nicol.


"Haicantik, waaah anakmu ya? cantik sekali?- ucap mamah Hanan pemanasan.


"Iya tante," ucap Lili terus menyuapi Qiara.


"Oh iya, bukankah wanita tadi mantannya Nicol ya? apa kamu berteman dengannya?"


"Kok Tante tau?" Lili tanpa curiga bertanya begitu saja.


"Iya dong. Nicol kan punya perusahaan ternama. Ih iya, aku juga tadi dengar kalau anak ini anak Nicol, berarti oni anak wanita tadi dong." Selidik Mamah Hanan.


"Bukan Tante, dia anak saya. Daei mana tante tau kalau anak ini anak Nicol?"


"Maaf, tadi saya mendengar pembicaraan kalian, karena aku mengenal wanita itu, tapi sayang wanita itu memutuskan Nicol begitu saja." Ucapnya lagi.


"Tante, saya sudah selesai, kami akan pulang." ucap Lili, Lili pun berdiri menggendong bayinya.


"Tunggu, aku mau bicara denganmu 4 mata, ayo ikut aku." Mamah Hanan pun berjalan mendahului Lili yang tadi sudah berdiri.


Mamah Hanan menunjuk ke arah taksi yang yadi di tumlanginya.


"Masuklah, kita bicara di sini saja, paman tolong kau keluar, kami ada rahasia yang perlu di bicarakan." Mamah Hanan pun masuk ke dalam mobil.


Lili tampak ragu ragu.


"Ayo masuk! sopirnya juga nggak asa, nggak bekalan aku bawa kabur kan?" Mamah Hanan tersenyum simpul.


"Baik...Nyonya..." Lili pun masuk bersama Qiara.


Hap


"Putri yang sangat cantik, emch emch." Mamah Hanan memciumi putri cantik itu dengan penuh kasih sayang, Lili yang melihat itu pun tambah bingung.


"Siapa namamu?" Tanya Mamah Hanan.


"Lili Tante. tante siapa ya? ada apa membawaku ke sini?"


"Li, aku mamah Nicol."


Dek

__ADS_1


Dorrrrr


Lili yang mendengar itu tampak kaget dan,syok. tiba tiba kakinya gemetar.


"Ni...Nicol?" Hanya satu kata yang keluar dari mulut Lili.


"Ya, kalau dia adalah anak Nicol, maka aku adalah Nimudnya."


"Nimud?" Lili tambah bingung nama apa itu, marmut atau apa ya?


"Nini muda," sahut Mamah Hanan melihat kebingungan Lili Mamah Hanan pun angkat suara.


"Apa kau ingin bekerja sama denganku?"


"Kerja sama?" Ini menambah bingung Si Lili yang masih muda.


"Ya, aku ingin kau jangan dekat dekat dengan Sinta, dan jangan pernah memberitahukan kalau kita sudah bertemu, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu."


"Kebutuhan seperti apa? apakah tante juga akan mempertemukan aku dan Nicol? dan kemudian menikahkan kami?" Tanya Lili berani.


"Tidak! kalau itu aku tidak bisa, Nicol sudah menikah. Aku ingin kau jangan pernah mengusik pernikahan Nicol, karena itu kau akan rugi." Jawab Mamah Hanan.


"Lantas? kerjasama yang seperti apa yang ingin anda sampaikan?"


"Aku ingin kau tidak memberi jarak antara aku dan putrimu bertemu, karana aku adalah Nimudnya, dan apa pun yang kau mau, rumah, pekerjaan uang bulanan pun akan aku berikan sebagai hadiah untuk kelayakan hidup cucuku ini."Mamah Hanan membelai pipi Qiara dengan lembut.


Catt.


Lili tidak pernah bertemu dengan mamah Hanan, Lili juga belum pernah bertemu dengan Hanan semasa Zila menikah, karena waktu Zila menikah Lili juga Tami tidak di undang.


"Sebesar apa tunjangan bulanan yang dapat Nyonya berikan kepada kami?" Tanya Lili, senyum manis mengembang di bibirnya, senyum penuh trik licik.


"Berapa pun yang kau mau, dengan syarat, kau tidak pernah menemui Nicol walau pun kau berada di sampingnya sekali lun. Kau pura pura saja tidak tau."


"Cuma itu? baiklah aku menerima. Aku ingin 20juta perbulan, juga sebuah rumah Mewah, kalau pekerjaan, aku tidak membutuhkannya, karena dengan uang itu sudah cukup bagiku." Ucap Lili.


"Deal, pak sopir, apa kau punya kertas dan pen?"


"Untuk apa?" Tanya Lili."


"Segala Sesuatu itu harus ada hitam di atas putih."


Bagaimanakah kalau Lili tau bahwa istri Nicol adalah Zila, musuh bebuyutan keluarga Tami.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2