Wanita Bercadar Biru

Wanita Bercadar Biru
Ayana Bertemu Mita


__ADS_3

Sang mentari bersinar menerangi jagat raya. Malaikat Mikail sang pembagi Rezeki sedang memberikan hari yang cerah untuk alam semesta.


"Bang, bangun! Ayo sholat! sudah jam 05.30 Bang!" Mita menggoyang-goyangkan tubuh suaminya lembut, namun Izzam masih terlelap.


"Abaaaaang, Cup." Mita mengecup pipi Izzam mesra.


Hap


Tiba-tiba Izzam merangkul leher Mita dan membawa ke dadanya, Mita pun tidak bisa melawan.


"Sudah berani ya kamu menggoda aku hem, kamu berani sama singa yang sedang tertidur ini hem?" Izzam mengecup berulang-ulang rambut Mita yang masih basah karena bekas meramas.


"Ayo Bang, nanti telat Sholatnya." Mita pun coba melerai, namun Izzam tidak melepasnya.


"Hemmm, aku candu sayang, wangi rambutmu ini tak bisa hilang dari hidungku meski aku pakai Harpik sekalipun." Izzam terus mengendus-endus rambut Mita.


"Eh,Abang apaan sih, masa pakai Harpic, Ayo cepet Bang, aku lapar nih."


"Kau lapar, baiklah,"Izzam pun bangun dan menuju kamar mandi.


Byur


Byur


Byur


Selesai mandi dia pun sholat subuh, setelah menyelesaikan Do'a panjangnya, dia mencium mesra kening istrinya.


"Sayang, cepat hamil ya, aku ingin ada pewaris di perusahaanku."


"Apa abang pengen punya anak hanya karena ingin pewaris? trus bagaimana kalau anak kita semua perempuan?" Mita terlihat menyelidik.


"Mudahan kata-kataku hari ini di dengar malaikat, kalau pun nanti anak kita semua perempuan, aku tetap bersyukur."


"Baiklah, mudahan saja kita berjodoh punya anak laki-laki, ayo bang! laper banget nih." Mita pun keluar dari kamar dan menuju kamar Zila.


"Lho? Hanan ngapain duduk di situ?" Terlihat Hanan sedang duduk di depan kamarnya sendiri.


"Hihi, nggak papa kok Kak, lagi nungguin Zila eh lagi nungguin Hamzah mau cari makan." Keceplosan deh. Sebenarnya Hanan sedang menunggu Zila keluar dari kamarnya.


"Ayo kita bareng." Ajak Izzam. Hanan pun sangat senang, kesempatan sekali.


"Iya Kakak, kali ini biar aku yang traktir.


Hanan kan juga keluarga berada, dia adalah anak Pak Lesmana, orang terkaya no 15 seIndonesia😃


"Benarkah? waaaah aku bisa makan sepuasnya nih kalau begitu." Izzam pun menggoda Hanan.


"Boleh, satu restauran pun akan aku belikan buat Kakak, asal Kakak jadi pak comblang aku sama Zila, hihi." Dengan pedenya Hanan berkata seperti itu, seakan-akan mereka sudah kenal bertahun-tahun.


"Ooooh, aku curiga nih, jangan-jangan kalian janjian ya naik pesawat kemaren Hem, ayo ngaku?" Mita makin penasaran.


Ceklek

__ADS_1


Tiba-tiba Zila keluar dari pintu, kan tadi Mita sudah Chat sebelum keluar kamarnya.


"Maaf telat, ayo!"


"Tak masalah, aku sanggup ko nunggu kamu sampai seharian pun. bahkan sampai bertahun-tahun." Ucap Hanan. Izzam hanya tersenyum. Sementara Mita mendelik, sedang Zila malah memajukan Bibirnya 2 Cm di balik cadarnya.


"Ayo!" Mereka pun pergi meninggalkan Hotel menuju warung makan yang tak begitu jauh dari Hotel. Sesampainya di Warung makan, Mita meminta ruang khusus untuk mereka makan berdua dengan Zila.


"Lho, Hamzah mana Nan?"


"innalillah, lupa, hihi, masih di kamar ku tinggal."


"Ish, yang lagi di mabuk cinta, sampai lupa teman sendiri, Ayo telpon dia!" Hanan pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Hamzah.


Sementara Mita dan Zila di ruangan tertutup tampak berbincang.


"Kak, katanya Kakak Fasha akan segera menikahi seorang gadis, mereka kenalan saat Kak Fasha bekerja di luar kota." Zila memulai pembicaraan.


"Benarkah, dia belum memberi tahukanku?" Jawab Mita.


"Emang sengaja, karena dia tidak mau membebani Kakak,"


"Beban, apa maksudnya? apakah kalau aku tau akan jadi beban, malah itu jadi kabar baik bagiku." Ucap Mita tampak sedikit kecewa.


"Kalau Kakak tau, tentu saja Kakak yang sibuk ngurus ini itu kan?" Jawab Zila lagi.


Tanpa terasa mereka sudah selesai makan.


"Bang jam, apa sudah bayar?" Izzam tersenyum dan memonyongkan mulutnya mengarah kasir.


"Kalau lagi jatuh cinta, bulan pun akan di curi hihi." Ucap Izzam lagi.


Zila hanya terlihat masam.


"Ayo kita pulang!" Hanan pun sudah selesai membayar. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing.


Sesampainya di kamar Zila, Mita malah ikut masuk kamar Zila.


"Kak, aku nggak mau di ikuti terus seperti bayi baru bisa berjalan, pulang nanti, aku nggak mau Hanan juga ikut ke rumah kita, kalau begini terus imanku bisa roboh Kak." Bisik Zila pelan.


"Roboh? hahaha, ada-ada aja kamu Dek, emang kamu suka ya sama Hanan?" Goda Mita lagi.


"Itu, Mmm, ah tau ah Kak, aku juga cuma manusia biasa Kak, kalau terus-terusan di kuntit, bisa saja kan?" Zila pun berbaring di ranjangnya.


Betul juga ya, Hanan kan sangat tampan, kalau orang awam tak mungkin ada yang bisa menolak pesonanya.


Batin Mita.


Duk


Duk


Duk

__ADS_1


"Mita sayang, kau di sini? ayo balik kamar." Suara Izzam pun menghentikan lamunan Mita, sementara Zila terlihat santai berbaring dan memejamkan matanya.


Ceklek.


"Bang, ayo kita berkemas untuk segera pulang ke rumah,.....Zila, ayo beres-beres kita akan pulang sekarang." Ucapnya lagi.


Zila pun bangun terlihat malas-malasan sambil merapikan bajunya.


"Sayang, kok pulang sekarang? apa tidak kita habiskan dulu hari ini sampai sore, aku takut, ketika kamu bertemu Ayana nanti, tak ada lagi waktu denganku, Ayana pasti pengen nempel terus sama kamu." Bujuk Izzam. sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Sementara Mita mengambil baju yang ada di lemari Hotel.


"Aku mau cepat pulang ke rumah Bang, aku sangat merindukan Ayana juga bayi mungil itu, pasti sangat cantik." Ucap Mita lagi.


"Kamu hanya memikirkan mereka ya, ah benar-benar, ish." Izzam pun duduk di tepi ranjang karena merajuk.


Buk


Tiba-tiba Mita duduk di pangkuan Izzam dan melingkarkan tangannya di leher Izzam.


"Aiiih, udah jadi Kakek kok masih merajuk, nggak malu apa, sama umur." Ucap Mita sambil tangan kanannya mencolek hidung suaminya.


"Ooh, kau berani ya sekarang hem,"


"Au, ampun ampun,Bang." Izzam pun menggelitik pinggang Mita, hingga mita pun tertawa terpingkal-pingkal dan berakhir di hempa**kan oleh Izzam di ranjangnya.


1 Babak selesai.


Mereka pun mandi bersama. dan bersiap pulang.


Mereka pulang tanpa memberi tahukan Hanan, karena itu yang di inginkan Zila. Sesampainya di rumah Mita yang baru, Mereka pun di sambut oleh Fasha.


"Fasha, aku ingin kau menjemput Ayana ya! jangan bilang kalau kami sudah datang, aku ingin memberi kejutan" Ucap Mita.


"Baiklah Kak!" Fasha pun berangkat.


Mita memasak makanan kesukaan Ayana seperti kentang goreng, ayam kremes.


Selesai memasak Mita pun duduk santai di sofa.


"Assalamualaikum." Terdengar suara Ayana di pintu depan.


"Waalaikumussalam," Mita sengaja tidak menyambut kedatangan Ayana, dia hanya duduk membelakangi Ayana. Ayana pun mengitari Sofa.


Tarrrra


Deg


"Ka...kau, Umm...ummi ap...pa kau?"


Bruk...


Ayana pun pingsan,seketika.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Tolong Like nya.Jangan jadi Reader ghoib ya, setelah baca langsung ngilangšŸ¤— 1 like bagi penulis itu SESUATUšŸ˜† Nggak percaya, coba deh nulis 1 bab aja 1000 kata pasti di jamin ngos ngosanšŸ™ Hubbukum


__ADS_2